Puisi Suhandayana - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis cerpen atau untuk memperebutkan Anugerah Sumpah Pemuda. Deadline 28 Oktober 2022 | Kirim ke email nkertas@gmail.com

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

11 Feb 2022

Puisi Suhandayana

 

LANGGAM JUMUD DUA JENTERA

Suhandayana, February 11, 2022

 

[ ... hanya untuk usia 72+

... tulisan ini tak akan mau bertanggung-jawab

jika ada kaum belia membaca renik pemupus harapan: bakal menua

... artis kawin-cerai dilarang mengutip sebagian isi monolog jentera tua: ]

 

 

" ... yank, kenapa ranjang kita tetap hangat

meski selimut berserak

sering sarung saling singkap

dipan empuk berderit mendayu

tak sampai dibasahi keringat

pacu gairah lingga-yoni

cukup lama tak berkobar lagi

 

ruang keluarga kian terasa jembar

oleh senyum tawa gemetar

tanpa hiasan gigi-geligi asli

tanpa basa-basi

 

kung, kehangatan suasana ini

sudah kau mulai bersamaku

semenjak pemantik api membakar tungku eros

tempat menanak bijian cinta

dalam suhu kelindan temali laki-bini

bermahar patungan antar sekerat dua-hati

jumbuh rindu-benci

 

yaa, yank

anak-cucu sudah punya mainan sendiri-sendiri

tinggal tetangga dekat hunian sekitar sini

kadang masih saling menyapa atau tukar kata puji

 

jadi, kung

ayunkan saja perhatianmu selama kita rehat di sini

hingga para cucu melihat bingkaian wajah sukacita

 

yank, terima kasih sudah membelai anak-anakku

sedari benih hingga sinar mata mereka

mampu membalas keharuan pelaminan tua

sudah membantu menghalau nyamuk

menyiangi kebun dan memetik buah-buahan

sampai mejaku pun kau hias air tawar hangat

sesekali es campur juga sebotol madu asli

 

hampir separuh hidupmu

kau alirkan darah demi meragi zuriyat

hingga sublim ke iktikad kedewasaan

 

kung, terima kasih sudah kau ajak kami

ke lapangan uji tanpa janji tanpa sesaji

kau bimbing sepenuh hati sekuatmu

kau siapkan acuan cara pandang

kau tancapkan mereka ke hulu hidup

semoga para calon ahli waris siap

memeluk mesra bagi jatah berdua

terimakan rasa syukur atas Titah-Nya

kau siap wariskan kesabaran

dan kasih sayang

juga sedikit kiat kenakalan

 

yank, sudah lama arus badai mereda

berangsur-angsur ganti gelombang halus

aku kangen jepitan keras dalam pinggulmu

kau hunuskan ujung-ujung dada

hingga membersit pijar kelakianku

kau goyangkan tarian segar

hingga raut mukamu memerah

menikmati peraduan sangar habisi gairah

 

kung, masih hauskah

setelah puluhan tahun saling menyerap lahar libido

lahaplah ... tapi aku dandan dulu seadanya, yaa

 

yank ... yaa, kung ... ouhh ... ouhh ...

 

yank, apakah seusiamu kini

cuma membersihkan diri

agar tetap pantas kupandangi

apakah seusiaku

tak layak kau telanjangi

harus tahan diri?

 

ayo terus putar roda kalam-Nya

tak perlu berhenti terlalu lama! 

 

apakah kini tiba saat bertapa

diriku jumud dirimu lembut

mengepompong dalam selaput

bergelayut di tangkai daun berkabut

lantas kalau menetas nanti bakal jadi apa

kupu-kupu atau bidadari atau begawan fana?

 

jadi sakti dan selamat tak perlu nunggu tua

soal bekal pergi ke sisi dunia lain

'kan lebih afdol digali sejak usia lepas remaja

soal ilmu hidup sejati 'kan bisa kita kaji

sejak berpuluh tahun lalu, dari pesan alam selama ini

 

kung, seruput dulu kopi buatanku

tanpa taburan gula, ayo

sepagi ini ceracaumu agak berlebihan

 

yank, aku di dalam

 

... kususul, kung

 

yank, ternyata kau masih bisa berputar reggae

lebam biruku jadi kambuh keenakan

 

ehm, akung

 

yank ... yaa, kung ... eeh ... eeh ...

