Puisi Pulo Lasman Simanjuntak | PENYAIR BERSELANCAR KE TAMAN SENI - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis puisi untuk memperebutkan ANUGERAH HAK ASASI MANUSIA. Deadline 10 Desember 2022 | Apabila dalam 30 Hari, karya yang anda kirimkan di Negeri Kertas tidak dimuat, secara otomatis karya tersebut statusnya dikembalikan.

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

28 Sep 2022

Puisi Pulo Lasman Simanjuntak | PENYAIR BERSELANCAR KE TAMAN SENI

Tiga Puisi Dwi Bahasa

-------------------------------------

 

Puisi 

 

Pulo Lasman Simanjuntak 

 

PENYAIR BERSELANCAR KE TAMAN SENI 

 

dikepung apartemen kembar jingga 

menembus cakrawala  biru 

penyair terus berjalan tersipu-sipu 

masuk kuburan puisi  

milik pujangga mampu hidup seribu tahun lagi 

 

mereka lalu bersatu mau menyerbu konglomerasi berwajah semu 

tak punya hati dan naluri  

prasasti seni 

kanvas lukisan ikut mati 

drama sehari-hari tak mampu dipentaskan lagi 

 

penyair lalu bertanya pada matahari siang hari 

revitalisasi rumah seni ini 

kenapa harus digelar di pengadilan rakyat masa pandemi 

 

mendengar tegur sapa tadi 

nyaris penyair mau berlari 

sambil menari-nari liar 

sejenak berpantun ria di gedung teater-teater  mini 

yang bukan menjadi milik 

para penyair kerdil 

ataukah diam membisu 

tanpa ada perlawanan lagi 

 

Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Kamis 15 September 2022

 

 

THE POET HOPPED ON TO AN ART PARK 

 

surrounded by orange twin apartments

penetrating blue horizon

the poet continues to walk abashed

enter the poetry graveyard

the poet's fortune could last a thousand years

 

together they want to invade a pseudo plutophancy

yak has heart and instinct

art inscriptions

the canvas died

everyday plays can't be staged anymore

 

the poet then asked the noonday sun

the revitalization of these houses of art

why the pandemic public trial

hear the scolds

 

almost a poet would run

while dancing wildly

for a moment there was distich in the minaret

that does not belong

the little poets

or is it silent

with no more resistance

 

Ismail Marzuki Park (IMP) Jakarta, Thursday 15 September 2022

 

AIR HUJAN DI ATAS RANJANG

 

seharian engkau menyalin mata air 

dari akar tanah paling dalam

cuaca belum merembes sampai rumah

titik hujan pun mau menjelma jadi pesakitan

dengan ribuan racun vitamin

kuruskan badan berkilo-kilo daging dihempaskan

 

kapankah berakhir cerita bisu ini

saat engkau mulai meratap 

berulang kali tiap pekan

sambut hari perhentian

 

mengapa Tuhan selalu menjawab doa ;

dengan menjual mimpi-mimpi yang tergadai

ada sepeda motor, handphone, bedcover, televisi digital,  sepeda sport

membuat imanku jadi seperti penghulu setan

 

kadang semua kembali sunyi sejenak

engkau tak berani menatap ke tingkap-tingkap langit hitam

deru petir bertubi-tubi

mengalirkan air hujan sampai ke  atas ranjang

 

Jakarta, Kamis 22 September 2022

 

RAIN ON THE BED

 

all day you copied the spring

from the deepest root

the weather hasn't seeping through the house

even rain spots would take a surprising surprising turn

with thousands of vitamin toxins

lose countless pounds of meat and be chopped down

 

when does a dumb story end

when you begin to wail

repeatedly each week

welcome day stop

 

why does God always answer prayers;

by selling fulfilled dreams

there's motorcycles, cell phones, bed cover, digital television, sports bikes

makes my faith look like the archangel

 

sometimes it all comes back to quiet

thou durst not gaze upon the windows of black sky

lightning flurries

makes the rain rain on the bed

 

Jakarta, Thursday 22nd September 2022

 

