BALADA KUASA AIRLANGGA, BALADA DOA TUMAMBONG || Puisi Dian Chandra - negerikertas.com

INFO ATAS

Share link karya anda ke banyak orang agar mendapat peluang besar untuk meraih Anugerah Sastra dari Negeri Kertas, dengan kriteria karya kualitas terbaik dari 10 karya dengan pembaca terbanyak. Berhadiah uang tunai dan piagam penghargaan.

Media Sastra dan Seni Budaya

WA 628888710313 | Email nkertas@gmail.com

6 Apr 2022

BALADA KUASA AIRLANGGA, BALADA DOA TUMAMBONG || Puisi Dian Chandra

 

BALADA KUASA AIRLANGGA, BALADA DOA TUMAMBONG || Puisi Dian Chandra

 

Pertikaian bertahta pada napas Airlangga

menggusur peraduan menuju pertempuran yang kekal

sedang Dyah Tumambong kukuh pada doanya

merayu Bhatari yang bermukim dalam patung kayu

 

semsemsemwesweswes

semsemsemwesweswes

semsemsemwesweswes

semsemsemwesweswes

....

 

Tumambong larut menyanjung Bhatari 

bergelantungan pada mantra keramat

sedang Airlangga teramat kacau

sebab raja wanita bagai hantu belau

mengacau obsesi pertempuran

 

Paraniran palaradan ri kala sri maharaja katalaya sanke wwatan mas mara i patakan

 

Airlangga nelangsa ke Patakan

Wwatan Mas tinggal angan

sedang Tumambong dalam percakapan rayuan

yang menghantar Bhatari dalam dekapan ucapan

 

"Pertapaan baru untukmu, Bhatari Archarupa!"

 

Bhatari terkikih-kikih

kengerian melekat kini

membawa gaduh 

pada sunyi 

yang mula-mula bersembunyi

di ketiak Airlangga

yang sama sepinya

 

Napsu mengutuki darah Airlangga

kalah dan kemenangan adalah permulaan

dari masa depan yang kosong;

yang menjadi bayang-bayang Sri Samarawijaya dan Mapanji Garasakan

 

Bukankah menang jadi arang 

dan 

kalah jadi abu?

 

Lantas selepas napas menyeret angka-angka pertempuran

yang berderet

melampiaskan kuasa, 

akankah datang demam

yang bersarang dalam tubuh kebajikan

?

 

Saat-saat Tumambong membungkus lutut dengan perca keraguan

adakah doa yang membawa maut?

yang dibentur-benturkan ingatan

 

Toboali, 23 Maret 2022

 

Catatan: 

Puisi terinspirasi dari Prasasti Terep.

 

 

Tentang Penulis

 

Dian Chandra adalah nama pena dari Hardianti, S.Hum.,M.Hum. Seorang Arkeolog lulusan S1 dan S2 di Universitas Indonesia. Bermukim di Toboali, Bangka Selatan. 

 

Telah menetaskan karya berupa novel solo dan buku kumpulan puisi berjudul:

 

- Sapatha dari Negeri Seberang (Pilar Pustaka, 2021)

 

- Lalu (Bookies, 2022)

 

Anda dapat menyapanya melalui Email: authorhardianti@gmail.com

 

Facebook: Dian Chandra dan Instagram: @hardianti_S. Hum 

 

 

Prestasi: 

 

- Juara 2 Event 30 Hari Menulis Puisi Bersama OPINIA dan KSBM, 2022

 

-Juara 2 Event Menulis Puisi Bersama AdaMedia, 2022

 

-Juara 1 dalam Opening Event Lomba Menulis Nasional Cerpen dan Puisi yang diselenggarakan oleh Antariksa Pustaka dan Rumah Literasi, 2021

 


INFO BAWAH

[ Dukung peningkatan honor penulis karya terbaik dengan cara klik iklan yang ada di website ini. Untuk berhenti mendapat info dari NK, caranya ketik UNREG kirim ke nkertas@gmail.com ]