RMD Puisi *Mario D. E. Kali - negerikertas.com

INFO ATAS

Share link karya anda ke banyak orang agar mendapat peluang besar untuk meraih Anugerah Sastra dari Negeri Kertas, dengan kriteria karya kualitas terbaik dari 10 karya dengan pembaca terbanyak. Berhadiah uang tunai dan piagam penghargaan.

Media Sastra dan Seni Budaya

WA 628888710313 | Email nkertas@gmail.com

4 Apr 2022

RMD Puisi *Mario D. E. Kali

 

Puisi *Mario D. E. Kali 

 

Memeluk Dalam Doa

:Suara hati Ipong

 

Tungku dan api di dapur padam

air mata masih seperti hujan bulan juni 

yang derasnya merahasiakan suka duka esok hari

hingga esok tiba menyibak tirai misteri 

di sini aku begitu sepi terhempas dalam gua luka kelam

 

Bagaimana cara aku menerjemahkan bahasa ibu?

setelah nafasnya tak berembus tanpa rupa

hanya sekejap menggema seperti tamu memanggil namaku di depan pintu

di sana kutemukan hanya jejak kehilangan dan aroma tubuh dan air susu seseorang yang telah melahirkanku secantik wajahnya 

 

Bagaimana cara aku melukis wajah ibu?

setelah potret wajahnya selalu kenangan yang

segera menurunkan hujan

melenyapkan segala daya mencari cahaya terang 

pun di bola mata ayah redup yang lama tak lagi bernyala

 

Aku bertanya dan jawabannya kutemukan sebagai luka

merentangkan tangan 

seperti ibu dan ayah pulang kepada anaknya yang sedang merindu

saat benar-benar peluk aku merasa duri hanya duri menusuk sukma

 

Aku bertanya sambil berlari ke laut 

Membujuk deru ombak merembukan karang maut

berlari ke gunung meminta jernih sungainya

membasuh keruh jiwaku yang lara

 

Hingga kutemukan jawaban lain selain luka

Ketika kulihat sekawanan gembala dengan salib dan pelita bernyala di tangan sedang setia menggiring pulang domba-domba yang tersesat

sebagaimana aku mereka panggil pulang ke palung yang membuatku amat dekat merasakan aroma nafas ibu dan ayah dan mampu memeluk lekat tubuh mereka tanpa kepalsuan tanpa keraguan 

 

Seorang gembala tua berbisik

"Nak, doa adalah cara menemukan jawaban pasti atas pertanyaan dan pernyataan bagi orang yang membenci kehilangan. Melaluinya kau akan mencintai luka sebagai sukacita yang mendewasakanmu!" 

 

(Sewowoto, 29 Maret 2022)

 

*Mario D. E. Kali, lahir 31 Mei di Kinbana, Belu, Timor, Nusa Tenggara Timur. Saat ini berdomisili di Sewowoto, Inerie, Ngada, Nusa Tenggara Timur. Ia sedang  mengabdi sebagai tenaga administrasi sekolah pada SDI Sewowoto. Mulai tekun menulis puisi dan cerpen sejak di bangku kelas 11 SMA sampai saat ini. Buku puisi pertamanya berjudul "Tanda Mata" (Teras Budaya Jakarta, 2020). 

No WA_ 082145392519. Facebook_ Mario Kali

 


INFO BAWAH

[ Dukung peningkatan honor penulis karya terbaik dengan cara klik iklan yang ada di website ini. Untuk berhenti mendapat info dari NK, caranya ketik UNREG kirim ke nkertas@gmail.com ]