KEJAHATAN DALAM DUNIA MENULIS - negerikertas.com

INFO ATAS

Share link karya anda ke banyak orang agar mendapat peluang besar untuk meraih Anugerah Sastra dari Negeri Kertas, dengan kriteria karya kualitas terbaik dari 10 karya dengan pembaca terbanyak. Berhadiah uang tunai dan piagam penghargaan.

Media Sastra dan Seni Budaya

WA 628888710313 | Email nkertas@gmail.com

16 Apr 2022

KEJAHATAN DALAM DUNIA MENULIS


KEJAHATAN DALAM DUNIA MENULIS 

Yang mengherani--mungkin karena belum apa2 para penulis dalam himpunan bertengkar melulu--tak kunjung ada asosiasi yang membuat pasal hukum (minimal advokasi) tentang pencurian karya. 

Hal yang paling menyedihkan: korban yang dicuri karyanya malah kadang-kadang menerima olok-olok. Hal yang lebih menyedihkan: si pencuri berkilah atau pura-pura bego. Hal yang tetap menyedihkan: (bukan cuma tega, tetapi) mengapa untuk tenar atau cari uang mesti mencuri?

Tahun 2012, ketika saya menjadi ketua pelaksana (;proyek mendiang Radhar Panca Dahana) Pertemuan Pengarang Indonesia di Makassar, satu agendanya membuat asosiasi penulis yang di antara pasal dalam AD/ART akan mengurusi hal-hak perlindungan karya pengarang. Lha ya itu, satu dan lainnya berantem tak karuan hanya soal definisi. Bubarlah rencana itu di tahun kedua. 

Di tahun 2016, digagas oleh Bekraf dalam BWCF (Festival Borobudur) kami membentuk asosiasi penulis, lalu diselenggarakan kongres di Solo 2017 dengan nama Satupena ... 4 tahun tanpa rapat anggota, boro-boro menyediakan ruang untuk menjaga hak cipta. Pecahlah di tahun 2021. Muncul Alinea bagi yang memisahkan diri dari dominasi seseorang yang ingin banget jadi sastrawan penerima Nobel (dua langkah besar yang berbiaya besar). Kita tunggu Alinea akan ke mana ...

Bahkan dalam dunia intelektual yang kerap menghasilkan karya-karya ilmiah ada "teguran" terhadap self-plagiarism (padahal yang "dicuri" karya sendiri sebelumnya). Paling elok tentu menyebutnya sebagai catatan kaki atau daftar pustaka meskipun itu tesis karya sendiri sebelumnya.

Maafkan aku yang juga suka "mencuri" gagasan sebagaimana "saran" mendiang Prof Dr. Sapardi Djoko Damono. Ketika mendapat pertanyaan audiens, dari mana mendapatkan inspirasi? "Mencuri saja," ujarnya sembari terkekeh. Lha, ya memang sudah banyak buku yang wajib kita baca sebagai sumber inpsirasi, bukan?

(Santai saja, Bro dan Sista --- Kami ini siapa?). Tapi, ikuti IG Live kami ya, biar kami belajar dari teman2 cara mengentikan ulah plagiator. 

Cc Windy Marthinda Ivy Sudjana Puspa Seruni BuLan

INFO BAWAH

[ Dukung peningkatan honor penulis karya terbaik dengan cara klik iklan yang ada di website ini. Untuk berhenti mendapat info dari NK, caranya ketik UNREG kirim ke nkertas@gmail.com ]