Puisi Anies Septivirawan | Kumpulan Huruf yang Belum Terbaca - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis puisi untuk memperebutkan ANUGERAH HAK ASASI MANUSIA. Deadline 10 Desember 2022 | Apabila dalam 30 Hari, karya yang anda kirimkan di Negeri Kertas tidak dimuat, secara otomatis karya tersebut statusnya dikembalikan.

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

31 Jul 2022

Puisi Anies Septivirawan | Kumpulan Huruf yang Belum Terbaca

 Puisi Anies Septivirawan | 

Kumpulan Huruf yang Belum Terbaca 


Aku adalah kumpulan huruf

Yang kerap dieja 

Aku bukan sesiapa

Bukan Rendra juga 

Bukan Eka Budiarta


Aku adalah rasa

Yang kerap menuang tinta

Di ganasnya ombak samudera


Aku hanya mengikuti

Ajakan intuisi – intuisi

Menuju gerbang puisi

Yang mungkin saja:


Belum terbaca




Situbondo, sore Agustus 22


Anies Septivirawan lahir dan dibesarkan di Situbondo, Jawa Timur tepat pada malam hari Sabtu Pahing, tanggal 5 September 1969. Ia adalah “pejuang” dan kerap mengusir virus dari dalam tubuhnya dengan cara menulis. Ia mulai suka dan menulis puisi sejak SMP hingga kini. Puisi -puisinya dimuat di salah satu koran harian militer, di jurdik.id, suarakrajan dan negerikertas.com. wa: 082234193326. 




INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa PUISI/CERPEN/ARTIKEL + BIODATA narasi + FOTO penulis atau GAMBAR ilustrasi, semuanya dalam SATU LAMPIRAN email file Ms Word. Bagian paling atas bertuliskan JUDUL KARYA + NAMA PENULIS. Kirim ke email nkertas@gmail.com