005

header ads

Puisi Fileski | AKUNG MELOMPAT PAGAR



akung membawa pena

masih menulis di waktu senja

pena akung ada pijar menyala

meski petang menyergap usia


akung sayang cucu-cucunya

mengajari mereka membaca dunia

mengajarkan kejujuran

dengan permainan seni peran


pada suatu ketika

ruang latihan tak bisa dibuka

anak-anak putus asa

semangat mereka terbentur kuasa


akung tak diam begitu saja

dengan tubuhnya yang renta 

ia contohkan cara melompati rintangan

menaklukkan tembok kebebalan


ada yang anggap ini meresahkan

karena teater...

anak-anak jadi banyak pertanyaan

karena teater...

anak-anak jadi berani melawan

karena teater...

anak-anak melompati pagar aturan


atas tuduhan merusak etika

akung pun diberhentikan seketika


***

hari berganti…

akung masih membawa pena

dan tetap menulis di waktu senja

sering kali ortu mereka bertanya

"akung, kapan latihan teater lagi?"

akung hanya tersenyum bangga


terbit matahari di wajahnya

ketika cucu-cucunya membawa pena 

berisi tinta cahaya

yang akan selalu meresahkan ketidakjujuran,

yang banyak pertanyaan pada ketidakadilan,

dan yang berani melawan kesewenang-wenangan. 


2021


Posting Komentar

0 Komentar