ODE BUAT DIRI | Penulis ??? - negerikertas.com

INFO ATAS

LEMBAGA INDEPENDEN DI BIDANG PENDIDIKAN LITERASI, SENI BUDAYA, DAN SASTRA.

6 Feb 2023

ODE BUAT DIRI | Penulis ???

 ODE BUAT DIRI |

Penulis ???


Kehidupan berjalan

dan pulang adalah kematian


Aroma putus asa

mengerang keras jadi propaganda

suara mobil dan kelaparan

jadi seremonial di kepala manusia 

di antara gedung-gedung Jakarta

di bawah flyover dan lampu-lampu

jalanan

di sekitar lingkungan kota yang ganas,

yang dipetakan oleh pemerintah,

kehidupan diwarna benar-salah

dan kekecewaan tergeletak di

samudera jiwa manusia.


Kehidupan berjalan

dan pulang adalah kematian

Tapi kegagalan?


Kehidupan berjalan

dan pulang adalah kematian


Sejarah manusia 

amatlah fana

kata-kata hanya mengingatkan

kita pada batu-batu kematian

lalu dilupakan.

Tapi berulang-ulang kita

rayakan kemenangan fana

yang akhirnya juga kalah.


Kehidupan berjalan

dan hati manusia meminta bagiannya

di sekitaran aspal-aspal retak

yang diiringi alunan adzan subuh

dan menerbangkan bahaya ke langit

menembus pintu sorga.


Kehidupan berjalan

dan pulang adalah kematian


Mudah-mudahan tersimpan

doa-doa di sekitaran bibir kecut

yang paling pasrah.


2023

Acap kali


acap kali kita mengenal

nama-nama kehidupan

dan bentuk-bentuk lainnya, dengan

neraka kesepian, atau bara

kesengsaraan, dan tak sedikit

kita lupakan jatuh dan putus asa

acap kali kita mendekati

jurang neraka di jalan-jalan kehidupan

kemudian berbaring-baring

menatap mega-mega di langit kota

dan membisu dengan aroma

payah yang diulang-ulang.


2022

Cara menenangkan pikiran dan perasaan 


Pikiran jangan

kau terombang-ambing 

walau tsunami informasi dan

pengetahuan

datang menghancurkanmu.


Pikiran janganlah

jangan kau hancur

walau propaganda

membumihanguskan

hidupmu.


Perasaan jangan

kau lelah dan keluh kesah

walau serangan bertubi-tubi

hampir membunuhmu


Perasaan jangan

putus asa

walau bencana kehidupan

mustahil dihindarkan.


Hei, pikiran, hei

perasaan

Janganlah

jangan kau mati dulu.


2022

Tuhan kesehatan


Dalam rangka menyelamatkan

umat manusia 

Bersatulah dan kibarkanlah

bendera WHO

katakanlah kepada umat manusia

--bahwa ini tangan Tuhan--

penawar rasa sakit sudah di

temukan, sudah dipersiapkan

segala (kemungkinan) kesehatan,

untuk kemaslahatan. Namun,

ingat semua itu harus bayar,

harus segera dicatat sebagai

hutang.


2022

Katakanlah duhai musim semi

: In memoriam al-Khansa'


(1)

katakanlah, duhai

musim semi, inilah aku,

adalah al-Khansa'.

Akulah syair,

Akulah elegi.


Ketika syair menembus Najd, meraba pasir dan kuping-kuping jahiliah,

al-Khansâ’ berkata:

"Seolah mataku dicelakai kebutaan".

Orang-orang melongo, dan keindahan nempel dalam debu pasir itu.


Kemudian ia datang bersama Bani Sulaim, Ia simpan estetika di kantong

hatinya. Kecantikan syairnya memancar ke debu pasir, lalu sampailah ia di depan Nabi, dan tersenyum, dan dibacakannya beberapa syair yang asyik dan menghidupkan.


(2)

katakanlah, duhai

musim semi, inilah aku,

adalah al-Khansa'

Ketika berita Kematian

dikumandangkan Umar Bin Khattab,

tak ada cemas dalam

jiwaku. Hanya tenang dan kagum, dan

sesederhana ia berkata:


Katakanlah

Ya Yazid anakku. Ya Muawiyah

anakku, Ya Amr dan Amrah.

Qadisiyyah adalah kenikmatan.


Katakanlah

Ya, Anakku. Aku ingat panggilan

itu, ketika kau berangkat

ke Medan Jihad, Ibu

hanya menitip senyum pasrah,

yang tak akan kutemui lagi 

dalam sinar mentari pagi.

Duhai, tidurlah, tidurlah anakku.


(3)

Ketika peristiwa itu terlewat,

Ia pulang dengan rasa yang menggelora.

Bayang-bayang kemenangan berhamburan di depan wajahnya,

dan ia berkata:

"Aku ingin kau

mencintai-Nya dengan sempurna."


Dan katakanlah, duhai

musim semi

Akulah syair

Akulah elegi

Adalah al-Khansa'.


Ciputat, 2020

AHMAD RIZKI, lahir di Tangerang, 04 Agustus 1999. Saat ini sibuk menggelandang, membersamai, dan menikmati hidup di sekitaran Ciputat, Tangerang Selatan. Beberapa puisi omong kosongnya kebetulan termaktub di media daring/cetak. Kumpulan puisi yang kebetulan terbit: Sisa-Sisa Kesemrawutan (2021) & Sebuah Omong Kosong Cinta Masa Remaja (2022). Informasi tambahan dapat dijumpai di Instagram @ah_rzkiii & email ahrizki048@gmail.com


INFO BAWAH

NB: Untuk saat ini, Negeri Kertas belum bisa memberikan honor untuk karya (Puisi/Cerpen) yang tayang.