005

header ads

Malam Terakhir | Puisi Lalik Kongkar

Malam Terakhir | Puisi Lalik Kongkar


Kakiku rasanya belum menapak pada bumi

Semua masih terasa seperti mimpi

Tak ada yang berbeda malam itu

Aku masih menemui senyum yang sama

Merasakan detak cinta yang sama


Tak pernah ada dalam bayangku tentang sebuah kehilangan

Kupikir waktu untuk kita masih panjang

Senda gurau dan celotehan manis kita malam itu menjadi momen terakhir kebersamaan kita

Aku pikir kita akan menemui pagi bersama

Nyatanya hatiku berkabung


Kehilangan separuh jiwanya

Mungkin sudah banyak perpisahan yang kita lewati, tapi hanya sekadar berbicara jarak

Kali ini perpisahan kita akan menguras rinduku, karena ragamu takkan pernah lagi lembali bersamaku

Biarkan aku menangis

Saat ini ketegaran hati takkan menyelamatkanku


Aku hanya bisa berjanji akan baik-baik saja setelah ini

Aku tak tahu apa yang akan kuhadapi hari esok tanpamu

Karena hatiku masih tersesat pada malam terakhir kita

Berharap bisa membawamu pulang bersamaku lagi


Jiwa Yang Sepi


Padang sabana dalam hijauan lambai daun berujung rindu yang menguning

Tesenyum malu-malu saat angin menderanya sangat lugu

Begitu gaduh oleh kawanan burung pembawa rindu

Aku adalah jiwa yang sepi


Betapa cinta telah mengalahkanku dalam luasan sabana rindu di ujung kalbu

Demikian indah wajahnya terlukis di atas kertas angan-anganku

Aku telah terbawa dalam jurang cinta yang awam

Ketika daun memelukku begitu kasar


Senyumnya hadir melepas lamunanku yang tergantung dalam ranting-ranting kejenuhan.

Lelaki adalah kami yang begitu kecil dalam cinta

Atau hanya aku yang tersandung dalam keindahan semu gadis itu

Sesekali aku masuk dalam mimpi jauh di padang abu-abu

Mencari cinta yang telah menegurku akan sifatnya yang alami


Juga kesucian didalamnya

Dalam sadar aku telah terlena

juga sesak dalam dada, telah membuatku berdusta tentang diriku dihadapan cinta

Aku jatuh hati padanya


Lalik Kongkar, Peneliti di Lembaga Survei Demokrasi Indonesia Bangkit dan Pemerhati Pembangunan Desa Minat Kajian Politik Sastra dan Filsafat 


Posting Komentar

0 Komentar