MADIUN: FORUM DIALOG PEMIMPIN MILENIAL - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis puisi untuk memperebutkan ANUGERAH HAK ASASI MANUSIA. Deadline 10 Desember 2022 | Apabila dalam 30 Hari, karya yang anda kirimkan di Negeri Kertas tidak dimuat, secara otomatis karya tersebut statusnya dikembalikan.

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

4 Jan 2019

MADIUN: FORUM DIALOG PEMIMPIN MILENIAL




Tadi malam, via WA, Mbak Inda Raya Saputri mengirim undangan NGOPI, Ngobrol Penak Bareng INDA. Sayang sekali saya kok ya sudah balik Jakarta. Tapi, saya sampaikan bahwa acara tersebut bagus banget, penting dan merupakan "terobosan komunikasi" yang layak menjadi agenda rutin.
Saya sungguh mengapresiasi acara itu. Sebab, sebagai pemimpin, melalui dialog seperti itulah Mbak Inda bisa mendengar apa yang ingin didengar maupun yang tidak ingin didengar. Lewat kegiatan informal seperti itulah lazimnya pemimpin bisa mengkomunikasikan kebijakannya secara cair dan egaliter, sekaligus mengakomodasi saran dan masukan dari rakyatnya.

Andai saya bisa hadir, tanpa pretensi dan apalagi bermaksud menggurui, saya sungguh ingin menyampaikan, tentu dari perspektif budaya, apa yang saya lihat, saya dengar dan saya rasakan selama mempersiapkam diri untuk menikmati hari tua di kota kelahiran ini. Tentang gairah berkesenian di kalangan warga Madiun; ihwal prestasi seni bela diri selain silat yang berkibar di pentas provinsi, nasional bahkan internasional; dan hal-hal lain yang luput atau mungkin tidak tampak dari "ketinggian". Misalnya "luka-luka psikis" yang ditimbulkan kontestasi pilkada di masa-masa yang lalu, yang membuat warga Madiun "terperangkap" dalam kubu-kubu menang-kalah, "tersandera" dalam kecenderungan "berpikir politis" (praktis) yang menyuburkan rasa tidak saling percaya dll dlsb.

Dari perspektif budaya, saya melihat, mendengar dan berkeyakinan bahwa potensi dan energi yang ada di Madiun ini lebih dari cukup untuk bisa mewujudkan suatu kebaikan--antara lain untuk menggerakkan dan menerjemahkan konsep sederhana semisal Rukun Agawe Madiun, Madiun Agawe Rukun, tentu juga kebaikan-kebaikan lain.

Dalam konteks kebutuhan mendengar apa yang ingin didengar maupun yang tidak ingin didengar, acara "Ngopi Penak Bareng INDA" hemat saya merupakan forum dialog yang pas, cocok dan efektif--style khas pemimpin milenial. Saya, sekali lagi, menyampaikan apresiasi yang tinggi bagi terlaksananya "terobosan komunikasi" yang dilakukan Mbak Inda. Sayang, kali ini saya tidak bisa hadir. Lain waktu mudah-mudahan saya juga diundang lagi, walaupun hanya untuk ikut ngopi porsi cangkir cilik.
Selamat NGOPI.

Salam Budaya ~ Harry Tjahjono

#Mojopitu
#jatim
#madiun
#event
#literasi

INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com