Puisi Anas Yusuf - negerikertas.com

.

Puisi Anas Yusuf


Hujan dan panas
Di jalan yang itu-itu juga
Tak kenal waktu, aku berjalan dengan kepala
Sementara orang-orang berjalan dengan kemaluannya

Di antara map-map, arsip-arsip penting kantor, hingga kardus-kardus di tumpukan sampah
Berselundupan kutu kata wasiat pandemi :
Corona ini kutitipkan padamu wahai generasiku!

Lendir, dahak, batuk,asma melengkapi duniamu
Indah seperti lukisan abstrak!

Itulah!
Ya itulah!
Nikmati!
Hingga....
Deskripsi mawut ini maujud bangunan megah arsitektur KONYOL

.