Proses Kreatif Menulis Puisi Penyair Pulo Lasman Simanjuntak Memasuki Era Sastra Multimedia - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis cerpen atau untuk memperebutkan Anugerah Sumpah Pemuda. Deadline 28 Oktober 2022 | Kirim ke email nkertas@gmail.com

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

7 Sep 2022

Proses Kreatif Menulis Puisi Penyair Pulo Lasman Simanjuntak Memasuki Era Sastra Multimedia



Jakarta, Senin, 5/9/2022,- Ketika sedang 'rehat' disela-sela acara Hari Puisi Indonesia (HPI) ke-10 pada Selasa sore (26/7/2022), persisnya di pelataran depan Gedung Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.


Saya sempat ajak "diskusi pendek" dengan para penyair yang tertua Omni Koesnadi, Nanang Ribut Supriyatin, Soekardi Wahyudi, Sapto Wardoyo, Kasdi Kelanis, Isson Khairul dan penyair muda berbakat dari Tasikmalaya Sahaya Santayana.


Mereka ada yang cerita sempat bertahun-tahun meninggalkan dunia sastra (baca: puisi !) terutama karena kesibukan bekerja baik di pemerintahan maupun di sektor wiraswasta.Lalu balik lagi menulis puisi khususnya pada saat waktu 'lowong' karena pandemi  covid yang berkepanjangan.


Namun, beberapa penyair rata-rata yang saya temui mengaku pernah (bahkan ada 10 tahun sampai 20 tahun lebih tak.menulis puisi) karena kesibukan bekerja dan mengurus keluarga.


Bagaimana dengan saya sendiri-yang sampai sekarang masih bekerja sebagai wartawan-apakah pernah tak menulis atau stagnasi dalam menulis karya.sastra khususnya puisi dan sajak ?


Kepada rekan Penyair Nanang R Supriyatin saya katakan-bersyukur kepada Tuhan diberikan kesehatan-dalam kurun waktu sejak tahun 1980-an sampai tahun 2022 ini rasanya saya "tak pernah putus" dalam proses kreatif menulis puisi.Dua tahun ini saya bikin doktrinal : MENULIS PUISI MEMANG TAK PERNAH MATI.

 

"Seorang penyair harus berkarya setiap hari, Pak. Penyair diidentikkan dengan karya puisinya yang tak putus-putus sampai kita turun ke dunia orang mati,"  kata saya kepada Penyair dan Sastrawan senior Sugiono Mpp melalui laman facebook-nya.


KEMATIAN IBUNDA


Bagaimana proses kreatif menulis puisi yang saya lakukan pertama kali.Saat masih duduk di bangku SMP kelas II bln Juli tahun 1977 untuk pertama kalinya puisi saya berjudul IBUNDA dimuat di Harian Umum KOMPAS pada rubrik sanjak anak-anak.Bagaimana saya tahu bahwa puisi saya dimuat di Harian Umum KOMPAS ?


"Lasman,  di kantor kepala sekolah ada kiriman wesel untuk kamu.Coba ambil sana," kata guru bahasa Indonesia saat saya sekolah di SMPN 85 di Jln.Wijaya Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.


Bukan main senangnya saya mengetahui puisi saya dimuat di ruang sanjak anak-anak Harian Umum KOMPAS dengan honor (saat itu) Rp 750,- (tujuh ratus lima puluh rupiah).Sampai hari ini kliping koran tersebut masih saya simpan dengan baik di perpustakaan pribadi.


Kematian ibunda tercinta-karena penyakit kanker ganas- saat saya masih duduk di bangku SMP kelas 2- telah mengiinspirasi dan memotivasi saya untuk terus bersemangat menulis puisi.


Sungguh, sedih berkepanjangan, jadi pendiam, dan stress karena kematian ibunda tercinta. Selain lahir sajak IBUNDA (1977) pada tahun 2021 saya masih menulis puisi berjudul IBUNDA MATI MUDA.


PENYAIR DARI KAMPUS STP


Saat saya kuliah di Sekolah Tinggi Publisistik (STP/IISIP) di Gedung Kanisius  Menteng Raya dan Lenteng Agung  (angkatan 1981-red) mulailah saya "berkenalan" dengan sejumlah penyair kampus seperti Arief Joko Wicaksono, Isson Khairul , Humam S. Chudori , Harianto Gede Panembahan, dan masih banyak lagi.


