005

header ads

Monoton | Puisi Ayunin

 Tuhan, hidupku monoton

Dari Bungurasih ke  Giwangan 

Dari Giwangan ke Bungurasih

Pemandanganku hanyalah aspal yang terkadang penuh lubang 

Atau debu yang kerap kali menerpa wajahku


Tuhan hidupku monoton sekali

Pemandangan hanya penumpang yang silih berganti

Baik buruk hati tak ada yang pasti 

Sapa senyum tak jarang sumpah serapah yang ditelan


Tuhan hidupku monoton sekali

Hanya memandangi jalanan pagi-pagi 


Braakkk!!!

Wiu wiu wiu 

Kenapa riuh sekali

Darah bercecer dimana-mana 

Drama apa ini Tuhan



Tuhan, kau kah yang kutuju?

Hidupku tak lagi monoton

Posting Komentar

0 Komentar