Puisi Eddy Pranata PNP | LORONG KEADILAN - negerikertas.com

INFO ATAS

Share link karya anda ke banyak orang agar mendapat peluang besar untuk meraih Anugerah Sastra dari Negeri Kertas, dengan kriteria karya kualitas terbaik dari 10 karya dengan pembaca terbanyak. Berhadiah uang tunai dan piagam penghargaan.

Media Sastra dan Seni Budaya

WA 628888710313 | Email nkertas@gmail.com

24 Jun 2022

Puisi Eddy Pranata PNP | LORONG KEADILAN

 Eddy Pranata PNP

LORONG KEADILAN 


kembali menyusuri lorong ini, setelah bertahun-tahun

berlayar di laut lepas

sungguh benar-benar sunyi

tak ada lagi gemuruh dan debur

tak ada lagi kelepak camar

tak ada lagi silau mercusuar

tak ada lagi amuk rindu dan cinta membara

dan aku sungguh damai

hati bening jiwa kaca


: "mencari makna hidup sesungguhnya 

   ada pada puncak sunyi

   di ujung lorong ini, setelah melewati 

   undakan cahaya terakhir

   segalanya kosong, hanya hening yang panjang

   hanya sehembus angin

   hanya seberkas paling debu!"


kembali menyusuri lorong ini, setelah bertahun-tahun

menembus kota-kota,  jalanan-jalanan berdebu


aku juga ingin melupakan riuh kota

juga manusia-manusia yang culas

manusia-manusia yang licik

manusia-manusia yang merasa paling hebat

manusia-manusia yang menggunting dalam lipatan

manusia-manusia yang menohok kawan seiring

manusia-manusia bertopeng

manusia-manusia panjang lidah

manusia-manusia monyet

manusia-manusia gurita

manusia-manusia musang

manusia-manusia tikus

manusia-manusia babi!


o, weisku, tubuhku gemetar, peluh dingin mengalir 

di leher dan punggung tetapi aku harus terus menyusuri 

lorong ini untuk sebuah keikhlasan; juga keadilan

dengan terus berzikir

: "lahaula walaquwata ilabillah... allahuakbar!"


Jaspinka, 8 Juni 2022

 






C:\Users\edy pranata\Downloads\285011649_3237580003142742_7654687167640554351_n.jpg












-----------------------------------------------------------------------------------------------BIODATA:

Eddy Pranata PNP, adalah founder of Jaspinka— Jaringan Sastra Pinggir Kali, Cirebah, Banyumas Barat, Indonesia. Lahir 31 Agustus 1963 di Padang Panjang, Sumatera Barat.   Tahun 1994 mengikuti pertemuan penyair se Indonesia di Padang. Tahun 1996 mengikuti Mimbar Penyair Abad 21 di Jakarta. Tahun 1997 mengikut pertemuan Sastrawan Nusantara di Kayutanam, Indonesia. Tahun 1998 mengikuti pertemuan penyair se-Sumatera di Bengkulu. Tahun 1999 mengikuti pertemuan Sastrawan Nusantara di Johor Bahru, Malaysia. Tahun 2017 mengikuti Krakatau Award di Bandarlampung. Tahun 2017, mengikuti Musyawarah Nasoional Sastrawan Indonesia di Jakarta.  

 

Juara 3 Lomba Cipta Puisi FB Hari Puisi Indonesia 2020, meraih anugerah Puisi Umum Terbaik Lomba Cipta Puisi tahun 2019 yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI bekerja sama dengan Yayasan Hari Puisi Indonesia. Juara 1 Lomba Cipta Puisi Sabana Pustaka tahun 2016, Nomine Penghargaan Sastra Litera tahun 2017, 2018, 2019, 2021.  Nomine Krakatau Award 2017 dan 2019. 

 

Buku kumpulan puisi tunggalnya: Improvisasi Sunyi (1997), Sajak-sajak Perih Berhamburan di Udara (2012), Bila Jasadku Kaumasukkan ke Liang Kubur (2015), Ombak Menjilat Runcing Karang (2016), Abadi dalam Puisi (2017), Jejak Matahari Ombak Cahaya (2019),  Tembilang (2021). 

 

Puisinya dipublikasikan di Horison, Jejak, Indo Pos, Suara Merdeka, Media Indonesia, Padang Ekspres, Riau Pos,  Kedaulatan Rakyat, Batam Pos, Sumut Pos, Fajar Sumatera, Lombok Pos, Harian Rakyat Sumbar, Radar Surbaya, Riau Realia, Flores Sastra, Singgalang, Haluan, Satelit Pos, Banjarmasin Pos, Suara NTB, Radar Banyuwangi, Solopos, Koran Madura, Tanjngpinangpos, dan lain-lain. Puisinya juga terhimpun ke dalam puluhan antologi puisi bersama.  

 

 

 


INFO BAWAH

[ Dukung peningkatan honor penulis karya terbaik dengan cara klik iklan yang ada di website ini. Untuk berhenti mendapat info dari NK, caranya ketik UNREG kirim ke nkertas@gmail.com ]