Dan, sekitar tahun 1983 bersama para penyair muda seperti Nanang Ribut Supriyatin , Ayid Suyitno Ps , Humam S Chudori Humam , Harianto Gede Panembahan, Yon AG (almarhum), dan beberapa mahasiwa STP lainnya kami membentuk DISKUSI SASTRA KITA JAKARTA yang pembentukan pertama dilakukan di rumah saya Jln.Rengas, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.


Mulailah dari sini kami berlomba-lomba untuk mempublikasikan karya puisi.Karya puisi saya (tahun 1980-an -sastra koran) dimuat di Majalah Keluarga, Dewi, Nova, Monalisa,Info, Caraka, Spionita, Varia Nada, Aneka Ria, Majalah Harmonis, SKU.Angkatan Baru,  HU.Merdeka, Suara Karya,  Berita Yudha, Terbit, Media Indonesia,  Prioritas,  Simponi, Jayakarta, Inti Jaya,  dan masih banyak lagi.


Saat bekerja sebagai reporter Majalah Remaja "Monalisa" saya bersama Penyair Wahyu Wibowo, Naning Pranoto, dan Nadjib Kartapati Z sempat membuka rubrik puisi.Hanya sayang.majalah ini tak bertahan lama.Bangkrut !


Dan, saat menjadi wartawan  Harian Umum "Sinar Pagi" (1986-1996) dan wartawan Harian Umum "Mandala" ( 1996- 1999 pada perwakilan di Jakarta) saya tetap terus menulis puisi (manuskrip) dan masih sempat beberapakali puisi saya dimuat di Harian Umum "Jayakarta".


Sayang, banyak kliping karya puisi saya "hilang" ditelan air banjir Kali Krukut (anak Kali Ciliwung) di kawasan Jln.Rengas Kebayoran Baru dan  Jln.Antena 6 Radio Dalam Jakarta Selatan.


BUKU ANTOLOGI PUISI TUNGGAL


Pada bulan Juli tahun 1997 buku antologi puisi saya  TRAUMATIK (yang pertama) diterbitkan oleh penerbit CV.Gita Kara dengan editor Penyair Ayid Suyitno PS dengan juga 'berkonsultasi' bersama Penyair Nanang Ribut Supriyatin. 


Kemudian pada tahun yang sama terbit buku antologi.puisi tunggal ke-2 berjudul KALAH ATAU.MENANG yang diterbitkan oleh SASTRA KITA JAKARTA.


Disusul penerbitan buku antologi puisi tunggal BRRCUMBU DENGAN HUJAN (2021-penerbit The First On-Publisher in Indonesia).


Selanjutnya buku antologi puisi tunggal MATA ELANG MENABRAK KARANG (2021-penerbit Cakrawala Satria Mandiri). Lalu TIDUR DI RANJANG PETIR (2021-diterbitkan oleh CV.Megalitera).Serta RUMAH TERBELAH DUA (2021, penerbit CV.Poiesis Indonesia).


"Puji Tuhan, empat buku antologi puisi saya sepanjang tahun 2021 lalu diterbitkan oleh penerbit swasta.Prosesnya dimulai saya menawarkan naskah puisi, berikut disertakan biodata, foto, kata pengantar, dan sinopsis kepada penerbit.Setelah melalui proses kurasi.yang ketat dan butuh waktu sekian bulan, pada akhirnya karya puisi saya diterbitkan secara GRATIS dengan sistem royalti.Paling saya diwajibkan untuk membeli buku hanya 10 ekslemplaar untuk nomor bukti dan untuk relasi.Jadi, saat ini untuk penerbitan buku antologi puisi tunggal ada melalui jalur mandiri (biaya sendiri) dan melalui jalur diterbitkan secara GRATIS," kata saya ketika Penyair Omni Koesnadi bertanya kepada saya mengenai proses penerbitan buku antologi puisi tunggal saya saat rehat perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) ke-10 di depan pelataran Teater Kecil TIM Jakarta, Selasa sore (26/7/2022).


Pada hari ini (Jumat, 29 Juli 2022)-mohon doa restunya-saya tengah mempersiapkan penerbitan buku antologi puisi tunggal ke-8 berjudul BILA SUNYIKU IKUT TERLUKA.Puji Tuhan, sudah ada beberapa penerbit yang bersedia menerbitkan buku antologi puisi tunggal ini.


