Sajak-sajak Fileski (Tanjung Files) - negerikertas.com

.

(Mulai 1 Agustus 2021 setiap Cerpen yang dimuat di negerikertas.com mendapat honor Rp 100.000)

Sajak-sajak Fileski (Tanjung Files)

 1. DALAM PUSARA ADA CERITA


waktu yang menyeret usia

dalam sunyi menuju keabadian

ada nisan menjadi saksi

tangis menetes dalam kenangan

ketika engkau masih ada

menebar cerah dengan senyum

banyak diam dan sedikit bicara

penyempurna sudut meja

berpadu antara cerita dan canda tawa


kini kopi di cangkirmu telah dingin

tak bisa kau teguk sisanya

biar menguap di udara

tinggal tersisa suara

dari puisi-puisimu 

yang terus bergema 

dalam kenangan antologi bersama.


selamat jalan sahabat

menuju ruang abadi

kelak jika bosan tidur bersama bidadari

datang rindu untuk membaca puisi lagi

jika ada dosa menghadang kita

lantangkan puisi tentang ampunannya lebih besar dari segala. 

sampai jumpa lagi, 

telah usai sakit dan nyeri

jiwamu terbebas dari belenggu ragawi. 


Madiun, 2020

 


2. PERJALANAN BARU

apa yang menjadikan matahari enggan tersenyum.

sementara jarum jam telah meninggi.

ia bermalas-malasan, masih bermain dengan bunga tidur

yang meluapkan tsunami,

menghantam pulau-pulau harapan

yang ia susun menggunakan cetakan nampan doa

dan gundukan pasir intan yang diwarisi dari nenek moyangnya.

jarum jam semakin meninggi. seribu ton menjerat kelopak mata.

bukankah pagi adalah berkah kehidupan

yang mestinya disyukuri karena nafas masih ada.

tuhan masih menunggu hambanya untuk bersyukur,

lalu memberikan nampan berisi emas yang terpancar

dari senyuman umat manusia,

terpancar di ruang-ruang kantor,

di jalan-jalan, toko, pasar, dan menjadi lengkung pelangi

yang mewarnai langit seperti usainya badai sepanjang malam.

bergegaslah dan bangkit dari kesedihan

Yang pergi tak benar-benar pergi

(Untuk keluarga semoga diberikan kesabaran dan kekuatan)

MADIUN 2020

 

3. MASIH ADA HARAPAN

api dalam jiwa meredup,

ada ketakutan untuk memulai mengayuh gayung.

ketika air bergerak maka angin pun ikut bergerak,

kemudian tanah juga bergerak hingga menemukan api.

namun air tetap tak bergerak,

ada dosa yang masih tertinggal di masa depan,

dosa tentang pikiran

yang belum menemukan harapan.

ayolah, kamu pasti bisa.

pasti bisa melampaui pagi ini.

esok hari tak perlu dihitung-hitung lagi,

sebab kematian adalah keniscayaan.

sedangkan kehidupan adalah anugerah.

yang tak semestinya kau pikirkan

sesuatu yang belum dianugerahkan kepadamu.

sebelum jam-jam di dinding itu meleleh,

menjadi karet yang sangat lengket dan menjerat langkahmu.

maka bergegaslah angkat gayung itu,

alirkan air hingga tergeraklah udara,

tanah, dan api dalam jiwamu.

(Untuk seorang kawan yang sedang mengadu nasibnya di Jakarta)

MADIUN 2020

 

4. KEMATIAN

roda-roda berputar, menelusuri takdirnya

menuju ruang-ruang kerja. dengan hari yang tak lagi sama.

semua orang hari ini memakai topeng,

topeng yang berbeda dari sebelumnya.

topeng yang lebih jujur karena mereka merasakan

diawasi lebih dekat oleh sang kematian.

topeng yang sebelumnya adalah topeng senyuman

yang dibalut kemunafikan.

kematian adalah kejujuran yang paling jujur,

ia datang tak terikat waktu dan pergi tak mau menunggu.

kematian membuat manusia mengerti

arti hidup yang sebenarnya.

 apa yang mereka miliki akan sirna

dilahap oleh keserakahannya sendiri.

sedangkan mereka yang membuang segalanya

akan memiliki semuanya.

MADIUN 2020

 

5. PERJUMPAAN ABADI

memang manusia sulit lepas dari jerat keserakahan.

selalu merasa dirinya paling mulia

dengan cara berbagi pada sesama.

merasa dirinya lebih bahagia dari yang lainnya.

segala yang berlebihan menjadi jurang penderitaan

pada saatnya tiba.

penderitaan ketika tak ada pujian dan sanjungan.

penderitaan ketika tiba saatnya semakin dekat berjumpa kematian.

sementara mereka yang merindukan kematian

tak pernah merasa kehilangan.

penderitaan berasal dari harapan,

seperti oksigen yang menghidupkan

namun juga oksigen pula yang menuakan

hingga mematikan.

lalu apa sebetulnya yang kukayuh,

apa yang membuat rodaku berputar.

