Puisi Fairoza Arrosyidah - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis puisi untuk memperebutkan ANUGERAH HAK ASASI MANUSIA. Deadline 10 Desember 2022 | Apabila dalam 30 Hari, karya yang anda kirimkan di Negeri Kertas tidak dimuat, secara otomatis karya tersebut statusnya dikembalikan.

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

23 Feb 2022

Puisi Fairoza Arrosyidah

 Benang Hitam

Karya: Fairoza Arrosyidah



Ku lihat sang putri memeluk benang hitam yang menggumpal 

Menjalar susuri  hutan menjamah dedaunan

Telanjangi rimbun ranting pepohonan

Bersama abjad yang mengumpat di saku kanannya


Anjing menggonggong mengolok ngolok singa kelaparan

Mencari mangsa dengan tergesa

Menyulap benda mati jadi kurcaci


Ah..  Ku lihat candu di mata seekor singa

Menghunus sebuah kisah bulan purnama

Menuai bangkai bangkai kenangan indah

Sambil menunggu jemputan sang raja

Dia lipat bumi dan menjadikannya tikar

Berhampar jadi sajadah sepotong senja yang nakal.



Sumenep, 08 Februari 2022


Fairoza Arrosyidah, berasal dari penghujung timur daya Madura tepatnya di Kecamatan Batuputih. Berkelahiran di Sumenep, 05 Januari 2003. Mahasiswi aktif prodi BK Semester III STKIP PGRI SUMENEP, setra aktif di Sanggar Semesta, UKM  LPM Retorika, UKM PI, dan UKM Karomah.



INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com