005

header ads

Menulis Puisi Ala Fileski

Ada banyak metode dalam menulis puisi, dan menulis puisi tidak seperti metode ilmu pasti yang hanya bisa ditempuh dengan salah satu cara, namun ada banyak cara dan banyak jalan untuk menciptakan suatu puisi yang indah. Ada beberapa point yang mesti kita cermati dalam menulis puisi, rinciannya sebagai berikut:

1.      TEMA
Pilih Tema Yang Diminati, agar dapat membuat puisi yang baik dengan mudah, pilihlah tema yang paling diminati. Cirinya Anda menyukai tema tersebut, banyak informasi mengenainya, dan ada rasa senang ketika membicarakannya. Sebagai contoh tema cinta. Dari tema cinta kita dapat memilih sub-tema lainnya, seperti sedih, bahagia, kesetiaan, sakit hati, pengorbanan, dan hal-hal yang berhubungan dengan cinta. Carilah yang paling Anda kuasai. Misalnya tentang rindu. Jika Anda pandai mengungkapkan kerinduan, maka itulah tema yang paling pas untuk dijadikan puisi.
Tema merupakan pokok persoalan yang akan dikemukakan dalam puisi. Tema adalah pokok pembahasan yang mendasari puisi. Tema bisa kita ambil dengan cara mengamati hal-hal yang ada di lingkungan kita,pengalaman hidup, peristiwa yang kita alami, misal, kebakaran, kelautan, sosok ibu atau kekeringan hutan, dll. Untuk mendapatkan tema, kita bisa memancingnya dengan menggunakan pertanyaan, Puisi ini membicarakan tentang apa? Apakah tentang keindahan alam, kecantikan seseorang, protes sosial, dan lain-lain. Pilihlah satu tema yang kita inginkan sebagai acuan dalam membuat puisi agar puisi kita lebih menarik. Tema puisi banyak sekali. Jadi, sebisa mungkin pilihlah tema yang benar-benar menarik.

2.      JENIS JENIS PUISI
Sebelum menuliskan isi puisi, alangkah lebih baik jika kita menentukan jenis puisi apa yang akan kita tulis, untuk mempermudah kita untuk mengarahkan pembaca pada pesan yang ingin kita sampaikan lewat puisi. Ada beberapa jenis puisi yang perlu kita ketahui, sebagai berikut:
Puisi Epik, yakni suatu puisi yang di dalamnya mengandung cerita kepahlawanan, baik kepahlawanan yang berhubungan dengan legenda, kepercayaan, maupun sejarah. Puisi epik dibedakan menjadi folk epic, yakni jika nilai akhir puisi itu untuk dinyanyikan, dan literary epic, yakni jika nilai akhir puisi itu untuk dibaca, dipahami, dan diresapi maknanya.
Puisi Naratif, yakni puisi yang di dalamnya mengandung suatu cerita, menjadi pelaku, perwatakan, setting, maupun rangkaian peristiwa tertentu yang menjalin suatu cerita. Jenis puisi yang termasuk dalam jenis puisi naratif ini adalah balada yang dibedakan menjadi folk ballad dan literary ballad. Ini adalah ragam puisi yang berkisah tentang kehidupan manusia dengan segala macam sifat pengasihnya, kecemburuan, kedengkian, ketakutan, kepedihan, dan keriangannya. Jenis puisi lain yang termasuk dalam puisi naratif adalah poetic tale, yaitu puisi yang berisi dongeng-dongeng rakyat.
Puisi Lirik, yakni puisi yang berisi luapan batin individual penyairnya dengan segala macam endapan pengalaman, sikap, maupun suasana batin yang melingkupinya. Jenis puisi lirik umumnya paling banyak terdapat dalam khazanah sastra modern di Indonesia. Misalnya, dalam puisi-puisi Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono, dan lain-lain.
Puisi Dramatik, yakni salah satu jenis puisi yang secara objektif menggambarkan perilaku seseorang, baik lewat lakuan, dialog, maupun monolog sehingga mengandung suatu gambaran kisah tertentu. Dalam puisi dramatik dapat saja penyair berkisah tentang dirinya atau orang lain yang diwakilinya lewat monolog.
Puisi Didaktik, yakni puisi yang mengandung nilai-nilai kependidikan yang umumnya ditampilkan secara eksplisit.
Puisi Satir, yaitu puisi yang mengandung sindiran atau kritik tentang kepincangan atau ketidakberesan kehidupan suatu kelompok maupun suatu masyarakat.
Romance, yakni puisi yang berisi luapan rasa cinta seseorang terhadap sang kekasih.
Elegi, yakni puisi ratapan yang mengungkapkan rasa pedih dan kedukaan seseorang.
Ode, yakni puisi yang berisi pujian terhadap seseorang yang memiliki jasa ataupun sikap kepahlawanan.
Hymne, yakni puisi yang berisi pujian kepada Tuhan maupun ungkapan rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air.



