005

header ads

"SEBUAH DOA YANG LAIN" | sebuah Pentigraf karya Anjrah Lelono Broto

SEBUAH DOA YANG LAIN

oleh Anjrah Lelono Broto

 


Ilustrasi Bambang Ekalaya dan Guru Drona (sumber: wayang.files.wordpress.com)



     “DIPOTONG, Pak? Akhirnya dipotong juga ibu jarinya?” Pak Aswan menganggukkan kepala. Suasana kelas seketika gaduh melihat jawaban Pak Aswan. Cerita tentang Bambang Ekalaya yang bersedia memotong ibu jarinya sendiri karena perintah gurunya, Resi Drona, membuat kegaduhan bersemayam dalam ruangan kelas siang itu.

     “Andaikata saya sebagai guru meminta kalian melakukan pengorbanan seperti halnya Bambang Ekalaya dalam cerita tadi, kalian sanggup?” serentak seisi kelas gaduh menolak. Rian yang tadi memburu dengan pertanyaan tentang kepastian pemotongan ibu jari malah berdiri, “Tidak mungkin, Pak. Tidak mungkin! Dan saya juga percaya, Pak Aswan tidak mungkin meminta saya memotong ibu jari saya!” sambungnya. Murid yang lain juga mengangguk-angguk. Beberapa malah mengacungkan ibu jarinya ke arah Rian, lalu mengelus-elusnya ibu jari masing-masing. Mereka enggan memotong ibu jarinya.

     “Resi Drona meminta Bambang Ekalaya memotong ibu jarinya karena ibu jari tersebutlah yang berperan besar dalam kedigdayaan memanahnya. Kamu tak bisa memanah Rian, maka saya juga tidak akan mungkin meminta kamu memotong ibu jarimu!” gelak tawa menjadi menu utama selanjutnya dalam kegaduhan di kelas siang itu. Rian menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “Dan saya juga meminta doa kalian semua, agar sampai akhir masa pengabdian saya sebagai guru. Di mana pun saya mengajar murid-murid seperti kalian hingga suatu saat nanti, saya tidak pilih kasih seperti Resi Drona dalam cerita tadi,” Kegaduhan dalam kelas tersebut lambat laun raib. Kelas terduduk dalam senyap. Murid-murid menunduk memahami pesan cerita wayang siang itu, betapa karena saking sayangnya pada muridnya yang bernama Arjuna, Resi Drona berupaya agar tidak ada murid lain yang bisa mengungguli murid kesayangannya tersebut. Itu bukan sikap guru yang patut diguru. Dalam hati, murid-murid pun berdoa; sebuah doa yang lain.

***


_______________________

Anjrah Lelono Broto, aktif menulis esai, cerpen, serta puisi di sejumlah media masa. Beberapa karya puisi, cerpen, dak cerkaknya telah dibukukan. Sedang membutuhkan bantuan, dan bersuka hati (sekali) jika ada yang sudi transfer. Kontak FB: anjrahlelonobroto, dan WA: 085854274197.



Posting Komentar

0 Komentar