PUISI: LANGIT PAGI USAI HUJAN Karya Yin Ude - negerikertas.com

INFO ATAS

Share link karya anda ke banyak orang agar mendapat peluang besar untuk meraih Anugerah Sastra dari Negeri Kertas, dengan kriteria karya kualitas terbaik dari 10 karya dengan pembaca terbanyak. Berhadiah uang tunai dan piagam penghargaan.

Media Sastra dan Seni Budaya

WA 628888710313 | Email nkertas@gmail.com

1 Mei 2022

PUISI: LANGIT PAGI USAI HUJAN Karya Yin Ude

PUISI:  LANGIT PAGI USAI HUJAN

Karya Yin Ude

 

Langit pagi usai hujan

Mataharinya terang di muka-muka riang

Yang senyumnya kelopak bunga musim baru

Getar udaranya

Dilintasi derap kaki-kaki kecil menuju sekolah yang dirindu

 

Riuhnya pun kurasa dalam kamarmu, teman guruku

Tempat gemuruh melayarkan kau pada musik pagi pula

Yang iringi gegas isteri setrika khaki

Menyemir sepatumu mengkilap sekali

“Aku ingin paling cepat sampai gerbang, Bu,” ucapmu. “Salami wangi awal hari setelah malam yang genangi mimpi.”

 

Di udara lapang muka-muka riang dan gemuruh musik itu beradulah

Langit pun terus pecah sinar

Bahkan mega-mega turun untuk dijejaki semangat

Kembali mengawang, kembali melayang, kembalilah terbang

 

Seperti dalam kelas, ruang sekujur biru

Kau pandang deretan meja kursi yang debunya belum sepenuhnya luruh

Dan lukisan hidup berpasang-pasang telaga yang lama kering

Memercikkan dahaga

Menunggu riak dari hulu cintamu yang lama terbendung

Segeralah papan tulis menjadi bentang lautan

Muara luapan jernih, penanda mengalirnya pancaroba

 

Oh, langit yang pagi

Yang usai hujan

Bertaburan matahari

Hingga suatu ketika kau dapati rekah kelopak-kelopak bunga menjelma hamparan spanduk

“Pimpin Pemulihan Bergerak untuk Merdeka Belajar”

Begitu tertulis

Dan kau ingat hari itu hari pendidikan nasional

Dan kau pun ingin hari itu, hari-hari kemudian abadi selalu

Tanpa hempasan badai pandemi

Segala petaka

Penghalang langkah maju pendidikan anak-anak negeri

 

Sumbawa Timur, April 2022

 

 

Yin Ude, Asal Sumbawa NTB. Puisi, cerpen dan artikelnya termuat di media lokal dan luar Sumbawa. Memenangkan beberapa lomba menulis. Buku tunggalnya Sepilihan Sajak dan Cerita “Sajak Merah Putih” (2021) dan Novel “Benteng” (2021). Puisinya termuat pula dalam antologi bersama. Terbaru adalah Antologi Puisi “Dunia: Suara Penyair Mencatat Ingatan” (2022). 



INFO BAWAH

[ Dukung peningkatan honor penulis karya terbaik dengan cara klik iklan yang ada di website ini. Untuk berhenti mendapat info dari NK, caranya ketik UNREG kirim ke nkertas@gmail.com ]