005

header ads

BAGAIMANA MENJADI GURU BAHAGIA SEPANJANG MASA? Oleh : BUSYRA, S.Pd

 




BAGAIMANA MENJADI GURU BAHAGIA SEPANJANG MASA?

Oleh : BUSYRA, S.Pd

Kepala SMP Islam Al Ishlah Kota Bukittinggi

 

Mendengar kata guru sudah pasti kita sepakat untuk menjelaskan siapa itu guru.  Secara sederhana guru adalah orang yang memberi ilmu pemgetahuan, mendidik atau mengajar  siswa di sebuah sekolah. Dari beberapa sumber dijelaskan guru adalah seseorang yang telah mengabdikan dirinya untuk mengajarkan suatu ilmu, mendidik, mengarahkan, dan melatih muridnya agar memahami ilmu pengetahuan yang diajarkannya tersebut. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan guru memiliki peranan penting dalam pendidikan yaitu  sebagai orang yang mampu  mengembangkan  kemampuan religi, kemampuan sikap, kemampuan pengetahuan dan keterampilan peserta didik baik jasmani maupun rohani secara profesional.

 Dalam prosesnya begitu banyak tantangan yang harus dihadapi guru di dalam kelas diantaranya guru harus bisa memahami kebutuhan belajar murid, menyiapkan materi pembelajaran, menjadi motivator, fasilitator, menjaga komonikasi dengan teman sejawat, orang tua dan warga sekolah dan lainnya. Dibalik itu semua profesi guru adalah profesi yang sangat mulia dan luar biasa. Guru harus ikhlas, sabar, berdedikasi tinggi, bertanggung jawab terhadap pendidikan muridnya dan guru harus bahagia. Menjadi guru bahagia merupakan tujuan yang sangat mulia dan dapat membawa pengaruh positif besar terhadap proses pembelajaran dan perkembangan siswa.

Berikut adalah beberapa tips untuk mencapai kebahagian sebagai seorang guru, (1) Libatkan Allah dalam Melaksankan Tugas Apapun yang harus dilakoni dalam menjalankan profesi seorang guru selalu libatkan Allah di dalamnya, jadikan Allah satu-satunya sebagai tempat sandaran kita. Melibatkan Allah dalam profesi guru dapat memberikan kedalaman makna, arah, dan keberkahan dalam perjalanan mengajar. Mari kita yakinkan diri bahwa frofesi kita adalah salah satu jalan kita menuju syurga -Nya Allah dan niatkan sebagai ibadah  kepada Allah. Niatkan bahwa tujuan utama kita mengajar adalah untuk mencari ridha-Nya dan berkontribusi pada perkembangan siswa sebagai bentuk ibadah. Selalu bersyukur atas kesempatan dan anugerah yang diberikan untuk berperan dalam membentuk masa depan generasi muda. Berserah diri dan terimalah bahwa Allah memiliki rencana-Nya sendiri untuk setiap orang, termasuk kita sebagai seorang guru. Berserah diri kepada-Nya dalam setiap situasi dan percayalah bahwa segala sesuatunya akan berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. Lihat keberkahan dalam setiap pencapaian atau hasil yang sudah kita raih sebgai seotang guru, pencapaian siswa sebagai keberkahan dari Allah dan keberhasilan yang mereka capai.

(2) Rayakan keberhasilan Setiap kita melakukan evaluasi terhadap murid di dalam kelas sebagai perwujudan untuk mengukur proses belajar yang sudah kita lakukan dengan metapkan target pencapaian dan jika itu berhasil  rayakan setiap keberhasilan tersebut baik dari siswa maupun dari diri sendiri. Pencapaian yang sesuai harapan akan memberi kita rasa puas dan kebahagiaan tersenditri. Hal ini tidak bisa kita ukur dengan materi atau apapun. Pencapian ini hal hakiki yang diperoleh oleh seorang guru.

