Debu Lawu Mendaki (Puisi John Marlon) - negerikertas.com

INFO ATAS

Lomba Cipta Puisi | DEADLINE 20 Februari 2023 | Apabila dalam 30 Hari, karya yang anda kirimkan di Negeri Kertas tidak dimuat, secara otomatis karya tersebut statusnya dikembalikan.

Jaringan Penulis dan Pembaca

Website Sastra dan Seni Budaya yang Terpercaya sejak 2015

26 Des 2022

Debu Lawu Mendaki (Puisi John Marlon)




debu-debu lawu mendaki di kaki para pendaki

saat tahu waktu yang tua mematung sepi

bisunya sepasi kata si batu:

masihkah bisa melunasi luasnya asa?


tangan-tangan masih tengadah

mudahan mudah dan usailah darah


tengadah si kaki berdaki

dan makin mendaki seteguh lawu berdiri



Nganjuk, 17 Desember 2022











Bio:

John Marlon lahir di Gunungkidul pada 17 Februari 1983. Nama pemberian orangtua adalah Marlono. Alamat Jl Letjend S Parman 1 no 53, Nganjuk, Jawa Timur. Hobi menulis puisi karena suka berekspresi sejak masih sekolah SMP.

Di sela-sela kesibukan harian sebagai pebisnis juga aktiv menulis di beberapa grup puisi di facebook dan kompasiana. Pesan Ali bin Abi Thalib yang membuatnya semangat untuk menulis yaitu “Semua penulis akan mati. Hanya karyanyalah yang akan abadi. Maka tulislah sesuatu yang membahagiakan dirimu di akhirat nanti.”

Mau sharing? Kenalan? Pembaca bisa menghubungi melalui:

Facebook : https://www.facebook.com/joned.joden

Email : johnmarlon.jm56@gmail.com

WA : 083867747969


INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa PUISI/CERPEN/ARTIKEL + BIODATA narasi + FOTO penulis atau GAMBAR ilustrasi, semuanya dalam SATU LAMPIRAN email file Ms Word. Bagian paling atas bertuliskan JUDUL KARYA + NAMA PENULIS. Kirim ke email nkertas@gmail.com