005

header ads

Puisi-puisi Aldian Dahoklory




Tidak Lagi Tampak


Tak kau temukan lagi aku

Pada waktu yang baru

Ataukah pada saat itu


Tak kau temukan lagi aku

Pada rabu yang riuh

Ataukah rindu yang biru


Tak kau temukan lagi aku

Pada sebuah temu

Ataukah daun pintu

Sebuah ruang tamu


Tak kau temukan lagi aku

Pada seribu kata

Ataukah tatapan mata


Tak kau temukan lagi aku

Pada suatu pesan

Ataukah pada pelukan

Bahkan seribu penyesalan



20 oktober 2023


Jalan Sunyi


Laut kusebrangi

Langit kuarungi

Sulit kujalani

Sakit kucicipi

Jatuh kususuri

Jarak kutapaki


Ku berdiri dalam caci

Kurintis dalam tangis

Kurilis dalam sinis

Ku lahir dalam ujar

Ku teguh dalam ludah

Ku juara dalam cibir


Ku berkarya atas cinta

Ku berupaya atas nama

Kupercaya dalam doa

Ku berlayar dalam air mata


Walau sunyi kurangkai

Kujalani tanpa bunyi

Ku diludahi tanpa resensi

Ku diberi kasih tanpa hati

Ku diberi sempat tanpa tempat


Ku nampak bagai kaca retak

Di jejak langkah pada tembok

Ku dipeluk kejamnya ombak

Ku ditabrak mulut bengkok

Ku ditanduk hati yang lekuk

Tapi ku akan tetap tegak

Merakit arti menjadi bijak



Kini kumemilih

Jalan yang sunyi

Menulis puisi

Melukis hati

Berlapis arti

Beralas api

Bertunas kasih


Ku ingin bertumbuh 

Pada sunyi yang riuh

Meski Ku berdarah 

Meski ku patah

Meski ku lelah

Meski ku pasrah

Meski ku resah

Meski ku difitnah

Meski ku jatuh

Meski ku luka


Ku tetap di sini 

Ku akan menetap

Meski merayap

Pada sebuah hidup

Penuh gelap

Diselimuti asap 

Warna redup atau

Kata yang lenyap.



 Ambon, 20 Oktober 2023


Aldian Dahoklory, pria kelahiran Yawuru, 16 Oktober 2002. Pecinta Puisi. Statusnya sebagai Mahasiswa Universitas Pattimura, jurusan Bahasa dan Seni, Program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. 


Editor: Firman Wally





Posting Komentar

0 Komentar