Petani Tumpang Pitu: Gimien Art. - negerikertas.com

INFO ATAS

LEMBAGA INDEPENDEN DI BIDANG PENDIDIKAN LITERASI, SENI BUDAYA, DAN SASTRA.

10 Agu 2023

Petani Tumpang Pitu: Gimien Art.


 MIMPI SIANG SEORANG PETANI DI TUMPANG PITU


memandang gunung tumpang pitu yang telah kehilangan puncak

seorang petani membayangkan dirinya midas

yang bisa mengubah semua menjadi emas 

dengan sentuhannya


bertahun lalu ia pernah menanam berbagai macam

di sebagian lereng gunung tumpang pitu

tapi sebutir pun emas belum pernah ia petik 

dari daun dan buah yang ia panen tiap musim 


tapi kini orang-orang menggali puncak gunung 

sampai menembus dasarnya

bukan lagi dengan cangkul atau traktor 

tidak menabur benih atau menancapkan batang singkong

tapi membawa pulang tiap butiran tanah, pasir dan batu

berisi emas dan perak


petani itu telah berpindah ladang 

gunung tumpang pitu di kejauhan 

sedikit demi sedikit puncaknya hilang sampai tak bisa dilihat lagi 

dan semakin hilang puncak gunung 

semakin nyata di benak petani itu: butir-butir emas bermunculan

dari tanah yang dulu setia ia cangkul bongkah demi bongkah

tapi kini tak pernah ia lihat apalagi ia injak


sampai suatu siang saat istirahat masih bermandi keringat 

memandang gunung tumpang pitu yang telah kehilangan puncak

petani itu membayangkan dirinya raja midas

yang mengubah semua menjadi emas dengan sentuhannya

cangkul, sabit, tiap bongkah tanah, batang-batang pohon

semak, rerumputan, capung dan belalang

semua ia sentuh berubah menjadi emas

duduk di balai bambu di dangau tempat biasa istirahat

serasa di atas singgasana berselimut tirai emas

sampai ia disadarkan kehadiran sang istri

datang mengantar makan siang


di dangau 

sendiri tersenyum sang midas dalam mimpi

menyuap lahap kiriman istrinya: 

nasi dengan lauk ikan asin disertai sambal 

lengkap dengan rebusan daun singkong, bayam dan kenikir 

(yang bisa didapat di sekitar halaman rumahnya)


"setidaknya aku masih bisa bermimpi indah

melebihi indahnya hidup ini," gumamnya entah bicara pada siapa 

yang pasti tidak pada gunung tumpang pitu

yang sudah tak jadi gunung


Kumendung, Sabtu, 6 Mei 2023


*)Gunung Tumpang Pitu adalah tambang emas terbesar di Indonesia setelah Freeport, berada di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.






GIMIEN ARTEKJURSI, lahir 03 Agustus l963.  Tinggal di desa Kumendung, Muncar, Banyuwangi. Puisinya dimuat di media cetak dan online di Indonesia. Dan beberapa antologi bersama. 

WA: 085333554684

FB: Gimien Artekjursi.

FB: #gartpoeisi 

      #gartpoeisi23



INFO BAWAH

NB: Untuk saat ini, Negeri Kertas belum bisa memberikan honor untuk karya (Puisi/Cerpen) yang tayang.