005

header ads

Puisi "DI PELATARAN CANDI" | Anjrah Leono Broto

 

Ilustrasi nestapa lelaki (dok. pinterest)



pada bening embun dini hari di pelataran candi,

di bawah bulan menatap geli, senyumanmu terlihat rapi

dalam lipatan-lipatan yang tak mampu ku hitung lagi.

di pelataran candi ini –pada sebuah masa, pada senukil memori-

kita pernah bersama mengasah pisau hati. sampai

sedemikian tajam untuk mengiris cabe, bawang, strawberry

kehidupan dari kelahiran ke kelahiran kembali.

“mungkinkah nanti kau akan melukai?” aku bertanya usai

longgarkan dasi dan kibarkan panji-panji.

senyummu mengembang serupa bebunga padi,

tak ada jawab hanya lesung pipi datang-pergi

seiring bibirmu yang lalu berkisah tentang dewa-dewi,

pangeran dan putri, serta anak-anak yang berbakti.

“andai istana surga adalah mimpi, lalu untuk apa pisau hati

kita asah berkali, berkali, berkali?”

engkau tak memahat jawab senyummu terlihat lagi

pada bening embun dini hari di pelataran candi.

 

 

Bajangratu, 2020-2023


________________________

Anjrah Lelono Broto, aktif menulis esai, cerpen, serta puisi di sejumlah media masa. Tengah dirudung bermacam problema dan merasa sangat terbantu jika ada yang sudi-sedia memberikan transferan. Kontak FB: anjrahlelonobroto, dan Whatssapp: 085854274197.

Posting Komentar

0 Komentar