Puisi Daviatul Umam - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis cerpen atau puisi untuk memperebutkan Anugerah Kesaktian Pancasila. Deadline 1 Oktober 2022 | Kirim ke email nkertas@gmail.com

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

1 Mar 2022

Puisi Daviatul Umam

Cemara


 


Santo Bonifasius


 


Langkahmu terempas


Ke sebidang bimbang


Pohon oak menyalak


Dewa Thor tertawa perkasa


Hendak menyantap bocah


Persembahan nan papa


 


Kau bunuh pohon itu


Dari rahim kematiannya


Bangkit anak-anak cemara


Membaptis keyakinan lama


 


Martin Luther


 


Jenggala bersalin rupa


Serekah ruang hijrah


Awang mengendapkan gemintang


Hinggap di lengan-lengan cemara


Membalur nur ke dadamu


 


Kau pinang pohon juita itu


Menyambar, memapah pulang


“Hai, permaisuriku!


Kita punya keluarga baru!”


 


Kau pinjam gemerlap lain


Dari kepasrahan lilin-lilin


Mengeramasi rambut cemara


Kristus mengibas-ngibaskan


Jubah kasihNya


Haleluya! Haleluya!


 


Pangeran Albert (1846)


 


Di Windsor, apa yang kau tanam


Telah tegak kudus


Berdaun kapas, berbuah bohlam


Bagai setangkai padma


Di saung jantung Victoria


 


Pohon kekekalan itu


Sekekar akar kesetiaanmu


Saksi bakti domba


Kepada Sang Gembala


Segala musim, segala-gala


 


Yogyakarta, 2021




Daviatul Umam, lahir di Sumenep, 18 September 1996. Menempuh pendidikan terakhirnya di MTs. 1 Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep. Kini tinggal dan bekerja di Warung Puitika, Yogyakarta. Buku puisinya, Kampung Kekasih (2019), tidak mendapatkan penghargaan apa pun.


Fb: Daviatul Umam


WA: 083852747549



INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com