GADIS PUTIH ABU-ABU Oleh: Jak Wahib - negerikertas.com

INFO ATAS

Share link karya anda ke banyak orang agar mendapat peluang besar untuk meraih Anugerah Sastra dari Negeri Kertas, dengan kriteria karya kualitas terbaik dari 10 karya dengan pembaca terbanyak. Berhadiah uang tunai dan piagam penghargaan.

Media Sastra dan Seni Budaya

WA 628888710313 | Email nkertas@gmail.com

24 Apr 2022

GADIS PUTIH ABU-ABU Oleh: Jak Wahib

 


GADIS PUTIH ABU-ABU

Oleh: Jak Wahib

 

Atas putih bawah abu-abu

Menghabiskan buku dan waktu

Tiga tahun lamanya

Menatap tajam masa depan

Berperang melawan keterbatasan

 

Kau menyulam mimpi indah

Pada secarik kertas putih

Di langit tinggi bertabur bintang

Di atas roda kehidupan 

Yang berputar kencang

 

Gadis, atas putih bawah abu-abu

Mengikuti ke mana air mengalir

Dan angin pucuk-pucuk daun semilir 

Mengusik batin berdesir pasir

 

Keluh kesahmu ....

Kaupikul beban di rapuh pundakmu

Warisan kedua orang tua

Yang tak lagi mampu

Suapi kamu gizi dan gengsi

 

Gadis putih abu-abu

Ikrarmu akan mengukir prasasti

Dengan selaksa mahakarya

Meski senyummu telah dicuri nestapa

 

Ah, katamu tak lagi impikan strata

S1, S2 tak ampuh jadi senjata

Jika hanya diam melipat tangan

Sepi prestasi dan kebanggaan


Ijazah tak ubahnya kertas di tong sampah

Hanya hiasan angka dan kata

Jika takut dipanggang matahari

Tak tinggi akal budi pekerti


              Ponorogo, 24 Februari 2019

--------------------------------------------------


SEPETAK SAWAH WARISAN

Oleh: Jak Wahib

 

Sawah warisan orang tuaku

Disewa tauke ditanam tebu

Semenjak harga-harga pahit mencekik

Pemuda desa tak lagi bersenjata sabit

 

Aku termangu

Sawahku merana

Tinggal sepetak

Kini, hanya belukar dan bebatuan berserakan

Tuan berdasi mau melebarkan jalan

Mereka bilang arus roda zaman

 

Tanah yang dulu gemah ripah

Kini, basah air mata darah

Semenjak aku terpenjara nasib

Musim tak lagi menawarkan kesejahteraan

 

Sawah yang biasa kucangkul

Tak terdengar lagi burung bersiul

Hanya gagak sesekali melintas

Kabarkan nestapa saudaraku di rantau

 

                Ponorogo, 2 Maret 2018


Jak Wahib, orang kampung. Tinggal di Ponorogo-Jawa Timur-Indonesia. Berpuisi untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran.

Email: jakwahib@gmail.com





INFO BAWAH

[ Dukung peningkatan honor penulis karya terbaik dengan cara klik iklan yang ada di website ini. Untuk berhenti mendapat info dari NK, caranya ketik UNREG kirim ke nkertas@gmail.com ]