Puisi : Lantunan Bulan Syaban : Aditya Irfan Situmorang - negerikertas.com

INFO ATAS

Lomba Cipta Puisi | DEADLINE 20 Februari 2023 | Apabila dalam 30 Hari, karya yang anda kirimkan di Negeri Kertas tidak dimuat, secara otomatis karya tersebut statusnya dikembalikan.

Jaringan Penulis dan Pembaca

Website Sastra dan Seni Budaya yang Terpercaya sejak 2015

17 Jan 2023

Puisi : Lantunan Bulan Syaban : Aditya Irfan Situmorang

 Puisi : Lantunan Bulan Syaban 


 Oleh : Aditya Irfan Situmorang


Terdengar samar-samar bunyi kumandang takbir seraya bergema.

Menggamit cinta dari rawi  di seberang pesisir pantura laut jawa.

Bak lentera di tengah belantara hutan menyinari semesta dikala gulita.

Para warga sangat berantusias menyambut datangnya bulan penuh keagungan.


Semesta seraya ikut bertasbih bulan suci ramadhan akan segera bertandang membawa jutaan rahmat.  

Berbagai macam amalan akan dilipat gandakan,umat muslim akan segera memasuki pintu gerbang utama Di pertengahan bulan syaban ketika burung-burung berkicau menganggungkan sang pengatur jagad raya di bumi

Masjid langgar surau dan mushola seketika dipadati oleh jamaah dari berbagai kota daerah serta Kabupaten. 

Arus lalu lintas serta hilir mudik kendaraan di jalur pantura dan tol terpantau cukup aman dibawah pengawasan polisi.


Ada setangkup rasa rindu akan kampung halaman sejuknya panorama pedesaan serta gemericik air di pinggir kali.


Para santri dan santriwati sibuk bertilawah al quran sembari menunggu kumandang adzan maghrib.

Para malaikat turun ke bumi memeriksa melaporkan catatan amal perbuatan dilakukan selama setahun Penuh.

Beragam keutamaan serta fadhilah terkandung di dalamnya  dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Para orang tua sibuk mengajarkan anak-anaknya membaca alquran  membiasakan diri agar terbiasa 

Dengan lantunan dzikir dan doa-doa harian menanamkan arti dari keimanan serta ketaqwaan  kepada

Tuhan semesta alam.


Dinamika perkotaan dan pedesaan tak membuat kami lupa akan tradisi mudik berlangsung setahun sekali.

Sebab kami hanyalah perantau berjuang mencari peluang usaha serta cuan demi mencukupi kebutuhan Keluarga dan meningkatkan kesejahteraan dan mengangkat harkat martabat orang tua.


Bersantap sahur dengan aneka lauk pauk dari tangan terampil seorang ibu.

Para pemuda dari berbagai golongan dan ketua adat  menggelar kenduri sebagai bentuk rasa syukur.

Bila engkau berkenan ijinkan kami semua agar dapat segera dipertemukan kembali dengan bulan Suci Ramadhan meraih rembulan serta menggapai ridho illahi.  


10-01-2023

Sang Rembulan



 : Aditya Irfan Situmorang


1/

Bak lentera di tengah belantara hutan.

Menggapit sinar rembulan dari tol cipurawi.

Memasang spanduk bertuliskan ‘’marhaban Ya Ramadhan’’.

2/

Para santri sibuk menggelar sajadah dan tikar.

Sembari menunggu adzan isya berkumandang.

Pancarkan geliat pesona gemintang serambi islam.

3/

Meneropong sembari menunggu penampakan hilal tiba.

Berbagai saluran televisi dan surat kabar ikut mewartakan.  

4/

Ciptakan harmoni keselarasan pada alam dan lingkungan sekitar.

Dinginnya angin malam mengiringi kami bertilawah.

Safari ramadhan datang bertandang selama setahun sekali.

Orang-orang  berjualan berlomba-lomba menyajikan aneka takjil  

Beragam sajian dan menu khas nusantara siap memanjakan lidah. 

Bunyi bedug seraya bergema menandakan berbuka puasa segera dimulai.


5/

Para malaikat bergegas turun ke bumi.