3.      MAJAS (PENGGUNAAN GAYA BAHASA)
Penggunaan majas atau gaya bahasa memang sudah mendarah daging pada puisi. Sebab, tanpa majas semua akan terasa hampa. Misalkan kalimat yang paling sering orang dengar “Mentari tersenyum dibersanding lagu pagi” - kita bandingkan dengan Matahari terbit saat burung berkicauan. Menurut kamu lebih menarik mana?
Metafora salah satu majas yang sering digunakan dalam penulisan puisi, yakni pengungkapan yang mengandung makna secara tersirat untuk mengungkapkan acuan makna yang lain selain makna sebenarnya, misalnya, “cemara pun gugur daun” mengungkapkan makna “ketidakabadian kehidupan”.
Majas Asosiasi (contoh: bagai disambara petir, bagai teriris sembilu)
Personifikasi (contoh: air mengamuk, hujan menyerbu)
Hiperbola (contoh: setinggi langit, tinggal kulit pembungkus tulang)
Litotes (contoh: bantuan yang tak berarti ini, terimalah walau tak seberapa)
Ironi (contoh: peduli sekali dia, sehingga tak satu rupiahpun dikeluarkan untuk membantu)
Metonimia, yakni pengungkapan dengan menggunakan suatu realitas tertentu, baik itu nama orang, benda, atau sesuatu yang lain untuk menampilkan makna-makna tertentu. Misalnya, “Hei! Jangan kaupatahkan kuntum bunga itu”. “Kuntum bunga” di situ mewakili makna tentang remaja yang sedang tumbuh untuk mencapai cita-cita hidupnya.
Anafora, yakni pengulangan kata atau frase pada awal dua larik puisi secara berurutan untuk penekanan atau keefektifan bahasa.
Oksimoron, yaitu majas yang menggunakan penggabungan kata yang sebenarnya acuan maknanya bertentangan. Misalnya: kita mesti berpisah. Sebab sudah terlampau lama bercinta.

4.      BAIT
Yakni satuan yang lebih besar dari baris yang ada dalam puisi. Bait merujuk pada kesatuan larik yang berada dalam rangka mendukung satu kesatuan pokok pikiran, terpisah dari kelompok larik (bait) lainnya. Dalam puisi, keberadaan bait sebagai kumpulan larik tidaklah mutlak. Bait-bait dalam puisi dapat diibaratkan sebagai suatu paragraf karangan yang paragraf atau baitnya telah mengandung pokok-pokok pikiran tertentu.

5.      RIMA
Rima bisa disebut persajakan atau persamaan bunyi. Penggunaan rima sangat mendukung keindahan puisi. Suasana hati. Ada dua bunyi yang dapat dipakai untuk memperindah bunyi puisi yaitu aliterasi dan asonansi. Alitersi adalah bunyi indah yang dihasilkan dari persamaan huruf mati atau konsonan. Sedangkan asonansi , bunyi merdu yang dihasilkan dari perpaduan huruf hidup atau vokal.

6.      IRAMA
Irama, yakni paduan bunyi yang menimbulkan unsur musikalitas, baik berupa alunan tinggi-rendah, panjang-pendek, dan kuat-lemah yang keseluruhannya mampu menumbuhkan kemerduan, kesan suasana, serta nuansa makna tertentu. Timbulnya irama itu, selain akibat penataan rima, juga akibat pemberian aksentuasi dan intonasi maupun tempo sewaktu melaksanakan pembacaan puisi.
7.      DIKSI
Diksi adalah pilihan kata yang tepat sesuai dengan perasaan penulis.Kata yang digunakan bersifat konotatif yang artinya mempunyai makna lebih dari satu dan puitis yang  berarti dapat memberi efek keindahan pada puisi tersebut, kata-kata yang lain yang sehari-hari kita gunakan. Jadi, puisi yang telah dibuat tersebut permaklah dengan diksi yang dapat menimbulkan kesan indah dan lebih spesifik
8.      TIPOGRAFI
Tipografi adalah penyusunan kalimat puisi yang membentuk suatu gambar yang sekaligus menjadi ilustrasi yang nuansanya mewakili isi puisi. Dengan tipografi yang sesuai, puisi akan indah karena tata letak yang indah pula.