Sejatinya hidup ini memang fana kawan.

MADIUN 2020

 

6.  SEBUAH TAKDIR

burung-burung yang bertengger di kabel itu

mulai menggeleparkan sayapnya.

mereka tak mau pagi menghancurkan rencananya.

semalam ai telah berdoa pada tuhannya,

dan pagi ini meninggalkan jejak kotoran di jalan raya.

berasa sial atau merasa beruntung orang yang terkena,

adalah hati mereka sendiri yang bisa menjawabnya.

setiap orang akan menemui takdirnya,

sebuah makna akan tergantung

pada waktu kejadian dan firasatnya.

MADIUN  2020


 

7. DIALEKTIKA

burung itu terbang dan menghilang

ditelan silaunya pagi.

menjemput takdirnya sebagai pemangsa serangga.

tak pernah ragu akan jatah rezeki yang diberikan tuhannya.

berbeda dengan manusia yang selalu ketakutan

pada esok hari.

ketakutan akan rencana-rencana yang ia buat sendiri.

bukankah tuhan telah mengatur jalan hidup kita

dengan membisikkan kata-kata

dalam otak bawah sadar kita.

setiap jiwa adalah semesta,

ia memiliki warna,

yang terpengaruh dari apa yang dipikirkan

dan apa yang dibicarakan.

ketika manusia yang bernyawa tak lagi bicara,

maka itu sudah bahaya.

tak ada lagi dialektika.

MADIUN 2020

 

 

8. BUKAN KABAR DARI CORONA

virus itu semakin merajai dunia,

bukan karena keganasannya.

namun karena ia menjalar dari jari-jemari

menuju pusat menara berita.

menghantui setiap nyawa yang tak mau pulang ke rumah di surga.

bisnis ketakutan menjadi komoditas yang menjanjikan.

betapa mudah mengendalikan manusia dengan ketakutan.

setidaknya ada cara yang ampuh

untuk mengendalikan suara-suara yang berserakan.

entah sampai kapan drama ini berakhir.

mungkin kampung halaman kita

telah merindukan canda tawa dengan sajian makanan desa.

kini rindu itu menjadi jurang pemisah,

kepulangan adalah bencana,

kepulangan adalah kematian.

kepulangan adalah sesuatu yang berbahaya.

sungguh dunia telah berubah.

bumi ini menjadi teramat kecil,

dengan ukuran sepetak layar laptop atau ponsel.

Sampai tiba kabar kepulanganmu

Kabar yang ternyata untuk pergi lagi untuk selamanya

Namun bukan kabar dari corona.

MADIUN 2020

 

9. PEMAKAMAN

pohon cemara menjulang tinggi dalam musim kemarau,

daun-daunnya rontok menutupi tanah.

yang gugur akan terganti dengan yang lahir kembali.

kematian bukanlah kesia-siaan,

karena tak ada sesuatu yang sirna begitu saja,

hanya berubah wujudnya.

yang menjadi suara akan berubah menjadi tembok perkasa,

dan yang perkasa akan runtuh oleh suara, begitu seterusnya.

hujan datang untuk pertama kalinya.

menghapus dosa-dosa kemarau dan menyemai doa-doa embun pagi.

dalam rinai hujan ada rindu yang terselip

bagi orang-orang yang sabar menunggu.

sejenak melupakan waktu yang membuatnya tergesa-gesa.

bahwa ketika kita berhenti bukan berarti tak bergerak.

sebab tak ada sesuatu yang tak bergerak,

bahkan tumbuhan pun bernyanyi,

tanda bahwa hatinya juga berdetak.

Menyaksikan sebuah batu nisan yang memeluk sunyi

Tertulis namamu dan tanggal

Yang mencatat waktu sebuah perjalanan baru

Sampai jumpa lagi sahabatku

MADIUN 2020


 

10. SAMPAIKAN SALAM UNTUK TUHAN DI SURGA

bila esok masih ada,

itu makna anugrah bahwa peran kita masih belum tuntas di dunia.

sebagai lakon yang harus menjalani takdirnya,

menyemai kebaikan atau kerusakan

adalah buah dari pikiran dan keadaan.

semoga kita semua diselamatkan, dari siksaan.

bahwa jika surga itu ada,

bukan hasil dari terkumpulnya pahala.

sebab sang maha adil tak mungkin salah menghitung,

tak adil bila hidup 80 tahun berbuat baik di dunia

diganti setara dengan kemewahan surga selamanya.

semua tergantung dari bagaimana cara kita

membuat tuhan terharu dan bangga

pada langkah-langkah kita ketika melakoni ujian

dan cobaan dunia.  

MADIUN 2020







.