Puisi Gigih Imanadi Darma - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis cerpen atau untuk memperebutkan Anugerah Sumpah Pemuda. Deadline 28 Oktober 2022 | Kirim ke email nkertas@gmail.com

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

18 Feb 2022

Puisi Gigih Imanadi Darma

 Kepada Cinta yang Berulang Tahun


//1//

hari lepas hari
aku menjahit waktu, menenunnya hingga fajar benar-benar merah

hari lepas hari
aku sedang memungut tanggal-tanggal penting dan Januari menampakkan pajahnya bulat-bulat

hari lepas hari
aku membaca jarak yang membentang
dan memisahkan kota

//2//

hari lepas hari
entah berapa yang lahir
mati atau tumbuh atau tenggelam

tetapi hanya sedikit yang menetap diantara yang sedikit itu
adalah 5 huruf -- dengan kata kapital didepan --- yang bergandengan: Cinta

hari lepas hari
aku ingin menjelma jadi wudhu
dan kau tiba sebagai air 
yang membasuh lelah dengan tengadah

//3//

hari lahir mu adalah ingatan-ingatan yang panjang meski keberanian dan lengan ku
terlalu pendek

hari lahir mu adalah baris waktu
dalam bulan yang penting
lantas berapa harga sebuah ingatan? 

aku ingin membeli
san menghadiahkan nya untukmu
untuk mu seorang

//4//

mengapa manusia tidak merayakan kelahirannya secara acak? 
15, 17, 19 dan seterusnya.
kupikir bakal menyenangkan memilih sendiri angka usia mu untuk dirayakan.

mungkin aku bakal memilih 23 atau 25
entahlah, kurasa Tuhan sedang menyiapkan bahagia mu 
pada angka-angka yang ganjil

//5//

lalu mengapa Tuhan menaruh berani
Atau tidak berani pada saat yang tak a
semestinya : padaku

mengapa?

//6//

berapa usiamu hari ini, 17, 19, atau 21?
aku menghitung dan mendoakan mu dari Kejauhan

ada banyak bentuk perayaan, misal kue dengan lilin usia serta nyanyian-nyanyian tapi aku tak menyukainya

aku lebih suka diam sembari doa-doa naik ke langit dan mengudara dan hari juga hati ini, melakukannya sekali lagi. berkali-kali.

membiarkan puisi menulis dirinya sendiri menemui pemiliknya yang paling indah

//8//

ada banyak 5 huruf : 
kursi, pintu, lampu, bunga, jambu
tapi di kepalaku 
kau kubayangkan sebagai pohon  

yang pucuk-pucuknya
hendak menyentuh kebiruan angkasa yang akarnya meliuk-lirik
menancap pada tanah  

memberi manfaat pada semesta

selamat lahir dan tumbuh kembali
berulang-ulang : Cinta

Yogyakarta, 2021
________

Berasal dari Oku Timur, Sumatera Selatan. No wa 0823-3430-3958.

Bionrasi:

Bernama lengkap Gigih Imanadi Darma. Masih berstatus mahasiswa di kampus swasta Yogyakarta. Pembaca paruh waktu. Menulis puisi tapi lebih sering dirahasiakan.  Tulisan-tulisannya pernah dimuat di Mojok.co, Qureta.com, Geotimes, Alif.id, IbTimes.id dan banyak lainnya.

Bisa diajak diskusi lewat akun Instagram @gigihimanadidarma dan Facebook @Gigih Iman AD


INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com