005

header ads

Bahasa Gaul, Plus atau Minus | Excel Rizky Dhelyano

 

Bahasa Gaul, Plus atau Minus

Oleh

Excel Rizky Dhelyano

Siswa SMP Islam Al Ishlah Bukittinggi



 

Bahasa gaul merupakan salah satu cabang dari bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk pergaulan. Istilah ini mulai muncul pada akhir tahun 1980an. Bahasa gaul pada umumnya digunakan sebagai sarana komunikasi di antara remaja sekelompoknya selama kurun tertentu.

Tujuannya untuk menyampaikan satu hal namun tidak ingin orang lain ketahui. Bahasa gaul berfungsi sebagai ekspresi rasa kebersamaan para pemakainya. Selain itu, dengan menggunakan bahasa gaul, mereka ingin menyatakan diri sebagai anggota kelompok masyarakat yang berbeda dari kelompok masyarakat yang lain.

Faktor-faktor yang mempengaruhi maraknya penggunaan bahasa gaul diantaranya adalah kebutuhan untuk mengikuti trend, interaksi dengan lingkungan sosial, dan pengaruh media sosial.

Dampak positif dengan digunakannya bahasa gaul adalah remaja menjadi lebih kreatif. Terlepas dari menganggu atau tidaknya bahasa gaul ini, tidak ada salahnya kita menikmati tiap perubahan atau inovasi bahasa yang muncul. Asalkan dipakai pada situasi yang tepat, media yang tepat dan komunikan yang tepat juga.

Dampak negatif bahasa gaul adalah mempersulit penggunaan bahasa indonesia dengan baik dan benar.Padahal di sekolah dan di tempat kerja , kita diharuskan untuk selalu menggunakan bahasa yang baik dan benar.Bahasa gaul dapat mengganggu siapapun yang membaca dan mendengar kata kata yang termaksud di dalamnya

Ciri cri bahasa gaul adalah singkat lincah dan kreatif. Kata-kata yang digunakan cenderung pendek, sementara kata yang agak panjang akan diperpendek melalui proses mortofologi atau menggantinya dengan  kata yang lebih pendek.

Bahasa gaul berfungsi sebagai ekspresi rasa kebersamaan para pemakainya. Selain itu, dengan menggunakan bahasa gaul, mereka ingin menyatakan diri sebagai anggota kelompok masyarakat yang berbeda dari kelompok yang lain.

Bahasa gaul merupakan ragam nonstandar bahasa Indonesia yang lazim digunakan dengan bentuk singkat dan unik, bersifat sementara, serta bukan bahasa baku ataupun formal. Salah satu ragam bahasa gaul yang sering digunakan dalam berkomunikasi, yaitu akronim

Penggunaan bahasa gaul dapat meningkatkan kreativitas. Bahasa gaul yang bersifat nonformal membuat masyarakat bebas dalam membuat, mengubah, atau mengkreasikan bahasa itu sendiri. Berbeda dengan penggunaan bahasa Indonesia yang formal, yakni kita tidak bisa seenaknya mengubah atau membuat kosakata baru. Dengan adanya kebebasan mengkreasikan bahasa gaul, jiwa kreatif masyarakat menjadi semakin terasah dalam menciptakan berbagai kosakata yang bahkan mungkin tidak pernah didengar orang sebelumnya. Hal ini dapat dilihat, seiring perkembangan teknologi, semakin banyak kosakata gaul yang terbentuk dari hasil pemikiran masyarakat dan semakin memperkaya kosakata yang dimiliki bangsa Indonesia.

Tidak seperti bahasa Indonesia baku yang memiliki Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk menafsirkan setiap kosakatanya, bahasa gaul tidak memiliki pedoman resmi dalam penerjemahannya. Sehingga, setiap kata dalam bahasa gaul bisa dimaknai berbeda tergantung dari pemikiran setiap orang. Hal ini dapat menimbulkan kesalahpahaman diantara beberapa orang yang memiliki penafsiran berbeda atas suatu kata, apalagi bila orang tersebut cenderung tidak mengikuti perkembangan bahasa gaul di masyarakat (berpotensi salah penafsiran)

Contohnya saja untuk kasus kata anjay. Kata anjay menurut Komnas Perlindungan Anak dianggap sebagai pelesetan nama hewan, anjing, yang apabila digunakan dapat merendahkan martabat seseorang. Padahal dalam pelaksanaannya, penggunaan kata anjay dalam masyarakat lebih ditujukan untuk menyatakan rasa kagum, salut atas suatu peristiwa

Demikian beberapa dampak yang ditimbulkan dari penggunaan bahasa gaul dalam percakapan sehari-hari. Penggunaan bahasa gaul bisa bermanfaat bagi kita bila digunakan seperlunya, akan tetapi bila digunakan secara berlebihan, bahasa gaul juga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman bahkan bisa menghilangkan keberadaan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kita harus bijak dalam menggunakan bahasa gaul. Bahasa gaul boleh saja digunakan, asal pada situasi dan kondisi serta lawan bicara yang tepat. Selain itu, ada baiknya kita tetap menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia, agar tetap lestari dan tidak tenggelam ditelan masa.

Posting Komentar

0 Komentar