005

header ads

Puisi Dewis Pramanas (Juli 2026)

 TERSINGKIR  (1)

Oleh: Dewis Pramanas 


seisi ruang yang kumuh 

bercampur sunyi 

ia merebahkan badannya di atas kasur

mata menatap kosong 

dibentur kepalanya oleh keadaan 

bahkan setiap ia melihat berita pagi 

menjadi kecewa paling nyeri 


tumpukan pakaian lusuh berjejer 

serta aroma keringat masih menempel

bekas agresi tenaga dan pikiran 

bercampur menjadi satu 

untuk secercah asa  


puluhan piala dan sertifikat penghargaan 

masih kokoh menghiasi almari

namun, semua seperti menyimpan getir

ia hanya bisa meratapi nasib

menyeberangi lautan air mata 


kini tak ada guna membenci dunia 

sebab dari jejak-jejak putih itu

tak pernah menjadi tolak ukur 

sebagai penolong sejati 

ia tetap tersingkir


Subang, 18 Mei 2026




SUBUH (2)

Oleh: Dewis Pramanas 


Kilau tetesan embun

menggenang pada jiwaku

bertaut di relung yang retak

memanggil-manggil dengan ritmis

seperti fajar mengusik gulita

segera pergi


suara-suara merdu takbir 

melatunkan mahabah Tuhan

agar tubuh sejenak sujud

bahwa tak berguna meratap

tentang lara dan kecewa

jiwa hanya butuh tenang


dari arunika nan berseri 

menyambut pagi yang awal 

lalu kedua mata membuka pandangan 

telinga mendengar nada-nada merdu

kita masih menerima kesempatan hidup

Kasih Tuhan datang pada fase

yang tak bisa ditelusuri logika 


Subang, 27 Mei 2026



TEMPAT YANG PALING DIRINDUKAN UNTUK PULANG (3)

Oleh: Dewis Pramanas 


Mentari menyinari jendela hati

Memandang ruang-ruang ternyaman 

Ada kisah yang mengguncang batin 

Dari sketsa proses menjelajahi asa

Sebuah fase upaya yang bermanuver

Jatuh bangun jalani fluktuasi keadaan 


Pada akhirnya genggaman tekad

Mampu mengalahkan serbuan ragu

Yang membelenggu di dalam diri

Meski skenario tak sesuai ekspektasi 

Namun semua indah pada waktunya 


Terima kasih pintu harapan 

Sebab ia telah membuka perjumpaan 

Dengan harmoni kasih yang nyata 

Di tempat paling dirindukan 

Untuk pulang pada senja ini

 

Subang, 4 Juni 2026



HENING (4)

Oleh: Dewis Pramanas 


Aku dalam hening 

Melebarkan sayap menjelajahi kata-kata 

Meninggalkan jejak tanpa meracau

Di tengah-tengah manusia yang dahaga

Validasi 


Aku dalam hening 

Menembus sekat jendela dunia 

Kemudian lewati jalan sunyi 

Berkawan keteguhan kalbu 

Ia menjadi kompas petunjuk arah 

Dari silau gemerlap gaya hidup


Aku dalam hening 

Becermin melihat rupa diri 

Yang masih menyimpan keruh

Tetapi Tuhan selalu menutupi 

Noda yang menempel 

Seperti pohon tak pernah membenci angin 

Meski daun-daunnya terhempas 

Berguguran jatuh ke tanah 


Aku menemukan arah pulang yang indah

Untuk menuju-Mu

Senyap tanpa seorang pun tahu 


Subang, 5 Juni 2026



HINGGA AKHIR (5)

Oleh: Dewis Pramanas 


Lembaran cerita

Pada kalender tak kuingat lagi

Di perjalanan yang ditumbuhi ilalang 

Di depan bukit-bukit mimpi 

Kelokan curam

Kau masih duduk di sebelahku


Dari pohon-pohon menjulang 

Bahkan daunnya mulai kuning 

Termakan waktu 

Kau berdiri paling depan 

Mendampingi di waktu senjaku 


Hingga nanti 

Menyeberangi dunia 

Saling menggenggam 

Menjadi penutup paling kesan


Subang, 8 Juli 2026



Posting Komentar

0 Komentar