PUISI-PUISI BAGUS SUGIYONO - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis cerpen untuk memperebutkan Anugerah Sumpah Pemuda. Deadline 28 Oktober 2022 | Kirim ke email nkertas@gmail.com

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

28 Okt 2020

PUISI-PUISI BAGUS SUGIYONO

 PUISI-PUISI BAGUS SUGIYONO


Bagus Sugiyono, lahir dan tinggal di Jakarta. Menikmati hidup dengan membaca, menulis, dan menonton televisi.


Senyum Indah


Setiap anak pasti pernah melihat senyum indah di wajah ibu dan ayah.

Senyum itu tersungging jelas.


Melihat senyum itu selalu menyenangkan, meneguhkan, dan memberi kekuatan.

Ia mampu menjadikan hidup.


Meski sejujurnya, pasti ada pertanyaan,

“Mereka tersenyum karena bahagia atau supaya aku bahagia?”


(2018)


Melepas Mimpi


Setiap anak adalah mimpi.

Mimpi bersandar pada imajinasi.

Imajinasi bermula pada janji,

Janji yang lebih suci daripada kata yang terucap.


Dari sebuah mimpi, ia berlari, mengejar angannya sendiri,

melepas dekap, merenggang genggam,

dari rahim tempat ia berasal,

dari degup tempat ia berharap.


Larinya pasti jauh,

mengejar takdir untuk apa ia dilahirkan,

tersesat dan tenggelam,

jauh, juga dalam.


“Terlempar dalam kerumunan,” begitu Heidegger bilang.


(2019)


INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com