PESAN SEBAGAI PENGINGAT - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis puisi untuk memperebutkan ANUGERAH HAK ASASI MANUSIA. Deadline 10 Desember 2022 | Apabila dalam 30 Hari, karya yang anda kirimkan di Negeri Kertas tidak dimuat, secara otomatis karya tersebut statusnya dikembalikan.

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

10 Nov 2022

PESAN SEBAGAI PENGINGAT


Dari sekian banyak pesan yang ibu sampaikan entah kenapa satu pesan ini yang selalu teringat bahkan saat jauh dengan ibu. Pesan singkat namun bermakna dan menjadi penguat saat diri ini merasa down. Dan pesan yang akan membuat aku menangis saat pertama kali mendengarnya. 

Sore itu saat Aku dan Kakak sedang membantu Ibu di dapur, seperti  biasa kami akan bertukar cerita dan bercanda bersama. Saat itu Kakak sedang membahas dirinya yang akan melanjutkan pendidikan S2-nya dan akan kembali ke Yogyakarta bulan depan. Kakak juga bercerita bahwa beberapa hari yang lalu mendapatkan banyak pesan untuk bergabung untuk menjadi pelatih renang anak-anak. Ibu yang mendengarnya berkata setuju saja asalkan Kakak tetap fokus pada pendidikannya. 

Selanjutnya Aku mulai bercerita tentang sekolah yang akan mengadakan pelajaran tambahan untuk persiapan SBMPTN juga kegiatan seperti purnawiyata, foto album kenangan, kampus festival dan lain sebagainya. Kakak menbalas ceritaku dengan berkata semangat, menjaga kesehatan juga jangan terlalu serius dalam menjalaninya. Harus tetap santai namun konsisten dalam belajar, Kakak juga menyarankan untuk lebih banyak latihan soal dan mengikuti beberapa tray out

Ibu yang sejak tadi terdiam mulai membuka suara dan bertanya kepadaku akan melanjutkan kuliah di Jawa Timur atau mau melanjutkan di Yogyakarta seperti Kakak. Aku yang mendengar pertanyaan itu masih terdian tidak langsung membalas. Terpikir dibenak ku untuk melanjutkan kuliah di universiatas yang ada di Jawa Timur, tapi sejak dulu Aku ingin sekali melanjutkan kuliah di Yogyakarta. Ibu yang melihatku terdiam mulai berbicara bahwa dimanapun aku melanjutkan kuliah Ibu akan mendukung. 

Lalu Ibu mulai menambahkan bahwa dimanapun nanti Aku kuliah yang terpenting adalah ilmu yang akan di dapatkan dan bagaimana cara kita untuk mengaplikasikan ilmu itu agar berguna bagi diri sendiri dan orang lain. 

Selain itu ada satu pesan Ibu yang paling berkesan, sekarang Kakak kuliah di Yogyakarta dan nanti kalau Adek juga kuliah di luar Ibu cuma mau bilang lagi kalian berdua kuliah tujuannya untuk mencari ilmu dan jika saat kalian menjalani prosesnya jangan lupa tetap menjaga sholat dan tadarus Al-Quran. Percuma kalau kalian kuliah di universiatas bergengsi tapi masih lupa mengerjakan itu semua, soalnya kalau kuliahnya pada jauh Ibu tidak bisa menegur kalian nanti dan jangan lupa jaga diri baik-baik. 

Sekali lagi Ibu bilang sama kalian kuliah itu diniatkan untuk mencari ilmu dan pengalaman seperti nanti Adek masuk UKM atau organisasi begitu, jangan memikirkan nanti kerjanya bagaimana dan jadi apa. Karena bagi Ibu kalian masuk universitas bergengsi, mendapat pekerjaan yang bagus tapi  dalam prosesnya nanti sholat dan tadarus Al-Quran masih lupa. Ibu akan senang jika impian kalian terkabul tapi kalau kedua hal itu sering lupa Ibu akan sangat sedih. 

Aku yang mendengar hal tersebut hanya diam dan merenungkan perkataan Ibu, karena Aku sendiri sadar bahwa terkadang Aku masih lupa tadarus Al-Quran dan masih telat untuk melaksanakan sholat tepat waktunya. Aku juga terlalu berambisi untuk masuk universitas bergengsi dan terkadang lalai dalam kedua hal itu, juga lupa bahwa kuliah adalah dimana kita semakin menambah dan mencari ilmu baru serta pengalaman untuk kita menjadi lebih baik juga lebih mengenal dunia. Langkah awal kita untuk mandiri, lebih dewasa dan percaya pada diri sendiri. 

Sampai malam  hari Aku masih teringat percakapan itu, dan berusaha dalan diri untuk mengubah cara berpikir ku. Bahwa saat kuliah nanti tujuanku adalah mencari ilmu dan pengalaman juga berkomitmen untuk tidak menunda sholat dan tdarus Al-Quran. Tak lupa apapun yang terjadi ke depannya saat Aku sudah mendapat pekerjaan terus bersyukur. Aku yakin kelak apapun yang kita dapatkan akan tetapi tidak dibarengi dengan hal tersebut akan sia-sia, dan jangan selalu berpatok dalam hal yang bersifat duniawi  dan melupakan kewajiab kita. Tapi kita harus dapat menyeimbangakn keduanya yaitu, urusab dunia dan akhirat. 


Nama : Warda Qonita Khoirunnisa

Ttl : Ponorogo, 13 Oktober 2003

Asal : Ponorogo, Jawa Timur

Medsos : -IG: @wardaqonita_

No.HP/WA : 089696819842





INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa PUISI/CERPEN/ARTIKEL + BIODATA narasi + FOTO penulis atau GAMBAR ilustrasi, semuanya dalam SATU LAMPIRAN email file Ms Word. Bagian paling atas bertuliskan JUDUL KARYA + NAMA PENULIS. Kirim ke email nkertas@gmail.com