SENJA BERPUISI HATIKU SEPERTI JADI BESI

 

berabad-abab ribuan puisi sudah kukirim lewat berita pandemi 

menebar tujuh antologi 

ke dalam cawan sakit hati

 

usai basuh kaki 

menelan roti tubuh perjamuan 

mengunyah anggur kematian 

dan membayangkan berulang kali para penyair 

bersiap terbang tinggi

mendaki bukit-bukit yang bakal mengalirkan mata air kehidupan  

yang berbudaya kesakitan 

jiwa keabadian

 

"sejenak aku harus jadi baal peor, menabrak matahari perhentian suci meskipun tak sempat baca puisi," kataku sambil merayap-rayap di gedung kesenian rakyat

 

inilah keterasingan diri 

inilah cuaca lupa diri 

lantaran ingin bertemu  

bintang kartika dan bintang blantika

 

sementara di panggung pentas sederhana  

ada kucatat ;  

tarian meratap bersama lukisan-lukisan gelap 

ditebar bau kemenyan dan asap pekat

 

pemusik punk rock ayunkan sabit memabukkan 

penyair pun masih rajin 

menabuh tembang-tembang senja hari 

berbaris-baris menuju selasar kehangatan batin

 

Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, 17 September 2022

 

THE TWILIGHT POETRY OF MY HEART IS  IRON 

 

thousands of poems I've transmitted on pandemic news

she's selling seven anthologies

into a chalice of heartaches

 

finish washing feet

swallowing communion bread

chewing the wine of death

and envisioned many times the poet

prepare to fly high

up the hills that will bring the fountains of life

culturally painful

 immortality soul

 

 "for a moment I should be the baal of peor, hitting the sun of the holy stop without time to read poetry," i said, creeping on the people's art building

 

this is isolation

 it's the weather of forgetfulness

because I wanted to meet

kartika and blantika stars

 

while on the stage it's simple

there I write;

wailing dance with dark paintings

smelt of frankincense and thick smoke was sprinkled

 

the punk rock even poets are industrious

it shoots the twilight blues

lining up into the inner warmth

 

 Ismail Marzuki Park (TIM), Jakarta, 17 September 2022

-----------------------------------------------------------------

Biodata  :

Pulo Lasman Simanjuntak, dilahirkan di Surabaya, 208 Juni 1961.Menempuh pendidikan di

Sekolah Tinggi Publisistik (STP/IISIP-Jakarta).

Belajar sastra secara otodidak.Hasil karya sajaknya pertama kali dipublikasikan sewaktu masih duduk di bangku SMP, yakni dimuat di ruang sajak anak-anak Harian Umum Kompas tahun 1977.

 

Kemudian pada tahun 1980 sampai tahun 2022 sajak-sajaknya mulai disiarkan di Majalah Keluarga, Dewi, Nova, Monalisa, Majalah Mahkota, Harian Umum Merdeka, Suara Karya, Jayakarta, Berita Yudha, Media Indonesia, Harian Sore Terbit, Harian Umum Seputar Indonesia (Sindo), SKM.Simponi, SKM.Inti Jaya, SKM.Dialog, HU.Bhirawa (Surabaya), Koran Media Cakra Bangsa (Jakarta), Majalah Habatak Online,  negerikertas.com, Harian Umum Utusan Borneo, Sabah (Malaysia) , Portal Sastra Litera.co.id, ayosekolah.com, KABNews.id, bicaranetwork.com, brainly.co.id, wallpaperspeed.id, majalahsuluh.com, sudutkerlip.com, myberitaraya.blogspot.com, beritarayaonline.co.idkompasiana.com, antaranews.com, kliktimes.com, suarakrajan.com, widku.comliteranesia.comhariandialog.combisnistoday.co.id, sepenuhnya.comruangpekerjaseni.com,  majalah digital Apajake, matamata.co, borobudurwriters.id,  majalah digital Elipsis,  cakradunia.conarasipos.compotretonline.comindonesiana.id, spektrum-ntt.comspektrumnasional.com, majalah bulanan Jurnal Pemuisi (Malaysia),  haluankita.com,   agapetanpabatas.comlopocogito.blogspot.comkibrispdr.org, Jurdik.id,  yz.dhafi.link, s

pronusantara.compenakota.idharianhaluan.idid.beritayahoo.comkoranpelita.composkota.cosabahtaim.com (kinabalu, sabah, malaysia),  rumahliterasisumenep.orggunem.id,  koran Suara Sarawak, Kuching, Malaysia,  website ubahlaku.idriausastra.comlamanriau.commenara62.com, serta blog.akunda.net.

