Puisi Rahem - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis puisi untuk memperebutkan ANUGERAH HAK ASASI MANUSIA. Deadline 10 Desember 2022 | Apabila dalam 30 Hari, karya yang anda kirimkan di Negeri Kertas tidak dimuat, secara otomatis karya tersebut statusnya dikembalikan.

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

24 Feb 2022

Puisi Rahem

 Hati Ibu


 


Ibu melarangku berjalan


Saat keadaanku kurang membaik


 


Ibu melarangku keluar rumah


Saat cuaca sedang tidak baik-baik saja


 


Ibu melarangku pergi keluar kota


Saat uangku pas-pasan


 


Ibu melarangku bercinta


Saat hatiku dibungkam luka


 


Ibu mencintaiku


 


Sumenep, 2022


Rahem, Kelahiran Sumenep, 20 April 1999. Alumni Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin. Mengelola Sanggar Sareyang Miftahul Ulum. Beberapa puisinya terbit di koran dan antologi bersama. Di antaranya ; Koran Tempo, Kedaulatan Rakyat, Pikiran Rakyat, Rakyat Sultra, LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Berbisik pada Dunia (Yayasan Hari Puisi), Festival Sastra Internasional Gunung Bintan, Banjarbaru’s Rainy Day, Obituari Mengenang Yoevita, Alumni Munsi, Jejak Puisi Digital (Hari Puisi Indonesia 2021), Ombak, Camar dan Kerinduan (Jazirah 8) dan lain-lain. No. 085335940065. Facebook: Rahem 



INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com