( 3) Jadikan keberhasilan sebagai keberkahan Berikanlah yang terbaik saat kita melaksankan tugas sebagai seorang guru, lakukan dengan sungguh-sungguh dan berikan kemampuan maksimal kita, karena dengan begitu hasil terbaik pasti akan kita peroleh dan kita akan merasakan kebanggan dan kepuasan, fokus pada tujuan dan manfaat dalam organisasi akan memberikan dampak positif bagi kita dalam bertugas. Selain itu tetap sabar terhadap apapun yang kita temui dalam melaksanakan tugas juga perlu kita tanamkan dalam diri dalam mennemukan keberhasilan dan keberkahan.

 ( 4 ) Kelola Stres dengan Baik Menjaga kesehatan mental dan emosional akan membantu kita merasa bahagia dan bersemangat. Murid yang kita hadapi di dalam kelas tidak akan tahu terhadap apa yang kita alami, apalagi karena kita stress mereka akan menjadi korban pelampiasan stras yang kita alami.  Stress dalam bergtugas adalah hal yang alamiah tapi jangan kita larut didalamnya, identifikasilah faktor penyebab stress dalam pekerjaan dan cari cara untuk mengelolanya dengan baik. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah melakukan ibadah dan mendekatkan diri pada-Nya,tumbuhkan hal-hal positif dalam diri, bercerita kepada orang yang mempunyai nilai-nilai positif yang lebih dari kita, dan selalu berkomonikasi dengan diri bahwa kita memiliki andil yang luar biasa dalam mengantarkan anak-anak didik kita kemasa depan yang lebih baik,

(5) Jaga keseimbangan kehidupan. Penting untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Berikan waktu untuk beristirahat, beraktivitas fisik, dan melakukan kegiatan yang kita nikmati di luar lingkungan sekolah. Kita adalah manusia biasa yang membutuhkan kebutuhan biologis, salah satunya kebutuhan untuk terlepas dari rutinitas sehari-hari, jangan menzolimi diri sendiri, berikanlah tuntutan kebutuhan rohani kita seperti pergi liburan menikmati suasana alam dengan pesonanya yang indah, berolah raga, berkumpul dengan keluarga atau komonitas dan lainnya. Karena kegiatan yang kita lakukan itu akan membawa dampak positif bagi kita dalam melaksanakan tugas, semangat baru akan muncul dengan sendirinya.

(6) Jadikan humor sebagai teman. Gunakan humor secara bijaksana dalam pembelajaran. Humor dapat menciptakan suasana santai dan menghibur, baik untuk siswa maupun kita sendiri. Orang yang suka humor akan memperpanjang masa hidupnya,  slogan ini sering muncul dimedia social atau dalam bentuk artikel. Mengapa seperti itu? karena  orang yang suka humor  membuat mereka jauh dari stres, karena stress ini dapat merusak organ-organ penting manusia untuk focus dalam melaksankan tugas.

(7). Jadikan kesejahteraan dan perkembangan siswa sebagai prioritas utama. Bantu mereka meraih potensi terbaik mereka dengan memberikan dukungan dan inspirasi. Pernahkah kita menyadari bahwa murid kita yang hadir di dalam kelas dari rumah datang dengan berbagai persoalan dan perlakuan dari keluarga mereka? Ada yang dimarahi orang tua, ada yang belum sarapan, ada yang sakit, ada yang ketinggalan kendaraan umum. bahkan mungkin ada yang mengalami masalah di luar kemampuan mereka untuk menghadapinya. Disinilah kepiawaian kita sebgai seorang guru untuk mencari tahu kondisi kesiapan murid-murid kita dalam menerima pelajaran, sentuh hati mereka, ajak berkomonikasi dengan hati untuk mengaktifkan gelombang Alpha mereka, karena pada saat mereka berada dalam gelombang Alpha inilah kita bisa memberi ilmu, nasihat, dan hal-hal positif lainnya.

 

Bionarasi

 Busyra, S.Pd. Kegiatan hari ini sebagai Kepala Sekolah di SMP Islam Al Ishlah Bukittinggi. Telah aktif menulis di media cetak dan online, dunia literasi sangat dekat dengan hidupnya dan berhasil mengantarkan sekolah meraih prestasi sebagai Duta Literasi di tahun 2022 lalu. Telah menulis buku tunggal dan antologi dalam bentuk cerpen, puisi, dan pantun Asean. Silakan sapa penulis melalui Fb. Ira Ir atau instagram @irabusyra.

Posting Komentar

0 Komentar