PUISI: KATA-KATA PERPISAHAN | Yin Ude - negerikertas.com

INFO ATAS

Share link karya anda ke banyak orang agar mendapat peluang besar untuk meraih Anugerah Sastra dari Negeri Kertas, dengan kriteria karya kualitas terbaik dari 10 karya dengan pembaca terbanyak. Berhadiah uang tunai dan piagam penghargaan.

Media Sastra dan Seni Budaya

WA 628888710313 | Email nkertas@gmail.com

1 Mei 2022

PUISI: KATA-KATA PERPISAHAN | Yin Ude

PUISI:  KATA-KATA PERPISAHAN | Yin Ude

-dari siswa pada gurunya-


Bukan lagi riuh kelas

Kami yang berebutan mengambil hati engkau bapak ibu guru

Dengan jawaban paling cepat, paling benar


Bukan lagi gemuruh dada

Kami yang terombang-ambing melayari puluhan soal

Dari ulangan demi ulangan


Bukan lagi desir darah

Menunggu pengumuman-pengumuman

Kenaikan kelas hingga kelulusan


Bukan

Bukan lagi


Ini hari riuh hati kami

Menghela tahun-tahun indah, tahun-tahun bersama

Yang masih kukuh memeluk

Sedang hari depan di gerbang

Menunggu waktu memisahkan

Kami, dengan teman-teman kesayangan kami

Dengan engkau guru-guru tercinta 

Dengan mesra udara sekolah yang terlanjur hidupkan bunga-bunga di jiwa


Ini hari gemuruh 

Oleh keraguan pada simpangan-simpangan 

Yang asing

Di sana angin pancaroba

Mulai menderas

Mulai bergulung

Kami tegak dalam keputusan-keputusan yang asing


Ini hari desir dada ibu bapak 

Menatap kami anak-anaknya

Yang segera diimpikan menjelma elang

Terbang tinggi ke awan

Akankan sampai

Tak jatuh 

Kelepaknya memercikkan lumpur-lumpur kubangan


Aih

Ini hari

Tiba-tiba kami ingin kembali duduk di kursi kelas

Menyimak engkau bapak ibu guru

Yang bawa samudera di depan papan

Di sana

Kami didudukkan di atas perahu

Untuk membaca ombak, menulis langit, menggambar burung-burung dan segala rupa angin

Ternyata itu semua

Untuk hari ini

Saat kami ditinggal di pelabuhan sepi

Sendiri

Sendiri


Ini hari

Duh

Kami rindu belaian

Bahkan kemarahan

Dari engkau bapak ibu guru


Sumbawa Timur, April 2022



Yin Ude, Asal Sumbawa NTB. Puisi, cerpen dan artikelnya termuat di media lokal dan luar Sumbawa. Memenangkan beberapa lomba menulis. Buku tunggalnya Sepilihan Sajak dan Cerita “Sajak Merah Putih” (2021) dan Novel “Benteng” (2021). Puisinya termuat pula dalam antologi bersama. Terbaru adalah Antologi Puisi “Dunia: Suara Penyair Mencatat Ingatan” (2022). 


INFO BAWAH

[ Dukung peningkatan honor penulis karya terbaik dengan cara klik iklan yang ada di website ini. Untuk berhenti mendapat info dari NK, caranya ketik UNREG kirim ke nkertas@gmail.com ]