005

header ads

Puisi | Eliaser Loinenak

 PANTAI OETUNE


di sini aku terpesona

memandang hamparan pasir putih 

yang membentang luas di tepi pantai

menatap gulungan ombak susul-menyusul

pada bening biru laut di bawah langit biru  


seperti gemuruh ombak yang tiba di bibir pantai

dadaku berdebar menunggu engkau tiba

bersanding dua di atas sun dunes menikmati sunset

atau berjalan menyusuri pantai dalam sepuh cahaya senja

dan kubisikkan cinta yang telah lama kusimpan


namun hingga cahaya senja memudar

hanya kesiur angin membawa pasir yang kudengar

hanya deburan ombak menyentuh kakiku

jajaran pohon lontar memantulkan cahaya muram

barisan lopo dan gazebo tampak kelabu 


aku menatap hampa hamparan laut 

pada hamparan gumuk pasir berbukit-bukit

pada nyanyian ombak dan tarian angin 

kutemukan cinta yang menuntunku sampai di sini


[e-Loi, 10.09.2023]


AIR TERJUN OEHALA


menyusuri seratus tiga puluh dua anak tangga 

di bawah naungan pepohonan rindang

sampailah aku padamu, air terjun berundak tujuh, Oehala

oase di tanah timor yang gersang


sungai kecil yang menetes dari rahim gunung Mutis

mengalir membelah hutan dan bebatuan 

bagaikan ibu yang menyusui 

memberi air kehidupan bagi banyak orang

tumbuhan maupun hewan


gemercik air menuntun kakiku

menapaki undakan demi undakan

berselancar dari atas bebatuan cadas 

menceburkan diri ke dalam kolam jernih

meluapkan semua kegerahan dalam diri


betapa sejuknya air yang membasuh tubuhku

seketika jiwaku melambung 

bersama suara deburan air yang teduh 

kupanjatkan doa-doa yang bergema dalam jiwa

[e-Loi, 10.09.2023]


Bionarasi

Eliaser Loinenak, lahir di Puamese, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, 2 Mei 1980. Menulis cerpen dan puisi. Puisi-puisnya tersebar di beberapa media online dan beberapa buku antologi puisi bersama. Buku antologi puisi tunggalnya Cerita Sepasang Mata diterbitkan oleh penerbit CV. Sketsa Media (November 2022). Saat ini mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri Satu Atap Sunu, Amanatun Selatan, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.

Posting Komentar

0 Komentar