Sementara untuk buku antologi puisi bersama para penyair seluruh Indonesia, karya puisi saya  ada termuat di 15 buku antologi puisi bersama.Hari ini saya sedang menunggu kedatangan buku antologi komunitas HB.Jassin 2021-2022 ANGKATAN  MILENIAL untuk mengenang Sang Pujangga  HB.Jassin yang diterbitkan oleh Dapur Sastra Jakarta (sudah dua tahun ini saya masuk anggota Dapur Sastra Jakarta-red).


Sebanyak 7 buku antologi puisi tunggal saya oleh penerbit telah diserahkan ke Perpustakaan Nasional di Jln.Salemba Raya Jakarta Pusat serta Pusat Dokumentasi Sastra (PDS-HB.Jassin). Saat pandemi covid dan revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), saya minta bantuan (via telepon) kepada rekan Penyair  Ritawati Jassin .


Sekedar tambahan memasuki era tahun 2000-an hampir kurang lebih 14 tahun (saat itu saya bekerja sebagai Redaktur Pelaksana Suratkabar Dialog-Jakarta) karya puisi saya (lebih banyak merupakan karya puisi rohani gereja) dimuat di Majalah "Mahkota" milik Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Konferens Jakarta .

Karya puisi rohani ini sudah diterbitkan dalam buku antologi puisi saya yang ketiga diberi judul "Taman Getsemani" penerbitnya adalah Komunitas Sastra Pamulang (KSP-2016).


Sungguh suatu yang menggembirakan pada Juli  tahun 2012 hampir setengah halaman koran di HU.Seputar Indonesia (SINDO) edisi minggu memuat (publish) beberapa karya puisi saya.


ERA SASTRA MULTIMEDIA


Sejak tiga tahun terakhir ini dalam proses kreatif menulis puisi saya mulai "merambah" ke sastra multimedia, dan rajin mempublish karya-karya puisi melalui media sosial (medsos) dan media online.


Seperti kelakar Penyair Kasdi Kelanis dari Sragen bahwa kita ini "penyair facebook".Betul.Saya ini masuk kategori "penyair facebook' era pandemi.covid-19 seperti diakui sendiri oleh Penyair Senior  Sugiono Mpp  yang belakangan ini rajin kritisi dan menulis tentang karya-karya puisi saya di media digital.


Sepanjang era sastra multi media ini Penyair Nanang Supriyatin, Ayid Suyitno PS, dan Humam S Chudori pernah menulis dan membahas karya-karya puisi saya yang termuat dalam buku antologi puisi tunggal.


Bahkan belum lama ini Mas Bagyo (redaktur, penyair, dam cerpenis) menulis dan membahas karya puisi saya yang dimuat Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA.


Saya bersyukur punya akun facebook (#lasman simanjuntak dan  #BRO), instagram (#lasmansimanjuntak) serta akun youtube (#beritaraya tv  dan #lasman tv yang subbcriber nyaris tembus 900, masih sedikit memang).


Dan, saya juga ikut bergabung serta menjadi 'member' sejumlah komunitas dan masyarakat sastra pada laman facebook.


Selain itu (untuk dokumentasi ke link google) saya juga rajin mempublikasikan karya puisi melalui rubrik sastra website beritarayaonline.co.id dan myberitaraya.blogspot.com.


Semoga Tuhan memberikan kesehatan kepada saya untuk terus menulis puisi, ditengah kesibukan bekerja sebagai wartawan dan juga seorang rohaniawan.Amin !


"MENULIS PUISI MEMANG TAK PERNAH MATI"


Berikut diturunkan 5 puisi terbaru, terbaik, dan terkini (3 T) karya Penyair Pulo Lasman Simanjuntak  : 


