PUISI KHOLIFATUL KHASANAH - negerikertas.com

.

PUISI KHOLIFATUL KHASANAH

 MATI  


Jam dinding 

Mati

Lampu kamar

Mati

Aku dan satu lilin

Menerangi sebilik itu

Dengan do’a dan rintih dzikir


Banjarnegara,2020




SEMU


Ajak aku pergi dari sini!

Dari dunia yang mudah retak

Hanya karena jemari

Ajak aku ke duniamu

Yang di sana mungkin

Hanya ada aku dan kamu

Tanpa dia atau mereka

Yang hari-harinya dalam maya


Banjarnegara,2020




QODRAT


Daun yang menguncup

Pada akhirnya akan mengering

Padi yang ditanam

Terselip kemudian dimakan

Aku terlahir

Kemudian tumbuh 

Lalu matang

Setelahnya dipanggil pulang


Banjarnegara,2020










YATIM


Si kecil yang malang

Berjalan sendiri tanpa penopang

Yang disebut-sebut pahlawan

Kini pergi dipanggil Tuhan


Si kecil yang lugu

Belajar hanya dengan ibu

Kadang ia bertanya:

Dimana ayahku?


Banjarnegara,2020




PURA-PURA


Engkau memanggilku

Tapi aku seolah tuli

Angkuh menjadi teman

Padahal kebutuhan akhirat

Masih harus kupenuhi

Sadar tapi masih tak dengarkan


Akulah pendosa

Yang selalu meminta

Tanpa sadar akan diminta


Banjarnegara,2020





KHOLIFATUL KHASANAH, lahir di Banjarnegara,11 Juni 2000, belajar menulis secara otodidak. Karyanya pernah dimuat di koran BMR Fox (Sumatera) dan puluhan buku antologi LCPN, pemilik nama pena Gores Pena. Mahasiswi Universitas Terbuka Purwokerto sekaligus pengurus di Forum Lingkar Pena (FLP) ranting Banjarnegara, Jawa Tengah. Bisa dijumpai di ig:@iffakhaza dan e-mail: iffakhaza@gmail.com.





.