005

header ads

Sajak Tanggung

 Sajak Tanggung 

Penulis: ……………………

Kalau malam menjadi tanggung,

mata ini masih mengoyak aksara

dan kepala berada di punggung

buru-buru sengsara

karena aku menemukan kata-kata

yang menjadikannya puisi

disusun sedemikian rima,

bagaimana bunyinya yang penting puisi!


Ah!

Aku harus menulis sesuatu, kataku

tapi mereka hilang dariku,

berguling ke dalam tungku 

berisi potongan-potongan kosakata yang hidup

dan terbakar bersama nyala isi kepalaku

menyisakan asap yang ribut di kertasku yang tandus.


Ah!

Aku berada di gurun 

dengan suku kata yang telah menjadi abu.

Aku berharap ada yang bisa kutuliskan,

bumi, bulan, laut, semesta, matahari, cinta, senja, langit, kasih, ibu

kata-kata sederhana yang bisa menyuar

yang teduh seperti malam purnama

mengusap luka yang bergelumbang

cukup untuk mengistirahatkan hati yang lelah


Ah! 

Puisiku yang kaku,

meski kata-kata ini hanya mampir sebentar

dan mendidih di kertasku,

meski terjemahannya jadi terlantar

dan menggelimang di sudut halamanku,

terimalah kupu-kupu dalam kepalaku.






mengantarmu bersama angin







aku mencintai kita dari semua yang terlupakan,

remot TV yang mengangguk di sofa

akord ukulele “what a wonderful world” louis amstrong

dan orang-orang bosan di depan kita berlalu-lalang

yang kita sempat tumpangi teduhnya

lalu buang-buang waktu tanpa pengasihan


aku mencintai kita dari semua yang serabutan,

daun-daun luput dari ujung suka kita

lantas akar-akar lewat memangku duka kita

sudut-sudut hati kita yang ditumbuhi mekar

dada kita yang luas tempat bunga-bunga bersandar

rumah jaga bagi hutan kita hingga rujuk berpelukan


aku mencintai kita dari semua kemungkinan,

yang menyambut setelah berpencaran

yang meringkuk setelah badai marah

yang menghuni setelah waktu ingkar janji

yang menjaga setelah cahaya terlelap

di belantaranya kita melintas tanpa mendua


di sini cintaku di dekat cintaku, 

takdir Tuhan mengajakmu tiada


aku mengambinghitamkan gerimis yang gelinding di kaca jendela,

sepintas pantulan kita pernah mesra timbul di senggangnya Timur 

dan hujan selaku jalur bagiku mengunjungi kita di masa lalu


kesedihan yang bermukim di dadaku bertunas rumput-rumput liar,

sebab tenggelam tanganmu yang pernah merawatnya dengan nirmala


didekap  liatnya pusaramu aku berkasih,

jika pernah cahaya meninggalkanmu

aku akan datang berbekal langit penuh bintang






Bionarasi 

 C:\Users\Perkeu_Aren\Downloads\IMG_5579.jpg




Amelia Insaniyah, sering disapa “Amelia”. Mahajiwa semester 6 Sastra Inggris. Tukang fantasi, penyuka film dan pengamat musik. Kebanyakan ia dan hidupnya kontradiktif. Ia mengakui dirinya bukan penulis karena ia lebih sering memikirkannya daripada menuangkan otaknya ke dalam tulisan. Ia memiliki kemampuan untuk menyukai apa saja dan melakukannya tapi lambat dalam menuntaskannya; pikirannya senang berkunjung ke mana saja. Si yang senang berpikir dan menulis ini juga suka nyanyi dan menulis lagu.

Penulis dapat disapa melalui: 

Email vadadream@gmail.com

Instagram @boombangsmooth


Data Diri Pribadi

Nama: Amelia Insaniyah

Nomor Rekening: BCA 6800843446 (BCA A/N Amelia Insaniyah)


Posting Komentar

0 Komentar