Puisi Reza Ramadhan - negerikertas.com

.

Puisi Reza Ramadhan

 MENJEMPUT MAUT 1


Genap satu dasawarsa kita disini

di surau tua, kita duduk berdua saja

dengan mukenah dan peci yang sudah luntur benangnya dan kusut warnanya.


Dik. Kau berdoa dengan batuk mu

aku berdzikir dalam jantungmu.


Hingga habis umurmu

dan aku menjelma debu-debu

pada kuburmu.


DENPASAR

15 Mei 2020




MENJEMPUT MAUT 2


Pelukis Bali itu, sedang melukis pohon

kamboja dengan air matanya sendiri

Belum sempat dia mewarnai daun

bunga sudah gugur terlebih dulu.


Sebenarnya pelukis itu sudah pernah melukis kematiannya sendiri, detik pada detak jantungnya sudah berhamburan menjelma pewarna.


Benar...

dia melukis pada kain kafannya sendiri.


DENPASAR

5 Mei 2020


.