Puisi DE EKA PUTRAKHA | Cinta Secangkir Kopi - negerikertas.com

INFO ATAS

Negeri Kertas adalah bank data karya para penulis 6 negara serumpun bahasa, jejak karya anda tercatat abadi di situs ini, karya yang sudah dimuat tidak bisa dihapus lagi, dan semoga karya anda mendapat Anugerah Negeri Kertas.

Jaringan Penulis dan Pembaca

Website Sastra dan Seni Budaya yang Terpercaya sejak 2015

4 Agu 2022

Puisi DE EKA PUTRAKHA | Cinta Secangkir Kopi

Puisi DE EKA PUTRAKHA |

Cinta Secangkir Kopi



“Selamat datang”

Begitu sapa cangkir kepada kopi

“Namun, aku membawakan tangis”


Kita telah menyiapkan cinta

Jauh sebelum air mata ditumpahkan

Tak ada yang lebih duka dari sebuah luka

Pertemuan ini,

Akan membawa kita pada cara melupakan


Pekat-likat mengikat hati kian erat

Kita akan sama-sama meyakini

Bahwa cinta telah benar-benar hadir

Walau pada jelaganya terasa getir


“Sampai bertemu lagi”

Cinta secangkir kopi setia menanti

Bagaiamanapun cerita yang akan disuguhi


Bandung, 18 Juli 2022








Berantakan


kadang-kadang kebingunganlah

yang menyebabkan segalanya amat membingungkan


lantas,

mencoba menyusun kata-kata dan berharap

rapal mantra berdiam diri 

diam-diam mulai menghujam

kaulah puisi!

ah,

andai itu dapat dilakukan dengan tergesa-gesa

semua orang akan melakukannya

siapa yang menyiakan sepi

atau sepilah yang akan

menjadikan tampak sia-sia

tidak semua perkara

akan tuntas hanya dengan sebuah puisi


begitulah kata-kata itu kembali menuntut

untuk apa ditulis

untuk apa ia menjadi!

maka, beraikanlah semua aksara itu

biarkan ke manapun pergi

sembunyi, melarikan diri,

asal jangan mati

sebab puisi akan tumbuh menjadi puisi-puisi


Bandung, 16 Juli 22

Ingin Kusudahi Sebuah Pertemuan


Bila perpisahan jua mengakhiri

Lantas, terciptalah jarak

Ke manakah rindu itu?

Pada setiap pertemuan rindu dituntaskan

Lantas, terhapuslah jarak


Pertemuan dan perpisahan

Hanya akan menghasilkan jarak

Sebab rindu kadangkala

Datang dan pergi

Ada dan tiada, lalu menghilang


Kita selalu merindukan jarak

Agar tercipta kerinduan

Namun, kita seringkali dilupakan

Oleh kata perpisahan


Bandung, 3.8.22










BIODATA:

C:\Users\user\Downloads\20210805_162748.jpg

DE EKA PUTRAKHA. Berasal dari Bukittinggi, Sumatera Barat. Profilnya dimuat dalam buku “Ensiklopedi Penulis Indonesia jilid 6” (FAM Indonesia). Berbagai tulisannya termuat di beberapa buku antologi bersama, media cetak dan online (Indonesia, Malaysia dan Brunei). Merupakan pemenang 10 Terbaik Resensi Buku Peringkat Asean 2020 anjuran Persatuan Penyair Malaysia. Dalam waktu dekat ini akan menerbitkan buku kumpulan puisi “Puisi Separuh Hati”. Dapat disapa melalui facebook De Eka Putrakha dan instagram @deekaputrakha.



INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa PUISI/CERPEN/ARTIKEL + BIODATA narasi + FOTO penulis atau GAMBAR ilustrasi, semuanya dalam SATU LAMPIRAN email file Ms Word. Bagian paling atas bertuliskan JUDUL KARYA + NAMA PENULIS. Kirim ke email nkertas@gmail.com
Rek BNI 1046160850 | Walidha Tanjung