KELAPARAN AKUT  

                        -episode dua- 


membangun mezbah batu pagi ini 

kembali membuat otak kecilku

terluka parah

dirajam seorang lelaki

tanpa kelamin 


matahari terlihat kian kurus

menusuk-nusuk paru-paru

ke dalam perut rumah persinggahan 

selalu gelisah antara dua pilihan kelabu 


mencuri sepiring beras merah

ataukah berteriak di pinggir jalan sambil memungut persembahan 


hayo, ajakku sambil menggendong 

sekarung derita di bahumu tulang belulang

kita mulai bangkit berdiri

di pinggiran kota pandemi ini 


sebab masa kelaparan telah tiba

di depan pintu negerimu nusantara

kutagih terus utang renternir dua miliar rupiah

bersamaan dengan datangnya 

kenaikan harga bahan bakar minyak

yang bakal tergilas 

pecah seperti balon gas 


Jakarta, Minggu 4 September 2022


TERJUNGKAL


sepasang pengantin mandul

sepakat sampaikan keluh kesah

sampai tembus ke bait suci di sorga


pekan kedua yang membawa berkah

ditelan sepotong daging


hujan ramah

yang menyusup ke dalam perut rumah

nyaris kelaparan siapa mau disapa


akar kejahatan tumbuh berubah warna

ataukah harus kuhisap air tanah


genteng hunian permukiman berserakan

serta bau dinamo terbakar

belum selesai untuk ditelan

sampai berdarah-darah


Pamulang, 11 April 2022


PENYAIR TAK BERKUTIK


penyair sedang mandi di atas permukaan air danau berlapiskan kayu sambil menulis puisi

berita musim kemarau dan kantong kemiskinan

yang mulai merambah di atas genteng rumah


semula tak gelisah; 

saat bertukar sapa dengan lelaki separuh baya sedang puasa dari sebuah hotel yang senang bercumbu dengan virus corona dan berkelamin bersama deretan mobil hitam datang dari benua antartika


setelah bertelepon dengan bengkel kaki-kaki si penyair masih rajin memandang matahari yang kian terik


sampai tiba pengembara liar membawa kabar duka tanpa tangisan layaknya bayi yang baru dilahirkan dini hari tadi


“tenang saja, jangan panik, simpanan di layar komputer bank masih aman untuk bisa menusuk jantungmu yang dilapisi emas enam gram dalam saku celana,” katanya sambil meraih tangan penyair untuk bersiap terbang menuju jembatan layang pinggiran kota


selesailah perjalanan penyair sampai sore hari

diakhiri dengan perkelahian dalam botol alkohol

serta melunasi hutangnya di hamparan meja makan


Pamulang, 5 April 2022


MEMBEKU DALAM KUBANGAN


setelah membaca kejatuhan

adam dan hawa

diseretnya gelisah sepekan

ke depan hunian


siapa lagi hendak diterkam

lembaran mata uang

telah jadi impian

diselesaikan di halte

pinggir jalan


Ragunan, Jakarta, Jumat 8 April 2022


BUMI TERBALIK


menghitung hari

tanpa matahari pagi

seperti membaca

jumlah utang biliun

di negeri ini


sebab hidup

hanya bercumbu

dengan kartu kredit lusuh

menunggu kapan krisis pangan

bakal melanda kehidupan

tanpa gaji

di tangan kanan


sunyi pandemi ini terus saja berteriak-teriak

minta pertolongan ke langit cakrawala

supaya didengar mata uang langka


ataukah aku harus terus bersetubuh

dengan rahim tua

milik mesin digital

yang berkeliaran bukan di pasar tradisional


duh, puisiku akhirnya kembali kelaparan


Pamulang, Minggu, 3 April 2022

----------------------------------------------------------

Biodata  : 

Pulo Lasman Simanjuntak, dilahirkan di Surabaya, 208 Juni 1961.Menempuh pendidikan di

Sekolah Tinggi Publisistik (STP/IISIP-Jakarta).

Belajar sastra secara otodidak.Hasil karya sajaknya pertama kali dipublikasikan sewaktu masih duduk di bangku SMP, yakni dimuat di ruang sanjak anak-anak Harian Umum Kompas tahun 1977. 


Kemudian pada tahun 1980 sampai tahun 2022 sajak-sajaknya mulai disiarkan di Majalah Keluarga, Dewi, Nova, Monalisa, Majalah Mahkota, Harian Umum Merdeka, Suara Karya, Jayakarta, Berita Yudha, Media Indonesia, Harian Sore Terbit, Harian Umum Seputar Indonesia (Sindo), SKM.Simponi, SKM.Inti Jaya, SKM.Dialog, HU.Bhirawa (Surabaya), Koran Media Cakra Bangsa (Jakarta), Majalah Habatak Online,  negerikertas.com, Harian Umum Utusan Borneo, Sabah (Malaysia) , Portal Sastra Litera.co.id, ayosekolah.com, KABNews.id, bicaranetwork.com, brainly.co.id, wallpaperspeed.id, majalahsuluh.com, sudutkerlip.com, myberitaraya.blogspot.com, beritarayaonline.co.id,  kompasiana.com, antaranews.com, kliktimes.com, suarakrajan.com, widku.com,  literanesia.com ,  hariandialog.com,  bisnistoday.co.id, sepenuhnya.com,  ruangpekerjaseni.com,  majalah digital Apajake, matamata.co, borobudurwriters.id,  majalah digital Elipsis,  cakradunia.co,  narasipos.com,  potretonline.com,  indonesiana.id, spektrum-ntt.com,  spektrumnasional.com, majalah bulanan Jurnal Pemuisi (Malaysia),  haluankita.com,   agapetanpabatas.com,  lopocogito.blogspot.com,  kibrispdr.org, Jurdik.id,  yz.dhafi.link, s

