005

header ads

Puisi "JERUJI KAYU" | Anjrah Lelono Broto

JERUJI KAYU

oleh Anjrah Lelono Broto



Ilustrasi jeruji kayu (sumber: pngegg.com)



jeruji kayu

akan membatu

tak mudah dibuka

meski harus dipalu

 

“aku juga bisa berkarat,”

katanya tanpa kesumat

 

seindah apa pun

jika selalu diperangkap

takkan membagi santun

meski ketuk ke seribu tahun

 

surga tak berterali besi

hanya kayu di sana-sini

bisa tumbuh jika disirami

air mata doa menjadi sungai

 

“apa kau di sana?

  mendengarkan seksama?”

tanyanya pada kita

 

 

Brahu, 2020-2023




__________

Anjrah Lelono Broto, aktif menulis esai, cerpen, serta puisi di sejumlah media masa. Beberapa puisinya masuk dalam buku antologi bersama Buku karyanya adalah Esem Ligan Randha Jombang (2010), Emak, Sayak, Lan Hem Kothak-Kothak (2015), Nampan Pencakan (2017), Permintaan Hujan Jingga (2019), Kontra Diksi Laporan Terkini (2020), dan Garwaku Udan lan Anakku Mendung (2022). Terundang dalam agenda Kongres Bahasa Jawa VI (2016), Muktamar Sastra (2018), Kongres Budaya Jawa (2018), dan Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia III (2020). Karya naskah teaternya “Nyonya Cayo” meraih nominasi dalam Sayembara Naskah Lakon DKJT 2018. Sekarang bergiat di Lingkar Studi Sastra Setrawulan (LISSTRA), dan Komite Sastra Dewan Kesenian Mojokerto (DKKM). Kontak FB: anjrahlelonobroto, dan WA: 085854274197.



Posting Komentar

0 Komentar