005

header ads

MELAUT Puisi KURNIA EFFENDI

Signature
KARYA BERKUALITAS BINTANG LIMA


MELAUT  


Percaya saja: pada mulanya perahu besar itu

Mengarungi kolam dunia yang nyaris tanpa tepi

Kita—entah dari sepasang yang mana—pemilik darah asin

Darah tempat ikan berenang. Pada salah satu takdir mereka

Bersemayam nyaman di lambung jutaan orang


Mari melaut ke mana angin memagut!

Jangan terhanyut pada perang ambisi yang berlarut-larut

Atau buang waktu meladeni para perompak pengecut

Jiwa kita jiwa nelayan, pergi berlayar dan 

Pulang memenuhi tempayan. Anak-anak kembali 

Dari bermain dan berseru girang: Ikan! Ikan!


Barangkali telah tiba masa dua kutub mencair

Menawar racun yang kita hirup dari daerah tangkapan

Jala berulang terentang, sebagian sampah kita bawa pulang


Ayo melaut tanpa rasa takut, bahkan andai palung adalah maut

Jiwa kita jiwa nelayan, disambut angin muson tak pernah bosan

Kelak nama kita abadi pada sejarah negeri bahari

Ditatah lidah ombak ke karang-karang tegak 


Pada akhirnya nusa-nusa Arkipelago terikat darah laut

Yang terpisah cuma alamat bagai titik-titik keringat

Kita memiliki senja yang sama di ufuk barat, saat yang

Tepat untuk bertolak: Ayo melaut!


Tak seorang pun di luar Nusantara boleh merebut 

 

Jakarta, 5 April 2022




Kurnia Effendi lahir di Tegal, 20 Oktober 1960. Menulis puisi dan cerpen di media massa sejak 1978. Telah menerbitkan 25 buku, 7 di antaranya kumpulan puisi. Salah satu buku puisinya, Mencari Raden Saleh, mendapat anugerah pustaka terbaik 3 bidang puisi dari Perpustakaan Nasional, 2019. Bergiat dan beralamat di Jakarta. Dapat dihubungi melalui email: kurnia_ef@yahoo.com dan WA 0811859603














Posting Komentar

0 Komentar