TIGA PULUH EMPAT TAHUN
: 23 Maret 1992 - 23 Maret 2026
Tiga puluh empat tahun jadi jejak
Ibarat halaman buku yang ditulis detak
Genap usia menghitung dzikir dengan bijak
Ada getar hati yang khusuk pada cinta tanpa isak
Purnama menyinari rindu
Usia tidak menyesali waktu
Lautan menjelma rasa hatimu
Utuh senyummu menjadi perahu
Hingga gelombang kehilangan deru
Entah berapa gejolak terpendam
Mengubur luka yang menjadi sekam
Pada kehidupan yang dipenuhi dendam
Aku tetap merapal doa di sepertiga malam
Tak ada cinta yang menyerah kepada temaram
Tahun demi tahun terlewati
Adalah umur yang wajib disyukuri
Hidup harus terus dijalani sepenuh arti
Untuk menikmati kebahagiaan yang hakiki
Nafas yang tersisa sebagai jalan muhasabah diri
Jember, Maret-Mei 2026
PERAHU WAKTU
: istriku
Perahu waktu, istriku
Ego melebur jadi laut biru
Ragu hanyalah tipu daya, rindu
Adalah gelombang hatiku dan hatimu
Hati yang tak pernah kalah kepada lika-liku
Urusan luka yang selalu menghantui cumbu rayu
Waktu akan terus berlayar
Akan terus mendatangkan debar
Kepada hati kita yang kadang tak sabar
Tak yakin dan kadang ragu kepada yang benar
Untuk itu istriku, jangan pernah takut kepada kabar
Jember, Maret-Mei 2026
PANTAI RASA
: Ingatan
Pantai rasa
Adalah dada kita
Nyior melambai mesra
Tak ada pasir menyimpan luka
Aku kau memilih untuk selalu bahagia
Ingatan disulam jadi doa-doa sepanjang usia
Rasa menjelma laut
Ada gairah yang bertaut
Seperti pelabuhan dan pelaut
Ada rindu di antara jarak dan sudut
Jember, Maret-Mei 2026
PASIR HATI
: doa
Pasir hati yang berdesir
Angin lautan memilih semilir
Seutuh ombak, dada detak dzikir
Iringan perahu mengamini doa pasir
Risalah usia menjadi kisah dan jejak takdir
Hati menjelma pasir
Ada beribu butiran getir
Tenggelam tanpa mata air
Ilusi kehilangan muara dan hilir
Jember, Maret-Mei 2026
OMBAK CINTA
: kehidupan
Ombak cinta
Menjadi kisah dada
Begitu luas laut dan luka
Angin dan gelombang tipu daya
Kehidupan yang akan kita jalani bersama
Cinta adalah penyemangat
Ikatan tali kehidupan yang kuat
Nasib dan takdir tidak akan khianat
Terhadap kesetiaan yang penuh khidmat
Angin dan badai luluh pada cinta tanpa syarat
Jember, Maret-April 2026
LAUT RINDU
: Arisza
Laut rindu
Adalah hatiku
Utuh jadi milikmu
Tidak perlu kau ragu
Rindu yang menyimpan debar
Ingatan dan semua ingar-bingar
Nafasmu, adalah hati seluas sabar
Dengan perahu keluh-kesahmu. Getar
Utuh dadamu berdesir di hatiku berlayar
Jember, Maret-Mei 2026
GELOMBANG DOA
: selamat ulang tahun istriku
Gelombang doa
Empat penjuru dada
Lebih detak dari irama
Ode yang dibaca oleh luka
Membaca usia yang purnama
Begitu terang senyum bercahaya
Aku terus berdoa kepada yang Maha
Nasib dan takdir akan diberikan bahagia
Genap kehidupan yang tersisa hanyalah cinta
Doa ini sebagai hadiah
Oktaf hati mengharap tuah
Agar di masa depan tetap risalah
Jember, Maret-Mei 2026


0 Komentar
Lingkar literasi, sastra, dan seni budaya Asia Tenggara serumpun Bahasa.