Siap melipat gandakan pahala amalan. 

Selama setahun penuh kita berpuasa. 

Menahan rasa lapar dan dahaga dari. 

Pagi hingga menjelang  petang  hari.

Seteguk air mineral dan tiga buah kurma.

6/

Hidupkan kembali rasa kekeluargaan dimeja makan.

Bersama handai taulan sanak famili dan kerabat karib.

Mari tunaikan segala perintahnya.

Jangan biarkan imanmu goyah. 

Ibarat seperti menancap gas pada mesin.

Tingkatkan ketakwaan dan keimanan kita.

Perbanyaklah berbagi kepada kaum duafa. 

7/

Jadikanlah ramadhan sebagai momentum refleksi diri.

Bahu membahu membantu saudara muslim membutuhkan.

Berharap semesta berangsur-angsur pulih sehingga kita dapat.. 

Bergempita merayakan semarak suasana idul-fitri di desa dan perkotaan.

8/

Umat muslim di segala penjuru dunia ikut memeriahkan hari kemenangan.

Anak-anak di perkampungan merajut serta merakit pawai obor bada isya.

Melantunkan sholawat dan seraya mengumandangkan takbir dari surau ke surau.

Bertandang dari satu rumah kerumah bersalaman mengeratkan tali persaudaraan.

9/

Mencicipi manis dan gurihnya kue kering buatan ibu dan opor ayam serta pedasnya. 

Sambal goreng daging dan kentang berbalut kental dengan santan kari dan ketupat. 

Ya allah ya tuhan pertemukanlah kami kembali dengan bulan suci ramadhan agung.

Kami merindukan gemerlapnya lailatul qadar serta keutamaan malam nuzurul quran.



11-01-2023


Fathu makkah

( Pembukaan Kota Makkah )

Karya : Aditya irfan situmorang

Dahulu saat krisis jahiliyah mendominasi dunia.

Saat manusia dibutakan mata hatinya oleh allah.

Kabah berhasil diubah menjadi lautan berhala.

Sungguh nyatanya manusia berada dalam kesesatan.

Wanita dijadikan sebagai korban perbudakan massal.

Dipermainkan kehormatannya kelahirannya dianggap aib.

 

Seperti pendar nur, islam datang membawa risalahnya.

Rahmat bagi setiap pemeluknya dan pertolongan nyata.

Dimana orang-orang secara berbondong-bondong memeluk islam.

Menjadi bukti nyata setelah perjuangan panjang bertempur dimedan perang.

Bahkan para sahabat nabi turut mendukung demi terwujudnya fathu makkah.

 

Rela mengorbankan harta bendanya demi menyebarkan sinar islam di tanah makkah.

Menyusun strategi serta taktik matang demi tercapainya kemenangan gemilang.  

Demi memerangi kaum kafir quraisy dan para sekutu dan pengikutnya.

Mengingkari isi perjanjian hudaibiyah telah lama mereka sepakati bersama.

Binasakan dan hancurkan, bibit-bibit kebatilan serta kemungkaran di tanah jazirah.

Sehingga kedamaian serta ketentraman kembali ke dalam pangkuan masjidil haram.

 

Syiar islam kembali bergema dakwah dan kegiatan perniagaan bangkit kembali.

Sibuk bercocok tanam mengolah gandum dan kurma sebagai komoditas utama.

Seraya dikumandangkannya adzan di segala pelosok negeri maka bertasbihlah.


12-01-2023

Sajak  : Pengagum Rahasia

Oleh : Aditya Irfan Situmorang

Berkendara di sabtu siang mengenakan jeans dan sepatu hak tinggi.

Berharap aku dapat mengukir namanya di cermin dengan lipstik merah.

Tertawa sangat keras tapi tak satupun orang dapat mendengarkannya….

Berpacu dengan angin di jalanan bebas bersama teman sebaya dan.

Mengambil beberapa gambar estetika di central park dan berpesta.

Dimesin elevator saat hujan turun bagaikan badai musim semi di akhir juli lalu.

Kita terlalu dini serta rapuh dalam menjalani hubungan bersamamu di masa remaja.

