005

header ads

Puisi | Eliaser Loinenak

AJARI AKU MENULIS PUISI

ajari aku menyulam kata 

menggoreskan sepenggal puisi

merajut  makna  membingkai nama

meski  puisiku mungkin miskin majas

jauh dari hingar-bingar pujian


ajari aku menulis puisi  

agar bebas dari rimbun kata  

yang berhimpitan di dada

agar  rasa yang terkurung  

lepas dari cengkeraman

bebas, terbang  mengitari cakrawala 

keluar dari tubuh yang memenjarakannya


ajari aku menulis puisi 

karena semuanya bakal habis terkikis  

jadi bangkai, itu pasti

hanya puisi yang tak akan pernah mati


[e-Loi, 08.10.2023]


HANYA  DENGAN  PUISI


hanya dengan puisi  kata-kata lepas

dari cangkang yang mengekang

terbang mengikuti pikiran dan perasaan


hanya dengan puisi kupuja dewa-dewi

mengagungkan gunung-gunung

melukiskan keidahan pantai-pantai


hanya dengan puisi aku tertawa meski hati meringis 

karena puisi adalah sahabat ketinggian jiwa


hanya dengan puisi aku mencintaimu dalam diam

terpenjara sunyi penantian panjang


hanya dengan puisi aku kibarkan panji kemenangan

meski aku sendiri terkurung takut

terkulai lemas 


hanya dengan puisi kukenang  masa silam

meniti hari ini

meraih hari depan


semua tentang kita abadi hanya dengan puisi


[e-Loi, 08.10.2023]


Bionarasi

Eliaser Loinenak, lahir di Puamese, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, 2 Mei 1980. Menulis cerpen dan puisi. Puisi-puisnya tersebar di beberapa media online dan beberapa buku antologi puisi bersama. Buku antologi puisi tunggalnya Cerita Sepasang Mata diterbitkan oleh penerbit CV. Sketsa Media (November 2022). Saat ini mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri Satu Atap Sunu, Amanatun Selatan, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.

Posting Komentar

0 Komentar