005

header ads

Puisi-Puisi- Aldy Dahoklory



Untuk Aku


Percayalah 

Sulit pasti surut

Sakit pasti hanyut

Berat pasti larut

Tangis pasti manis

Tulus pasti lunas

Patah pasti sembuh

Rapuh pasti pulih

Jatuh pasti tumbuh

Sungguh pasti berbuah

Setia pasti berbunga

Luka pasti bermakna

Air mata pasti bercahaya

Duka pasti sementara

Sukacita pasti ada

Sabar pasti subur

Gugur pasti mekar

Kelam pasti terbenam

Malam pasti tenggelam

Pagi pasti kembali

Duri pasti berarti

Api pasti mati

Sunyi pasti pergi

Kasih pasti melebihi

Kehilangan pasti ditemukan

Bimbang pasti tenang

Berjuang pasti memang

Cinta pasti selamanya

Doa-doa pasti nyata

Tuhan pasti tolong dan

Semu itu pasti di dalam waktu.


  Ambon, 26 Juli 2023


Anugerah Tak Bersalah


Dia adalah anugerah yang lahir dari rahim surga

Buah hati dari sperma yang mengalir dari rasa cinta

Di atas kata-kata mesra yang penuh dosa.

Dia bukan barang atau sampah yang menjadi alasan

Untuk dibuang tanpa kasih setitik-pun setelah kepuasan yang terpuaskan


Bukankah ada cinta yang membawanya datang ke dunia

Lewat ucapan dan kecupan dalam lantunan perasaan

yang diutarakan laki-laki dan perempuan dalam hubungan

di selokan kemesraan dan pelukan-pelukan 


Bukankah dia ada dari sebuah tumpukan cinta

Tapi mengapa dan kenapa 

Dia  dibuang tanpa rasa kasih

Dia hanya kertas putih yang polos

Yang belum sedikitpun tergores,

Kemanakah cinta yang katanya tulus

Apa salahnya ?

Apa dosanya ?


Dimana cinta yang memanggilnya datang ke dunia 

Dimana kata cinta itu

Kemana mereka yang bercinta itu

Dimana ayahnya ?

Dimana ibunya ?

Tangisannya tak terjawab

Mereka tidak bertanggung jawab


Badannya yang mulus dan juga halus sudah terkupas dan habis

Air matanya menetes bersatu dengan gerimis

Mulutnya terbuka dalam suara yang terbatas

Setelah haus datang membungkus tubuhnya yang manis,

Sampai dia harus merasa haus, dia menangis

 Dibakar hangus matahari yang panas sampai

 nafas terakhir terhembus  sampai habis.


Mengapa dia telanjang, dimanakah rasa sayang,

Apakan cuma ada rasa sayang yang menjadi gairah ibu dan ayahnya telanjang di kaca-kaca gedung yang menjulang dan juga malam-malam yang panjang.


Kemana hilangnya mereka yang bercinta 

Dimana ketulusan, pelukan, sentuhan dan cinta

Apakah semua itu hanya mekar di ranjang sengama.



Ambon, 30 Mei 2023


SAKSI MATA HATI


Ratusan ribu juta air mata di tenggelam pada  kata merdeka 

 Pancasila di dalam manusia bagikan kata tanpa makna 


Saksi mata hati yang terluka menguraikan

Malam yang suram itu merangkum semua dendam pada  hukum 

 yang dijual seperti bayam di pasar hakim. Petang menyiapkan pedang untuk menantang tembok kebohongan. Siang masih berjuang dengan  jantung yang bolong di tusuk rupiah yang tajam dalam gedung yang di sebut agung. Sedangkan pagi menyalakan api di tungku nurani membakar diskriminasi yang begitu ramai.


Pantai menangis mengetahui tentang hak asasi yang dikorupsi, 

Sementara itu arus mengikis kulit pasir yang miskin,

Ombak kencang bertekuk lutut di atas penguasa yang cerdik

Sampai karang  itu merdeka dalam lautan yang binasa.


Di jalanan yang luas, hutan masih dirampas dengan jas dan wajah yang egois. jalur yang mujur perlu nota berbayar dan perempatan sengsara dengan perencanaan. Kemacetan itu menyaksikan berita penindasan di pertigaan bernama keputusan.


Lagu mengubur ratusan ribu juta pilu yang menempel di tanah.

Nada berbunyi derita mengalir dari manusia yang tersiksa dan

Piano mengukir angka nol di balik suara  pidato. rakyat bernyanyi dan vokal yang keluar adalah kesal yang meminta adil.



Ambon, 18 Agustus 2023.

_____________________________________________________

Aldian Dahoklory, pria kelahiran Yawuru, 16 Oktober 2002. Pecinta Puisi. Statusnya sebagai mahasiswa di Universitas Pattimura, jurusan Sastra dan Bahasa Indonesia. 



Editor: Firman Wally

Posting Komentar

0 Komentar