Puisi Fileski | Jalan Sunyi Yang Terlahir Pagi - negerikertas.com

INFO ATAS

LEMBAGA INDEPENDEN DI BIDANG PENDIDIKAN LITERASI, SENI BUDAYA, DAN SASTRA.

28 Nov 2023

Puisi Fileski | Jalan Sunyi Yang Terlahir Pagi

 Jalan Sunyi


Kematian telah mengantarku menuju temaram   

Telah lama dimabuk kegilaan mengejar dunia 

Pekat kemarau tinggal dahaga merantak senja usia 

Dalam bayang malam tersiksa berkayuh sendirian 

Suka ria hari itu di antara orgasme maya yang semu 

Angkat aku, selamatkan aku

Kepakkan sayapku kembali kokoh bagai naga di angkasa 

Jalan sunyi ini mengajariku

Menuju rumah bahagia sesungguhnya


Surabaya, 2014

Gemerlap Fatamorgana


Lorong badai dalam hati 

Kikis tajam ambisi yang tersimpan rapat 

Berlari-lari liar setiap sunyi 

Meronta-ronta di jeruji hati 

Hingga usai pada sebuah titik terang 

Sampai cahaya menemui sampai maut mengintai 

Terbiaskan pancaran gemerlap fatamorgana 

Kebersemanyaman peristiwa-peristiwa berlalu membisu 

Denting waktu berputar hanya tertinggal sunyi

Sibuk mengunyah kelakar mengumbar keinginan  

Sibuk menuai riuh kata pujian 

Hingga tersadar telah berpijak dalam kabut mengintai maut 


Surabaya, 2014

Menyandarkan Keabadian


Malam menjadi elegi

Bungkam diam mendobrak tirani 

Mengunci pintu dari para serapah 

Udara melaju menenggelam sumpah 

Kendatipun memerdekakan nurani yang terjarah 

Hampa belaka aku layarkan arah 

Pada ujung silau matahari terbit sepotong rindu  

Pada kesunyian dan meninggalkan jejak bisu 

Di antara belantara kepingan indah 

Pahit rinduku sekaran malam 

Rinduku memantik tunas menyisakan napas 

Berpaling sejenak  dari hiruk dunia  

Air mataku berhembus dan penasaranku tuntas 

Di sinilah aku menyandarkan keabadian


Surabaya, 2014

Terlahir Pagi


Sederet jarak antara beku dan terik 

Antara kelungrahan garis senja dan rindu  

Mengelam angan terlalu mengigau tinggi 

Yang semakin mendaki menyisakan napas sengal 

Sederet waktu rindu mengendap 

Seulas senyum teduh hanya mampu ku ucap sendiri 

Dari kejauhan dari kesunyian

Sederet harapan bersemayam ufuk senja 

pada sosok di balik jendela

Kunanti di ujung senja hingga terlahir pagi


Surabaya, 2014


INFO BAWAH

NB: Untuk saat ini, Negeri Kertas belum bisa memberikan honor untuk karya (Puisi/Cerpen) yang tayang.