Menyirami kelopak bunga-bunga yang nyaris mati karena kehausan akibat pagebluk.

Hari itu adalah hari tak terlupakan dimana aku bertemu dengannya di sebuah perpustakaan.

Di pusat kota dan akupun berusaha menutupi rasa maluku dengan kacamata serta jaket bermotif biru.

Jantungku berdetak sangat kencang berharap ada seseorang dapat mengalihkan perhatianku padanya.

Membayangkanmu sedang bersamaku dan kita selalu terpedaya dalam cinta sangat begitu egois dan bergairah.

Darahku seketika mendidih jadinya dan kamu menggenggam tanganku disaat aku merasa tak berhak memilikimu.

Meninggalkan bercak rona merah di dahimu dan seketika lampu di sekitar ruangan padam dan kamu dapat mencumbuiku.

Aku sangat begitu terkesima merasa sangat jauh berbeda setelah mengenalmu terpikat caramu memandang dunia.

Bila dia adalah reinkarnasi dari mimpi masa laluku buatlah ini menjadi kenyataan dan berikan aku sentuhan sebelumnya.

Tak tertandingi.. seperti duri mawar bercabang memenuhi berderet dirumahku diflorida dimana aku bisa merasakan aroma.

Tropis buah-buahan segar serta air bermuara di dekat samudera dan aku dapat menari dengan leluasa di   saat musik berhenti.

Tetaplah mengagumimu seperti saat kita berjumpa di central park ketika cahaya siang perlahan redup tergantikan oleh jingga.

Di sore kala itu...

 Cirebon 2-2-2023

Srikandi Masa Kini

Aditya Irfan Situmorang

Di Era serba digitalisasi aku melihatmu hidup kembali.

Bersinergi mengikuti perkembangan zaman terus berkembang pesat mengikuti arus mobilisasi teknologi .

Tunas-tunas srikandi tumbuh melahirkan beragam penemuan -penemuan baru.

Bekerja dengan sepenuh kerendahan hati memperluas jaringan relasi serta konektivitas.

Menjadi orang tua tunggal membesarkan anak-anaknya di tengah kemelut problematika.

Beragam stigma opini serta komentar negatif  masyarakat tak menggentarkanmu  dalam

Menerjang badai kehidupan senantiasa dipenuhi oleh tipu muslihat berselimutkan kabut kamuflase.

Banting tulang mencari peluang usaha mengumpulkan modal demi kesejahteraan sesama.

Memberdayakan warga sekitar membuka lapangan pekerjaan menghasilkan laba dan cuan.

Dengan ketekunan kegigihan ulet serta iringan doa  para srikandi mampu bersaing dipasar

Nasional serta internasional mengharumkan nama indonesia dikancah perniagaan dunia.

Menopang roda perekonomian serta membentuk karakter kemandirian tangguh laksana dewi sartika.

Lantang berorasi seperti rasuna said  menyuarakan aspirasi rakyat diera kolonialisme tanpa pandang bulu.

Lugas dan tegas berdiri independen cerdas berkarakter berwawasan luas dan tangguh dalam mengayomi.

Perangainya sebagai laskar pergerakan nasional selembut dan sewangi R.A kartini sang putri dari jepara.

Dari human trafficking perbudakan dan penyiksaan seakan menjadi headline hingga topik perbincangan hangat


Sungguh sangat tak berperi kemanusian bagi siapa saja yang melakukannya.

Sangat bertentangan dengan nilai-nilai pancasila serta nilai kemanusiaan.

Jangan hanya melihat menyaksikannya seolah itu adalah tontonan gratis 

Saatnya para aktivis kemanusiaan merangkul para korban dengan memberikan penyeluluhan 

kepada para korban dan memberikan efek jera kepada para pelaku tindak kejahatan. 

11-01-2023

 



INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa PUISI/CERPEN/ARTIKEL + BIODATA narasi + FOTO penulis atau GAMBAR ilustrasi, semuanya dalam SATU LAMPIRAN email file Ms Word. Bagian paling atas bertuliskan JUDUL KARYA + NAMA PENULIS. Kirim ke email nkertas@gmail.com