005

header ads

KORAN SURYA 29 JULI 2015 - Sempat Terhambat Restu Orangtua

Sempat Terhambat Restu OrangtuaFileski bermain biola kesayangan mengiringi Deny Tri Aryanti, seniman teater yang membacakan puisi karyanya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Fileski bisa jadi termasuk orang yang meyakini untuk menguasai sesuatu hanya diperlukan satu persen bakat. Sisanya, yang dominan adalah minat dan kemauan kuat. Berbekal keyakinan tersebut, dan kreativitasnya menggabungkan seni teater, sastra dan musik, sosoknya kini mendunia.
Meski terlahir dari seorang ayah yang guru Bahasa Indonesia dan juga suka menulis puisi, tak mudah bagi Fileski untuk menapakkan kakinya di dunia seni seperti keinginannya. Bahkan untuk bermain gitar pun harus dilakukan dengan mencuri-curi pinjam dan belajar dari tetangganya.
“Pokoknya orangtua tak suka anaknya menggeluti dunia seni,” tegas anak pasangan Kasim Kustiono-Nur Minarsih ini.
Saat duduk di bangku SMA, keberanian Files pun mencuat. Meski sempat ditentang, dia kukuh memilih ikut ekstra kulikuler teater.
Toh, keberanian Files hanya sebatas itu. Ketika lulus SMA, dia tetap patuh waktu orangtuanya menggiring dirinya untuk menekuni akuntansi.
Tak ingin menentang kemauan orangtua, pemilik nama Walidha Tanjung Files ini pun sempat masuk Politeknik Negeri Madiun Jurusan Akuntansi. Namun, pendidikan ini hanya dijalani sampai setahun.
Hasrat Files untuk menggeluti teater tampaknya tak terbendung. Files lalu minta ijin untuk meneruskan pendidikan di Surabaya. Dengan setengah hati kedua orangtuanya pun melepas Files mengambil jurusan Teater di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya.
Bukan hal mudah bagi Files untuk membuktikan mimpinya. Tetapi juga bukan hal yang mustahil. Di Surabaya, Files mencermati teman-temannya yang bisa hidup dari berkesenian.
“Mereka ternyata bisa hidup dari musik. Setelah saya pelajari, akhirnya biola jadi pilihan mainan saya,” tandas cowok kelahiran Madiun, 21 Februari 1988 ini.



sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2015/07/28/sempat-terhambat-restu-orangtua