9.      TEKNIK MENULIS PUISI
TEKNIK KONVERSI
Memilih Kata Yang Tepat, temukan dan gunakan kata-kata yang tepat. Penggunaan kata bisa dilatih. Jika Anda tekun berlatih, pemilihan kata bukan lagi sebagai halangan. Banyak orang yang merasa tidak cukup mampu membuat puisi yang indah hanya karena ia tidak bisa menemukan kata yang benar untuk puisinya. Untuk mengatasi hal itu, gunakan teknik konversi: yaitu membuat berbagai versi dari kalimat yang Anda buat. Sebagai contoh kita buat kalimat lain dari "Aku mencintaimu." Inilah beberapa versi lain dari kalimat tersebut.
Ingin Kuungkapkan Cinta Ini
Betapa Indahnya Engkau Ketika Kau Tawan Cintaku
Hatiku Hanya Berpaut Padamu
Jiwaku Menyentuh Jiwamu
Makna dari berbagai kalimat di atas sebenarnya sama, yakni "Aku mencintaimu." 

TEKNIK BELANJA KATA
Membuat dua kolom yang berisi dua kategori REALITA dan IMAJINER. Setelah kita tetapkan tema, misal tema tentang “Keindahan Alam Indonesia”, kita daftar beberapa kata yang mewakili keadaan sebenarnya di mana kita berada (Realita), dan daftar kata yang mengandung ungkapan perasaan hati dan imajinasi dalam pikiran (Imajiner).
REALITA
IMAJINER
Rangkaian pulau
Dalam sanubari
Deru ombak
Surya jingga
Angin malam
Meringkuk pulas
Musafir
Senyum keramahan
Disatukan lautan
Kebanggaan abadi
Ombak terhenti
Mendaki cakrawala
Nyanyian kedamaian
Dekapan mantra
Surga
Penjuru dunia

MENJADI INDONESIA – PUISI FILESKI
Siapa yang tak kenal Indonesia
Rangkaian pulau terpisah disatukan lautan dan perbedaan
Dalam sanubariku tersimpan kebanggaan yang abadi
Hingga deru ombak terhenti
Hingga surya jingga tak lagi mendaki cakrawala
Nyanyian kedamaian yang disampaikan angin malam
Meringkuk pulas dalam dekapan mantra leluhur
Surga yang membuat para musafir enggan melanjutkan kembara
Senyum dan keramahan yang tersiar hingga ke penjuru dunia
Inilah negeri tempatku dilahirkan dan bersemayam
Aku bangga menjadi bagian darimu Indonesia


CATATAN PENTING
Puisi yang baik tentunya akan mengisahkan sesuatu, entah itu sedih, bahagia, maupun sakit, dan pesan emosi lainnya. Curahkan segala isi dan ekspresi kamu, menulis puisi butuh perasaan dari hati. Ketika hati sedang sakit, maka yang dicurahkan adalah rasa sakit. Ketika rasa bahagia (sedang jatuh cinta) maka terciptalah suatu puisi  penuh rasa cinta/ kebahagian.
Kesimpulannya : Puisi merupakan ungkapan atau kisah hati/perasaan seseorang yang di gayakan menurut penulisnya dengan sederhana namun bermakna besar. Kembangkan puisi seindah mungkin, mengembangkan semua langkah di atas menjadi puisi yang indah. Susun kata-kata, larik-larik puisi menjadi bait-bait. Kembangkan menjadi satu puisi yang utuh dan bermakna.  Ingat puisi bukanlah artikel. Tulisan yang kita buat untuk puisi harus ringkas padat sekaligus indah. Pilihlah kata yang sesuai yang mewakili unsur keindahan sekaligus makna yang padat.
Kita harus mengingat tiga catatan ini dalam menulis puisi yaitu:
  Kata dalam puisi adalah satuan rangkaian bunyi yang ritmis/ indah/ merdu/ nikmat didengarkan.
  Makna kata-kata puisi mampu menimbulkan banyak tafsir.
  Puisi merupakan karya tulis yang sangat padat (sublimasi) dari kalimat yang mungkin sangat panjang dimampatkan dengan menggunakan kata-kata yang terpenting saja.


Fileski, 1 Desember 2015