pronusantara.com,  penakota.id,  harianhaluan.id,  id.beritayahoo.com,  koranpelita.com,  poskota.co,  sabahtaim.com (kinabalu, sabah, malaysia),  rumahliterasisumenep.org,  gunem.id,  koran Suara Sarawak, Kuching, Malaysia, serta website ubahlaku.id.

Buku kumpulan sajak tunggalnya yang sudah terbit “Traumatik”(1997), “Kalah atau Menang” (1997), “Taman Getsemani”(2016), "Bercumbu Dengan Hujan ” (2021), "Tidur Di Ranjang Petir" (2021),  " Mata Elang Menabrak Karang" (2021), "Rumah Terbelah Dua " (2021).

Sajaknya juga termuat dalam 15 Buku Antologi Puisi Bersama Penyair di seluruh Indonesia. Pada saat ini tengah persiapan untuk penerbitan Buku Antologi Puisi ke-8 berjudul "Bila Sunyiku Ikut Terluka" (2022). 


Namanya juga telah masuk dalam Buku Pintar Sastra Indonesia Halaman 185-186 diterbitkan oleh Kompas (PT.Kompas Media Nusantara) cetakan ketiga tahun 2001 dengan Editor Pamusuk Eneste, serta Buku Apa & Siapa Penyair Indonesia halaman 451 diterbitkan oleh Yayasan Puisi Indonesia dengan Editor Maman S Mahayana dan Kurator Sutardji Calzoum Bahchri, Abdul Hadi W.M, Rida K.Liamsi, Ahmadun Y Herfanda, dan Hasan Aspahani.Pada tahun 2021 mendapat piagam dan medali  penghargaan SETYA SASTRA  NAGARI (30 tahun Kesetiaan Sastra Indonesia) oleh Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia dengan kurator Rg.Bagus Warsono.

Dan, pada bln Juni dan Juli 2022 berturut-turut karya puisinya memperoleh juara III dan juara II Puisi Pilihan Terbaik oleh Komunitas Sastra SNW ( Sastra Nusa Widhita).

Saat ini sebagai anggota Dapur Sastra Jakarta (DSJ) , anggota Sastera Sahabat Kita (berpusat di Sabah Malaysia) Ketua Komunitas Sastra Pamulang (KSP).

Pernah bekerja sebagai wartawan Skm.Angkatan Baru,  Majalah Varia Nada, Aneka Ria,  Info, Spionita, Caraka, majalah Monalisa, Harian Umum Sinar Pagi, Harian Umum Mandala (Bandung pada perwakilan di Jakarta),  Redaktur Pelaksana Suratkabar Dialog (Jakarta), dan Pemimpin Redaksi eMaritim.com.Pada saat ini sebagai Pemimpin Redaksi beritarayaonline.co.id, myberitaraya.blogspot.com, serta berita raya tv pada channel youtube.

Karya  jurnalistik-nya banyak tersebar di HU.Suara Karya, HU.Berita Yudha, HU.Pelita, HU.Ekonomi Neraca, Jawa Pos Group, HU.Media Indonesia, HU.Berita Kota, HU.Warta Kota, Majalah Tempo, Koran Tempo, HU.Pikiran Rakyat, HU.Banten Raya, HU.Radar Tangerang, dan masih banyak lagi.

Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya, DKI Jakarta,  No.Anggota 09.00.0782.12 dan pemegang Sertifikasi Kompetensi Wartawan  (No.ID 4358) Dewan Pers jenjang Wartawan Madya.

Dikenal juga sebagai rohaniawan dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jatinegara Jaktim dengan jabatan terakhir sebagai Ketua Jemaat.

Email  : pulo_lasman@yahoo.com

HP       : 08561827332


INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com