PUISI: Aulia Miftachul Aziz | negerikertas.com
Info:    MUSIK    TEATER    FILM    ESAI    CERPEN    PUISI    WORKSHOP    ANTOLOGI    SEJARAH    BUDAYA    INSPIRASI    RESENSI    PROFIL   
Home » » PUISI: Aulia Miftachul Aziz

PUISI: Aulia Miftachul Aziz

Posted by negerikertas.com on 10 Jan 2019

Air Mataku Tersumbat
Sepertinya rindu yang ada pada tubuhku ini akan meluap dan mendobrak dinding yang terbuat dari kelembutan cinta. Akan berbahaya jika kebrutalan rindu meluap dan menjadi benih amarah yang sulit dikendalikan. Tuhan, aku minta air mata sedikit saja, untuk meluapakan segala rindu yang ada pada tubuhku ini. Biar rindu tau, bahwa semua punya jalannya masing-masing.


Tuhan
Aku bisa saja menagih diriku sendiri untuk selalu merindukan apapun, tapi aku tak bisa menagih salah satu dari apapun itu untuk sedikit saja merindukanku. Maka lapangkanlah nuraniku atas Rohman-RohimMu, untuk mengikhlaskan rinduku berkelana dengan mententeng sedikit harapan.


Atas Nama
Tuhan, jika hanya rindu yang membuatku selalu menyebut namaMu, Maka, tumpahkanlah segala rinduMu pada para kekasihMu, kepadaku. Agar aku hanya akan merindu dan menyebut namaMu.



Jika Ada Dan Tiada
Malamku tak karuan
Karena rindu yang tak terkalahkan
Melototi sekian banyak wajah yang kukira dirimu ternyata bukan
Andaikan kata ini belum terlambat
"Jika ada dan tiada tak pernah bertemu
Maka aku takkan sebegini rindu"

Resep Membuat Kopi
Masukkan resah, gelisah ke dalam cangkir keikhlasan
Tuangkan kenangan termanis sebagai gula
Tuangkan rindu secukupnya
Tuangkan masalah yang sedang mendidih sebagai air panas
Seduhlah dengan bijaksana
Hingga kopi siap menyapa hati di dalam tubuh

Jangan lupa, Dinda
Setelah petang kujemput kau di pertigaan kesepian dekat gedung kerinduan. Tunggulah aku di bawah pohon cinta berduri.
Berteduhlah di bawah pohon cinta yang berduri itu, agar kau terhindar dari hujan kenangan yang membasahi hatimu. Sisi lain, rindumu juga aman dari percikan kesepian.

Bunga
Ada bunga yang mulai tumbuh dicelah-celah rerumputan
Si pemilik kebun dilema atas tumbuhnya bunga itu
Apakah bunga itu tumbuh dengan sendirinya,
Atau bunga itu tumbuh karena bunga-bunga terdahulu yang telah gugur dan terurai mnjadi pupuk,
Atau bunga itu tumbuh dengan sendirinya tetapi hanya ingin memikat hati si pemilik kebun dan melupakan bunga-bunga terdahulu yang pernah memberikan keindahan di masa lampaunya.


#puisi

Aulia Miftachul Aziz
Alamat : Dsn. Karangagung Rt/Rw: 20/07 Ds. Randualas Kec. Kare Kab. Madiun
Mahasiswa semester akhir IAIN PONOROGO


F:\potooooo\bdt\IMG_20181010_151012.jpg

SHARE :
CB Blogger
Comments
0 Comments

Posting Komentar