 

 

Buku kumpulan sajak tunggalnya yang sudah terbit “Traumatik”(1997), “Kalah atau Menang” (1997), “Taman Getsemani”(2016), "Bercumbu Dengan Hujan ” (2021), "Tidur Di Ranjang Petir" (2021),  " Mata Elang Menabrak Karang" (2021), "Rumah Terbelah Dua " (2021).Pada saat ini tengah persiapan untuk penerbitan buku antologi puisi tunggal ke-8 berjudul BILA SUNYIKU IKUT TERLUKA (2022).

Sajaknya juga termuat dalam 17 Buku Antologi Puisi Bersama Penyair di seluruh Indonesia.

Beberapa karya puisinya juga telah diterjemahkan (dialihaksarakan) kepada penulisan aksara Arab Melayu.Pada Minggu 18 September 2022 puisinya berjudul POHON ITU KESUNYIAN atau THE TREE WAS SILENT mendapat sertifikat keunggulan dari GLOBAL POETRY FORUM karena dinilai puisi tersebut luar biasa.

 

Namanya juga telah masuk dalam Buku Pintar Sastra Indonesia Halaman 185-186 diterbitkan oleh Kompas (PT.Kompas Media Nusantara) cetakan ketiga tahun 2001 dengan Editor Pamusuk Eneste, serta Buku Apa & Siapa Penyair Indonesia halaman 451 diterbitkan oleh Yayasan Puisi Indonesia dengan Editor Maman S Mahayana dan Kurator Sutardji Calzoum Bachri, Abdul Hadi W.M, Rida K.Liamsi, Ahmadun Y Herfanda, dan Hasan Aspahani.Pada tahun 2021 mendapat piagam dan medali  penghargaan SATYA SASTRA  NAGARI (30 tahun Kesetiaan Sastra Indonesia) oleh Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia dengan kurator Rg.Bagus Warsono.

Dan, pada bln Juni dan Juli 2022 berturut-turut karya puisinya memperoleh juara III dan juara II Puisi Pilihan Terbaik oleh Komunitas Sastra SNW ( Sastra Nusa Widhita).

Saat ini sebagai anggota Dapur Sastra Jakarta (DSJ) , Komunitas Dari Negeri Poci, Sastera Sahabat Kita (berpusat di Sabah Malaysia)  serta Ketua Komunitas Sastra Pamulang (KSP).

Pernah bekerja sebagai wartawan Skm.Angkatan Baru,  Majalah Varia Nada, Aneka Ria,  Info, Spionita, Caraka, majalah Monalisa, Harian Umum Sinar Pagi, Harian Umum Mandala (Bandung pada perwakilan di Jakarta),  Redaktur Pelaksana Surat Kabar Dialog (Jakarta), dan Pemimpin Redaksi eMaritim.com.Pada saat ini sebagai Pemimpin Redaksi beritarayaonline.co.id, myberitaraya.blogspot.com, serta berita raya tv pada channel youtube.

Karya  jurnalistik-nya banyak tersebar di HU.Suara Karya, HU.Berita Yudha, HU.Pelita, HU.Ekonomi Neraca, Jawa Pos Group, HU.Media Indonesia, HU.Berita Kota, HU.Warta Kota, Majalah Tempo, Koran Tempo, HU.Pikiran Rakyat, HU.Banten Raya, HU.Radar Tangerang, dan masih banyak lagi.

Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya, DKI Jakarta,  No.Anggota 09.00.0782.12 dan pemegang Sertifikasi Kompetensi Wartawan  (No.ID 4358) Dewan Pers jenjang Wartawan Madya.

Dikenal juga sebagai rohaniawan dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jatinegara Jaktim dengan jabatan terakhir sebagai Ketua Jemaat.

Email  : pulo_lasman@yahoo.com

HP   : 08561827332


INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa PUISI/CERPEN/ARTIKEL + BIODATA narasi + FOTO penulis atau GAMBAR ilustrasi, semuanya dalam SATU LAMPIRAN email file Ms Word. Bagian paling atas bertuliskan JUDUL KARYA + NAMA PENULIS. Kirim ke email nkertas@gmail.com