005

header ads

Puisi Fileski | Karena Aku adalah Cahaya

Karena Aku adalah Cahaya


Berjalan menyusuri jejak silam

Tentang sebuah rumah kecil di sana

Tentang memori masa kecilku

Dua puluh tahun yang masih sangat jelas kuingat

Tentang sosok seorang ayah

Yang merawatku penuh cinta

Meski ia menahan hujaman penyakit

Penuh sabar merawatku hingga dewasa

Dan tentang ibuku

Aku tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu

Ibuku pergi untuk selamanya karena AIDS

Ketika aku masih bayi

Tanpa memberiku kesempatan untuk menyeka air matanya

Menahan perih luka sakitnya

Mulai saat itu aku berjanji takkan pernah menangis

Walau besarnya badai hujatan kepadaku

Meski teramat rapuh tubuhku menahan semuanya

Meski hatiku tak sekuat karang dirajam gelombang hinaan

Tetap aku takkan pernah menangis

Karena kuingat ketabahan ibuku

Karena kuingat kesabaran ayahku

Dengan kegigihan semangat, usaha, dan doa

Sebuah tekad mengubah badai menjadi cahaya

Yang membuat mata mereka terbuka

Hanya dalam gelap kita bisa melihat cahaya

Dan hari ini aku tegak berdiri

Dua puluh tahun silam adalah sebuah proses menakjubkan

Hingga ku tebar cahaya melalui karya-karya

Hinaan mengajarkanku untuk berpijar lebih terang

Karena aku adalah cahaya


Surabaya, 16 Desember 2014


Ibuku Pahlawanku


Jika kau tanya padaku siapakah pahlawanku

Aku menjawab ia adalah ibuku

Tanpa kenal lelah berjuang siang malam

Diterpa hujan dan terik matahari

Demi kami anak-anakmu

Sebelum sang surya berkokok

Saat hari masih gelap ditimang embun subuh

Kau telah terbangun dan berkemas

Menggendong bakul berisi doa dan harapan

Menuju hiruk-pikuk keramaian

Berjalan jauh menahan perih kaki retak bebatuan

Engkau begitu bersemangat menjajakan bawaan

Agar nasib rejeki melimpah di genggaman

Walau selalu tak banyak yang kau peroleh setiap harinya

Namun hatimu selalu berlapang kesabaran dan harapan

Yang selalu menjadi inspirasi bagi kami anakmu

Semoga esok kan tiba cahaya dari doa-doa

Menerangi hari lampau yang penuh peluh air mata

Sungguh engkau pahlawanku

Selama kau ada, selalu ada cinta dan bahagia

Terimakasih Ibu


Surabaya, November 2014

Posting Komentar

0 Komentar