005

header ads

PUISI DIAN CHANDRA | TELAH KUTEMPUH LAMPAU ||

 

TELAH KUTEMPUH LAMPAU || 

 

telah kutempuh lampau

untuk menengok biku gandasari

di atap pengetahuan

 

yang mengusap wajah dengan hikayat panji kuda semirang

meletakkan segala keinginan

pada tapa dan pengetahuan

 

telah kutempuh laluan

dengan tahta yang tergeletak di lantai candi

 

yang ditinggalkan biku kilisuci

menyambut wahyu pertama

jauh di barisan pegunungan

 

telah kutempuh dahulu 

yang ramai kuasa

di bilik-bilik majapahit

 

yang orang-orang berpawai 

menyebut-nyebut tribhuwana wijayatunggadewi: kekasih keheningan

 

yang mengawinkan peperangan 

hingga beranak kedamaian

 

telah kutempuh jauh-jauh lampau

di lorong-lorong candi prambanan

saat-saat pramodhawardani mengiringi hindu dan buddha

hanyut dalam kesatuan laluan

menuju sesembahan

 

saat-saat permaisuri balitung menjelma arca jongrang

serupa cinta balitung

serupa suara hati kekasih

 

yang rimbanya berjalan lurus

menghidupkan peradaban

 

telah kutempuh segala lampau

hingga kutepikan diri

pada bibir riwayat

 

sedang jemari mengetuk-ngetuk layar pintar

 

"Bu, tugas telah saya kirimkan melalui surel."

 

Toboali, 01 Maret 2022

 

 

Bionarasi

Dian Chandra, nama pena dari Hardianti, S. Hum., M. Hum. Arkeolog lulusan S1 dan S2 di Universitas Indonesia. Bermukim di Toboali, Bangka Selatan. Memiliki belasan buku antologi dan satu novel solo yang berjudul Sapatha dari Negeri Seberang yang diterbitkan oleh Pilar Pustaka, 2021. Anda dapat menyapanya melalui Email: authorhardianti@gmail.com

WA: 081289462241

Facebook: Hardianti S Hum dan Instagram: @hardianti_S. Hum 

 


Posting Komentar

0 Komentar