 

kung, sudah yaa

selesaikan tulisanmu

buku catatan masih banyak kosong

halaman belakang tak bergaris tepi

usah kau tumpahi bercak tinta lagi

tulis lenguh rintih gelegak sisa anggur mawar

catat detik demi detik peristiwa barsanji

agar segera kubacai

sebelum hujan sore berjatuhan lagi

 

yank, boleh aku merokok tembakau asli

sekedar saja ... boleh yaa?

bau cengkeh mengusikku, hmmm

 

kung, anak kandung sudah pada tualang

ke pabrik produksi dalam negeri maupun

melancong atau jadi dosen tamu di negeri orang

anak asuh sudah pula mengasah pasukan

anak angkat justru sedang nikmati naik pangkat

teman sebaya sudah pada uzur, satu per satu ...

gaya hisapan cerutu akan kau pamerkan siapa?

 

yank, biduk kita tetap berlari menuju pelabuhan

meski tak secepat balap motor di arena ef-wan

itu, nampak kelebat kamar persinggahan

di sana telah ada namamu dan namaku 

... aku tak sedang pamer mainan asap

hanya ingin menawar letih

terbius beberapa hisapan suasana batih

 

kung, ingat pesan palsu di tiap etiket sigaret

asbak akan kubersihkan dari langus kretek

isap juga sisa-sisa berkah keperempuananku

 

senyummu, yank ... tegangmu, kung ...

 

............

 

yank, ini sudah malam

masihkah berharap ada mentari

menyapa kita esok pagi?

 

tentu, kung

juga masih ada sedikit kerjaanku

besok kucuci cangkirmu

kubantu jemur baju dalammu 

kuawasi makananmu

sayur-mayur dan kukus ikan

kesukaanmu

 

he eh, yank ...

 

akung tetap berasa nyaman, bukan?

nih, petiklah jemariku

agar aku tetap sepertimu

semangat, meski pakai tongkat

memimpin langkahku

merunut arah ke cahaya malam

 

pagi-pagi boleh jalan-jalan

ke tepian sungai kota ini, kung

menangkap keindahan taman

menghirup hawa rumput nyaman

tapi tetap kecup anganku, yaa

 

ho oh, yank ...

 

sukaku merapikan perabot kerjamu, kung

sembari kuingati pangkat bintangmu

telah kau raih semasa berdirimu

mengacung tegak melolong-lolong

saingi gerak tangkur buaya asing

telah tersemat di pundakmu

ketika tenagamu sangat kuat

mengapak hutan mengoyak karang

dan mencongkel bebatuan tambang

bersama anak-anak pribumi jalang

 

dan tiap tengah malam sunyi

akan bangunkan keberanianmu

menjamahi lesung-lesungku

tak perlu seberisik anak tetangga

mertanggung keburu kawin muda

 

yank, lihat kalender di sana

ada agenda menengadah bersama

menengok keluasan angkasa

 

itu dan itu

kerlip bintang telah lama gemerlap

sewaktu-waktu menyambut sukacita

para penyeru sholawat

ketika Sang Maha Sempurna

menutup jadwal kerja manusia

dan bakal mengembalikan paras muda

 

yank ... yaa, kung ... eeh ... hmmm ... "

 

 

Surabaya, 2021

 

 

 

 

 

Suhandayana

 

Bionarasi:

SUHANDAYANA, alumnus FH Unair kelahiran Surabaya, 18 Juni 1961. Selain bekerja sebagai legal officer, penggemar sastra dan musik ini aktif di beberapa komunitas literasi. Media online a.l. kompasiana.com dan blog.akunda.net memuat aneka tulisan lepasnya. Karya puisi dalam antologi bersama: Puisi Menolak Korupsi (PMK-5 Forum Sastra Surakarta 2015 dan PMK-8 Buana Grafika 2021), Palestine & Humanity (Yayasan Labuhanbatu Berbagi Gemilang 2021), Seribu Tahun Lagi (Masyarakat Literasi Jember 2021), Persahabatan dalam Senja (Cahaya Pelangi Media 2021), Renjana Sang Hawa (Zahir Publishing 2021), Bayi-bayi Puisi di Era Digital (Poiesis Indonesia 2021), Jejak Puisi Digital (Yayasan Hari Puisi 2021), Eksploit Organ Dalam (Inti Karya Aksara 2021), Simfoni Asmaraloka (EMN Media 2021), Setelah Kapal-kapal Bergerak ke Ampenan (funbahasa.com 2021), Siraman (funbahasa.com 2022), Gema Padika Rasa (Cahaya Pelangi Media 2022). Antologi cerpen: Hopes Beneath The Sun (KMO Indonesia 2022). Antologi cerpen & puisi:  Serenade untuk Sebuah Kisah (Kemendikbudristek 2021). Alamat: AKUNDAstudio Edumediart Jl. Gubeng Kertajaya IX-A / 34 Surabaya 60286. Akun medsos: Suhandayana Day (fb), suhandayana_day (ig). Email: suhandayana@gmail.com hp/wa: 0812-1701-8699




 

INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com