Instagram Turut Mempengaruhi Sosial Budaya Remaja Indonesia - negerikertas.com

INFO ATAS

Share link karya anda ke banyak orang agar mendapat peluang besar untuk meraih Anugerah Sastra dari Negeri Kertas, dengan kriteria karya kualitas terbaik dari 10 karya dengan pembaca terbanyak. Berhadiah uang tunai dan piagam penghargaan.

Media Sastra dan Seni Budaya

WA 628888710313 | Email nkertas@gmail.com

29 Apr 2022

Instagram Turut Mempengaruhi Sosial Budaya Remaja Indonesia


Revolusi industri dalam bidang sosial media ditandai dengan munculnya internet. Di tengah kemunculannya, internet membawa kemudahan-kemudahan bagi penggunanya. Hal ini juga menjadi pendorong pembuatan smartphone. Masyarakat diseluruh dunia memanfaatkan smartphone untuk bersosial media, termasuk pula masyarakat Indonesia. Di dalam smartphone terdapat banyak fitur serta aplikasi. Instagram merupakan salah satu aplikasi sosial media yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia dan dunia. Namun, pengguna paling banyaknya berasal dari golongan remaja. Menurut data napoleon cat terdapat sebanyak 104.175.200 pengguna Instagram di Indonesia pada Januari 2022, itu berarti 37,6% dari seluruh populasi penduduk Indonesia merupakan pengguna aplikasi Instagram. 

Dikalangan remaja Indonesia saat ini, perkembangan jejaring sosial menjadi hal yang sangat penting. Tak dapat dipungkiri, remaja masa kini identik dengan telepon genggam yang mana dalam penggunaannya bisa hampir 24 jam dalam sehari. Media sosial yang digunakan tidak hanya pada aplikasi Instagram. Media sosial lain seperti tweeter, facebook, whatsapp juga populer di kalangan remaja saat ini namun penulis merasa Instagram lah yang memberi pengaruh besar terhadap sosial budaya remaja di Indonesia. Mark Poster dalam Holmes (2004) menyebutkan keberadaan media secara online telah menjadi tren di kalangan remaja. Hal ini merupakan salah satu ciri dari masyarakat modern. Adanya kemunculan teknologi yang bersifat interaktif, seperti dunia maya, terbukti dapat mengubah masyarakat di masa yang akan datang. Pola pemikiran serta proses interaksi sosial masyarakat dewasa sekarang menjadi gambaran masyarakat terhadap penguasaan teknologi saat ini. 

Pada era teknologi modern seperti saat ini turut memberi dampak yang sangat besar kehidupan remaja Indonesia,  Bahkan realitas ini menuntut remaja untuk ikut andil dalam berpikir maju, inovatif, dan kreatif di segala bidang. Mulai dari sistem sosial budaya hingga gaya hidup perlahan-perlahan mulai bertransformasi menjadi lebih praktis dan dinamis sebagai akibat adanya ketersediaan fasilitas yang canggih dan serba modern. Salah satunya dalam remaja Indonesia memanfaat platform Instagram sebagai media berkreasi serta menguatkan identitas diri. Dalam kemunculannya, Instagram memungkinkan setiap penggunanya untuk dapat secara bebas  merepresentasikan diri mereka. Penggunanya dapat berinteraksi dengan pengguna lain dengan pola interaksi yang mereka ciptakan, dimana pola ini akan selalu berbeda antara satu dan yang lain hingga membentuk ikatan sosial secara virtual. Teori Ecumene Culture  milik Hanners secara tidak langsung telah memprediksi dengan menjelaskan makna dari fenomena bersosial media ini. Sekarang ketika berinteraksi dan juga berkomunikasi melalui dunia maya dapat membuat seseorang dapat memiliki penilaian tersendiri terhadap diri mereka. Selain itu, di dalam hidupnya terjadi pula pertukaran budaya yang cepat dan terus-menerus. 

Remaja sebagai pengguna instagram memiliki kesempatan untuk bebas dalam memilih budaya modern baginya. Namun melalui kebebasan dalam memilih budaya modern berdampak pada perubahan-perubahan sosial budaya remaja di Indonesia. Perubahan sosial dalam penggunaan Instagram yang berdampak pada remaja Indonesia misalnya memudarnya nilai-nilai sopan santun bangsa Indonesia. Hal tersebut dapat terjadi sebagai akibat dari penyalahgunaan platform Instagram dimana penggunannya bebas mengomentari postingan orang lain. Hal tesebut dimanfaatkan sebagian penggunanya untuk memberi komentar dengan kata-kata yang kurang pantas pada postingan pengguna lain yang tidak ia sukai. Apalagi golongan remaja yang kurang bisa mengontrol emosi sehingga mereka mereka mudah terpancing untuk memberikan komentar buruk di akun pengguna lain. Selain itu, pada masa sekarang ini, remaja Indonesia menggunakan aplikasi Instagram rata-rata selama 19 hingga 24 jam setiap harinya, hal ini tentu dapat dimaknai bahwa Instagram bagi remaja adalah suatu media yang dengan sengaja mereka ciptakan untuk tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi saja, namun juga untuk membangun eksitensi diri remaja melalui kebiasaan atau gaya hidup yang dapat membuat orang lain yang melihatnya di instagram, menjadi tertarik untuk melihat jaringan sosial mereka. Maka tidak heran jika banyak remaja yang berlomba-lomba menunjukkan gaya hidup yang sesuai ekspetasi orang lain hanya agar mendapat perhatian dari pengikutnya meski pada kenyataannya gaya hidup yang ditampilkan tidak sesuai dengan kesehariannya. Selain itu, melalui Instagram seseeorang tidak jarang oversharing terhadap kehidupannya.  Ketika ada suatu tren yang sedang viral, remaja Indonesia berlomba-lomba pula untuk mengikuti tren tersebut. Namun yang disayangkan disini, tren tren yang diikuti kerap kali tidak sesuai dengan nilai-nilai sosial budaya masyarakat Indonesia. 

Pada akhirnya, keberadaan platform Instagram dengan sifat kekiniannya tersebut  mampu merubah pola perilaku seorang remaja dalam hidupnya. Misalnya pada fenomena perilaku yang dimunculkan remaja, tentang Instagram yang berterkaitan dengan dunia fashion yaitu para remaja yang merupakan pengguna platform Instagram tersebut memunculkan suatu perilaku berupa meniru budaya berpakaian remaja barat. Dimana budaya berpakaiannya cukup berbeda dengan remaja Indonesia yang mengutamakan pakaian yang rapi serta sopan. Misalnya, celana jeans yang dianggap keren oleh remaja zaman sekarang adalah ketika celana jeans tersebut memiliki banyak robekan di area lututnya. Baju yang semakin unik bentuknya dan sering dipakai oleh orang barat di Instagram akan menjadi daya tarik tersendiri bagi remaja Indonesia untuk dapat mengikuti budaya berpakaian tersebut. Semua pengguna khususnya para remaja berlomba-lomba untuk bersaing menjadi yang terbaik di platform Instagram. Meskipun sering kali remaja-remaja tersebut mengesampingkan nilai, norma, dan budaya bangsanya sendiri demi mendapatkan “ruang pamor” dan tetap eksis di Instagram. 

Instagram yang memberi kebebasan penggunanya untuk mengunggah foto dan video sering kali disalahgunakan oleh sebagian orang. Banyak sekali oknum-oknum yang mengunggah foto dan video yang berbau pornografi di akun Instagram nya. Maka tidak heran jika banyak sekali remaja Indonesia yang melakukan pelecehan seksual sebagai dampak mengkonsumsi unggahahan berbau pornografi tersebut. Dalam platform Instagram pula penggunanya dapat dengan bebas mengunggah pola perilaku menyimpang yang melanggar norma dan nilai sosial budaya Indonesia. Misalnya saja banyak orang yang dengan terang-terangan menunjukkan bahwa dirinya merupakan penyuka sesama jenis yang bahkan disertai dengan konten asusila. Bahkan tidak sedikit remaja Indonesia yang justru mensupport hubungan mereka dan mewajarkan hal tersebut. Jika hanya mewajarkan saja mungkin tidak menjadi masalah besar, namun bagi para remaja yang sedang mencari jati diri hal tersebut cukup membuat kekhawatiran. Sebab penyimpangan-penyimpangan tersebut bisa saja ditiru oleh remaja Indonesia yang melihatnya melalui platform instagram. Padahal hal tersebut di Indonesia termasuk suatu hal yang menyimpang dari nilai ,norma dan budaya. 

Dari uraian opini penulis di atas, dapat disimpulkan bahwa Instagram membawa pengaruh dalam hal sosial budaya remaja di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan sifat labil yang dimiliki remaja membuat mereka mudah terpengaruh dan melakukan hal-hal tanpa mempertimbangkan dampak kedepannya. Budaya Indonesia seperti sopan santun dalam berucap dan berpakaian pun juga turut mengalami perubahan beriringan dengan kemunculan Instagram. Maka perlu dilakukan pengarahan dari lingkup keluarga pada remaja untuk dapat menggunakan sosial media nya secara bijak dan tetap memperhatikan nilai,norma sosial serta budaya di Indonesia agar tidak pudar seiring perkembangan zaman.

Rany Aprilia, lahir di Sragen, 16 April 2003, mahasiswa S1 Sosiologi Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Mencoba beropini terhadap sistem sosial budaya masa kini. Moto hidup : Harus jadi manusia yang bisa memanusiakan manusia. 

WA ; 083836021684

Instagram : @rnnyaprlia

Email : rannyaprilia24@gmail.com


INFO BAWAH

[ Dukung peningkatan honor penulis karya terbaik dengan cara klik iklan yang ada di website ini. Untuk berhenti mendapat info dari NK, caranya ketik UNREG kirim ke nkertas@gmail.com ]